Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Sebuah Kejutan?


__ADS_3

Saat acara Sarah waktu itu..


"Jadi kamu ingin memberikan kejutan ulang tahun untuk Yara?" tanya Sarah mendengar penjelasan Fadil


"Iya, aku ingin memberikan dia kejutan. Sebenarnya ini juga sebagai rasa syukur aku karena masih bisa melihat Yara merayakan ulang tahunnya"


Sarah sedikit berpikir untuk acara ulang tahun dan kejutan yang mungkin tidak akan bisa di lupakan oleh Yara selamanya. Keanu yang baru saja masuk ke dalam ruang kerjanya itu, langsung ikut nimbrung dan mendiskusikan tentang rencana Fadil itu. Tentu saja jika Keanu juga ingin ikut merayakan ulang tahun Yara yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.


"Bagaimana kalau kamu bersikap sedikit cuek pada Yara, tapi tidak terlalu cuek juga"


"Gimana si maksudnya? Cuek, tapi tidak terlalu cuek" Sarah langsung menodong suaminya dengan ucapannya yang menurutnya tidak bisa di pikirkan dengan akal sehat.


"Jadi gini, nanti pulang darisini kau harus main ponsel sambil senyum-senyum tidak jelas. Pokoknya kau harus buat Yara cemburu dan berpikir kalau kau itu sedang selingkuh. Kan kau memang pernah selingkuh, jadinya gampang dong buat peranin orang yang sedang selingkuh"


"Sial"


Fadil sedikit kesal juga karena Keanu yang malah membahas tentang perselingkuhannya yang pernah terjadi.


"Nanti tengah malam kita akan datang ke rumah kalian dengan bersembunyi, tanpa sepengetahuan Yara. Dan nantinya kamu harus buat Yara marah dan pokoknya kalian terlibat cecok, nanti tiba-tiba ada kembang api di halaman rumah, dan kita muncul dengan berteriak 'Suprise'. Bagaimana?"


Sarah menatap suaminya yang begitu lihai menjelaskan tentang kejutan yang akan di lakukan oleh Fadil pada Yara. "Nantinya Yara benar-benar akan merasa sangat terkejut dan yakin deh kalau kejutan kali ini pastinya tidak akan dia lupakan seumur hidupnya"


Dan memang pada awalnya memang begitu rencana mereka untuk membuat kejutan ulang tahun Yara. Namun ketika hari itu Putri Ajeng yang meminta maaf pada Fadil dan dia mendengar rencana Fadil. Membuat Putri Ajeng juga menawarkan diri untuk memabantu. Perasaan dendamnya pada Yara dan Fadil, sudah hilang begitu saja.

__ADS_1


"Aku akan membantu, tenang saja ini hanya sebagai permintaan maaf aku atas apa yang pernah aku lakukan padamu dan Yara"


Dan sebenarnya setelah acara di rumah Sarah waktu itu, Keanu dan Sarah juga langsung berangkat ke Ibu kota untuk membantu mempersiapkan rencana Fadil itu.


#######


"Sudah pas, sudah jam 12 malam" teriak Putri Ajeng yang menatap jam dinding di sana.


"Selamat ulang tahun Yara" teriak semua orang dengan pancaran kebahagiaan yang tidak bisa di tutupi lagi.


Fadil tersenyum melihat Yara yang mulai sadar dengan semuanya. Dia berjalan menghampiri istrinya itu, mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas yang di pakainya. Fadil berlutut di depan Yara, membuat Yara langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Matanya berkaca-kaca dengan semua yang di persiapkan oleh suaminya ini. Fadil membuka kotak beludru panjang berwarna biru itu di hadapan Yara. Sebuah kalung berlian dengan liontin hurun FY, inisial dari nama mereka berdua.


"Selamat ulang tahun Sayangku. Terima kasih karena sudah bertahan sampai saat ini di sampingku. Aku mencintaimu dan akan selalu bahagia saat bersama denganmu. Maafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu"


Yara tidak bisa menahan tetesan air mata yang mengalir begitu saja di pipinya. Dia meraih tangan Fadil dan membantu Fadil untuk kembali berdiri.  Lalu Yara langsung memeluk Fadil.


Fadil mengelus punggung Yara, tentu dia juga sangat tidak tega melihat istrinya yang menangis diam-diam selama dia melakukan aksi kejutannya ini.


"Ini kapan di tiup lilinnya? Sudah padam beberapa kali nih" protes Putri Ajeng yang dari tadi menjaga lilin di kue ulang tahun yang di pegang oleh Kakaknya itu.


Yara tersenyum, dia menghapus air matanya. Lalu berjalan ke arah Sarah, dia berdo'a untuk kesehatannya, kaharmonisan keluarganya dan juga berharap akan segera di berikan keturunan. Lalu dia segera menium lilin di atas kue ulang tahun itu.


"Yey.. Selamat ulang tahun ya, Ra" Keanu memeluk Yara, dia begitu menyayangi Yara yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.

__ADS_1


Sarah juga ikut memeluk Yara, dia menaruh kue ulang tahun itu di atas meja. Dia juga ikut bahagia dengan semua ini. Yara yang sempat hancur kebahagiaannya karena adiknya.


"Semoga kamu selalu bahagia selalu, aku harap semuanya akan tetap seperti ini. Kita bisa menjadi keluarga"


Yara mengangguk dengan air mata yang menetes begitu saja. Yara sangat terharu dengan semua ini. "Terima kasih karena sudah menjadi atasan yang baik untuk aku selama ini, Kak. Maaf jika aku sempat menghancurkan mimpi kamu untuk bisa bersama dengan pria yang kamu cintai itu. Maafkan aku, Kak"


"Semuanya sudah berlalu Ra, tidak perlu di bahas lagi"


Putri Ajeng hanya diam melihat itu, dia ingin sekali mengucapkan selamat ulang tahun pada Yara. Namun dia merasa tidak pantas, mengingat apa yang pernah dia lakukan selama ini pada Yara.


"Ajeng"


Putri Ajeng yang baru saja akan pergi darisana, namun langsung terhenti ketika panggilan dari Yara terdengar. Putri Ajeng berbalik dan menatap Yara yang berjalan ke arahnya. Tidak seperti yang dia duga, justru Yara yang lebih dulu memeluk Putri Ajeng.


"Makasih ya karena kamu sudah ikut serta mewujudkan kejutan ini"


Ajeng benar-benar mematung, dia tidak menyangka jika Yara akan melakukan ini padanya, setelah apa yang telah dia lakukan padanya. Dia yang telah mengambil kebahagiaan Yara dan juga Fadil dari kehidupan Yara. Namun Yara tetap bersikap baik padanya.


Putri Ajeng tidak bisa menahan untuk tidak meneteskan air mata. "Maafkan aku Yara, maaf atas semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu. Maaf Yara, karena aku sudah pernah merebut Fadil dari kamu. Tapi, asal kamu tahu jika cinta dan kasih sayang Fadil itu hanya untuk aku. Selama ini dia hanya menjadikan aku sebagai pelampiasan atas kebosanan sesaat dalam rutinitasnya. Percayalah, jika hanya kamu yang dicintai oleh Fadil"


Yara mengangguk, dia melepaskan pelukannya. Yara memegangi tangan Putri Ajeng. "Aku sudah memaafkan kamu, jadi tidak perlu lagi membahas tentang semua yang telah berlalu"


Semuanya telah berlalu, dan untuk terus membenci dan menyimpan dendam juga tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik. Yara hanya ingin hidup tenang, Yara tidak mau mejalani hidup yang dulu. Dimana dia yang banyak tersiksa dan tersakiti karena tidak mengikhlaskan Fadil yang telah bersama dengan Putri Ajeng.

__ADS_1


Namun memang sepertinya Fadil hanya untuk Yara, bukan di takdirkan untuk Ajeng.


Bersambung


__ADS_2