
Fadil menganguk, dia mengelus pipi Yara dengan lembut. Lalu memberikan kecupan di kening wanitanya itu. "Sayangku, akan kembali cantik seperti dulu. Tenang saja karena mau bagaimana pun keadaan kamu, tidak mungkin aku akan berpaling lagi dari kamu, Yara. Aku sudah sadar jika hanya kamu yang aku cintai selama ini dan hanya kamu yang paling berharga untuk aku"
Semuanya sudah berlalu, rasa sakit Yara yang kini telah sirna. Perjuangannya selama ini yang tidak pernah menyerah untuk sembuh karena Fadil yang selalu berada di sampingnya.
Terima kasih Tuhan, karena sekarang aku telah bisa melewati segala kesulitan dalam hidup aku. Terima kasih karena sudah mengirimkan Fadil dalam kehidupanku kembali. Karena hanya dia yang menjadi sumber semangat utama ku.
Saat ini, Yara berdiri di depan cermin dengan tatapan yang tidak percaya ketika dia melihat pantulan dirinya sendiri. Sebuah gaun pengantin yang melekat indah di tubuhnya itu. Riasan natural yang pas dengan wajahnya. Dengan sebuah rambut palsu yang sengaja di pakai untuk Yara untuk menutupi kekurangannya itu.
"Aku tidak menyangka bisa sampai ke titik ini bersama dengan Fadil. Bagaimana aku yang telah melewati banyak hal bersama dengan Fadil dan sekarang aku akan benar-benar menikah dengan Fadil"
Rasanya masih seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Yara benar-benar merasa tidak percaya dengan hari ini. Dimana aku yang dia yang akan menikah dengan Fadil saat ini.
"Yara.."
Deg..
Suara dari orang yang sangat dia kenal, Yara berbalik dan melihat Sarah yang berjalan masuk ke dalam ruangan sambil menggendong seorang bayi.
"Kak Sarah"
"Yara, aku..."
Sarah benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi. Dia benar-benar sangat menyesal karena pernah membenci Yara hanya karena dia yang merasa kalau Yara telah menghancurkan harapannya untuk bersama dengan Keanu pada saat itu.
"Maafkan aku Yara.. Hiks.. Maaf karena aku telah membuat kamu terluka selama ini. Maaf juga karena aku pernah salah faham dan sampai membenci kamu"
Yara menepuh bahu Sarah, dia tidak marah pada Sarah karena dia sudah banyak sekali bergantung pada Sarah. Menurutnya Sarah adalah sosok Kakak yang baik dan tegas, dan Yara selalu mengidolakan sosoknya itu.
__ADS_1
"Sudah Kak, aku sudah memaafkan Kakak. Kita tidak perlu lagi membahas hal yang sudah berlalu. Bagi aku, Kak Sarah itu tetap sosok seorang Kakak yang sangat aku idolakan"
Tangisan Sarah semakin tidak terkendali, tentunya dia juga sangat tidak percaya jika Yara masih memaafkannya dan berperilaku baik pada Sarah yang sempat tidak suka padanya hanya karena hasutan dari adiknya.
"Semuanya sudah berlalu Kak, sekarang kita lupakan saja apa yang pernah terjadi diantara kita di masa lalu"
"Terima kasih Yara, karena kamu masih mau menerima maaf dariku"
"Iya Kak sama-sama"
Putri Sarah merasa sangat lega karena dia sudah bisa meminta maaf secara langsung pada Yara. "Yudah, kalau begitu aku keluar dulu ya"
"Iya Kak, oh ya ini apa anaknya Putri Ajeng?"
Sarah mengangguk, dia mengelus kepala keponakannya itu. "Iya Ra, aku yang rawat dia karena Ajeng yang tidak mau merawatnya"
"Boleh aku menggendongnya Kak?"
Yara tersenyum senang, dia mengambil alih Sherin dari gendongan Sarah dan menggendongnya. Yara duduk di atas sofa untuk memangku bayi itu. Sangat senang sekali karena dia bisa menggendong bayi itu.
"Hai Sayang, ini Tante Yara. Kamu lucu dan menggemaskan sekali"
Sarah tersenyum miris melihat itu. Bagaimana Yara yang bahkan adalah wanita yang tersakiti oleh adiknya itu, bisa memperlakukan anak dari Putri Ajeng dengan begitu baik dan tulus. Sementara adiknya sendiri yang menjadi Ibu kandung dari Sherin, bahkan tidak pernah mau menggendongnya apalagi untuk merawatnya.
"Ra, maaf ya karena Ajeng hidup kamu jadi kacau. Aku juga tidak habis pikir dengan Ajeng yang begitu terobsesi pada Fadil, hingga dia pernah datang kesini dan menyerang kamu. Maaf ya Ra, karena aku juga tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi dia. Saat ini saja, kalau di tahu kalian menikah dan tahu aku pergi kesini, mungkin dia akan ngamuk tidak jelas"
Yara tersenyum, dia menatap Sarah yang berdiri di depannya itu. "Tidak papa Kak, mungkin semua ini adalah tantangan dan sebuah rintangan untuk memperkuat cinta aku dan Fadil"
__ADS_1
Sarah mengangguk, dia senang melihat Yara yang kembali bahagia dan bisa mendapatkan kembali pria yang dia cintai.
"Kamu akan bahagia bersama dengan Fadil Ra, karena memang dia adalah milik kamu pada awalnya"
#######
Halaman rumah yang sudah di sulap menjadi tempat yang mewah dengan segala riasan bunga dan pernak-pernik lainnya. Sebuah karpet merah yang tergelar disana dengan Yara yang berjalan di atasnya. Tidak ada keluarga yang mendampinginya, Yara benar-benar sendiri. Namun tidak menghlangkan kebahagiaan di wajahnya.
Beberapa menit yang lalu, Yara telah resmi menjadi istri dari Fadil. Sekarang mereka tinggal melakukan acara resepsi. Di ujung karpet merah ini, Fadil sudah menunggu bidadarinya dengan tidak sabar. Fadil yang begitu bahagia saat ini karena akhirnya dia bisa mendapatkan wanita yang dia dambakan sejak lama, namun pernah dia lukai hatinya dengan begitu dalam.
Yara sampai di hadapan Fadil, rasa bahagia jelas terpancar di wajah keduanya. Fadil menangkup wajah Yara dan dia mulai mendekatkan wajahnya. Cup.. Ciuman itu terjadi dengan sorak sorai tamu undangan yang datang.
Sebuah cinta yang begitu besar dan tulus, maka tidak akan terhalang oleh masalah sebesar apapun.
#######
Sarah bahagia sekali melihat kebahagian Yara dan Fadil saat ini. Sarah sengaja duduk di kursi yang cukup sepi, karena dia yang membaa bayi. Takutnya Sherin akan merasa terganggu dengan kebisingan yang terjadi.
"Sarah.."
Deg..
Sejak pengungkapan cintanya pada waktu itu, Sarah tidak pernah lagi bertemu dengan Keanu. Mau secara kebetulan atau memang sengaja. Sarah sudah sangat malu dengan pengungkapan cintanya pada pria yang dia ketahui jika hanya menganggapnya sebagai teman saja. Tidak lebih dari itu. Jadi Sarah merasa jika dirinya terlalu bodoh sampai harus melakukan itu, mengungkapkan perasaannya pada pria yang memang tidak pernah mencintainya.
Dan hari ini Sarah harus kembali berhadapan dengan pria itu. Sarah jadi bingung sendiri harus melakukan apa saat ini. Rasa malunya atas pengungkapan cinta waktu itu masih belum hilang. Tidak berpikir jika dia juga pasti akan bertemu dengan Keanu pada acara pernikahan Fadil dan Yara.
"Aku bersyukur karena bisa bertemu denganmu lagi disni"
__ADS_1
Keanu duduk di depan Sarah, terhalang oleh meja bundar di depan mereka. Sarah hanya diam dengan bingung, di menundukan wajahnya yang malu ketika dia mengingat pengungkapan cintanya pada saat itu.
Bersambung