Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Posesif, Tapi Pernah Selingkuh?!


__ADS_3

Keanu datang ke rumah Fadil, di saat dia mengetahui jika sekarang Yara sudah bisa melakukan rawat jalan. Namun saat dia sampai di rumah itu, Keanu tidak menemukan Yara maupun Fadil disana.


"Kemana mereka? Kok rumahnya sepi kayak gini ya"


Keanu menekan bel pintu, dan beberapa saat kemudian seorang pelayan membukakan pintu. "Maaf, cari siapa ya?"


"Fadil dan Yara, apa mereka ada di rumah ya? Saya teman mereka"


"Oh maaf Tuan, Tuan Fadil dan Nona Yara sedang pergi ke rumah sakit untuk melakukan pegobatan"


Keanu mengangguk mengerti mendengar itu, dia memilih untuk menyusul mereka ke rumah sakit. Keanu hanya ingin melihat keadaan Yara yang sekarang, setelah dia dia tinggalkan beberapa hari ini.


Sampai di rumah sakit, Keanu langsung menuju ruang rawat Yara setelah sempat bertanya pada perawat disana. Ketika Keanu membuka pintu, dia melihat Yara yang sedang muntah dengan Fadil yang memijat tengkuknya.


"Sudah hmm?" tanya Fadil dengan lembut sambil membersihkan bibir Yara dengan tisu.


"Maaf ya, kamu pasti jijik sekali melihat aku yang seperti ini"


Fadil menyimpan wadah bekas muntah Yara di bawah ranjang, menunggu perawat datang untuk mengambilnya dan menggantinya dengan yang baru. Fadil mengelus kepala Yara dengan lembut.


"Sedikit pun aku tidak pernah merasa jijik, kamu jangan mikir yang aneh-aneh Sayang. Kamu harus yakin dan percaya kalau aku tulus mencintaimu"


Ekhem...


Dengan sengaja Keanu berdehem, agar dia bisa mengalihkan fokus dua orang yang sedang saling jatuh cinta itu tentang kehadirannya ini. Keanu jelas melihat bagaimana Fadil yang begitu mencintai Yara. Dari perlakuan Fadil saja sudah jelas terlihat bagaimana pria itu yang sangat mencintai Yara tanpa melihat keadaannya sekarang.


"Mas Keanu..." Tentu saja Yara sedikit terkejut melihat kehadiran Keanu disana, dia senang karena bisa bertemu kembali dengan orang yang telah banyak berjasa untuk hidupnya ini. "...Mas kapan datang? Kok tidak bilang-bilang kalau mau datang kesini?"

__ADS_1


Keanu mengelus kepala Yara dan ingin mengecupnya, namun kepalanya langsung di tahan oleh Fadil. "Jangan macam-macam ya. Disini ada calon suaminya"


Keanu terkekeh dengan sikap posesif Fadil itu, dia mengurungkan niatnya yang ingin mengecup kepala Yara itu. "Ternyata posesif juga ya, tapi anehnya dulu pernah selingkuh bahkan sampai menikah"


Cih..


Fadil mendengus kesal dengan Keanu yang malah membahas tentang masa lalunya itu. Dan Yara hanya tertawa kecil mendengar ucapan Keanu dan melihat wajah Fadil yang sangat kesal dengan ucapan Keanu itu.


Yara meraih tangan Fadil dan mengecupnya, mengelus punggung tangan itu dengan lembut. "Tidak papa tentang kamu yang pernah melakukan kesalahan. Karena semua orang juga tidak pernah luput dari kesalahan. Asalkan jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama"


"Tuh dengar! Wanita mana yang bisa se-sabar Yara. Bahkan bisa kembali menerima kamu yang jelas sudah mengkhianatinya" timpal Keanu


Sepertinya perasaan Keanu pada Yara benar-benar menghilang dengan seiring berjalannya waktu. Mungkin memang benar jika ikhlas itu sulit, namun akan terbiasa dengan seiring berjalannya waktu. Buktinya sekarang Keanu sudah bisa lebih ikhlas untuk melepaskan Yara bersama dengan Fadil.


"Ya, aku telah menyadari kesalahan aku itu. Jadi aku tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama"


"Yaudah, sekarang aku senang karena kalian sudah kembali bersama. Janji aku sama kamu selesai ya, Ra"


Yara tersenyum dan mengangguk, dia ingat jika Keanu memang pernah berjanji untuk menyatukan kembali Yara dan Fadil. Dan sekarang memang Keanu telah menepati janjinya itu.


"Makasih ya Mas, untuk semua yang kamu lakukan padaku. Semua pertolongan kamu dan bantuan kamu yang begitu berarti untuk aku"


Keanu mengangguk, dia senang melihat Yara yang sudah semakin membaik. Mengelus kaki Yara yang berselonjor di atas ranjang pasien. "Sama-sama Ra, aku senang melihat kamu kembali bersinar ceria seperti ini. Oh ya, apa bisa aku menganggap kamu sebagai adik aku? Saudara aku?"


Yara menganguk dengan air mata yang menetes begitu saja, tentu saja dia sangat terharu. Karena selama ini tidak pernah ada yang mau menjadi saudaranya, bahkan saudara sepupunya sendiri entah dimana sekarang. Karena dia yang tidak pernah mau di anggap bersaudara dengan Yara yang gendut, dulu.


"Tentu Kak, terima kasih"

__ADS_1


TIdak bisa menahannya lagi, Yara memeluk Keanu yang berdiri di samping kiri ranjang pasien yang dia tempati. Yara sangat terharu dengan ucapan Keanu barusan, tentang dia yang mau menjadi saudaranya.


Keanu mengelus kepala Yara, dia senang dengan panggilan baru Yara padanya. Keanu benar-benar merasa mempunyai seorang adik perempuan sekarang.


"Iya Ra"


Melihat itu membuat Fadil merasakan suhu panas di ruangan ber-ac ini. "Bisa kalian sudahi pelukannya? Ini di rumah sakit, jangan membuat kerusuhan disini"


Yara melepaskan pelukannya dan menatap Fadil dengan terkekeh lucu. "Memangnya siapa yang membuat kerusuhan? Aku hanya sedang bahagia karena sekarang aku sudah mempunyai seorang Kakak yang bisa aku jadikan tempat untuk bersandar dan bercerita"


Keanu mengangguk dengan wajah tengilnya itu. "Tentu saja, kalau sampai kau membuat adik aku ini sedih. Maka dia akan aku ambil kembali darimu"


Fadil hanya mendengus kesal saat keduanya seperti sedang sengaja membuatnya kesal. Fadil meraih kepala Yara dan menyandarkannya di perutnya, memeluknya dengan lembut.


"Kamu hanya boleh bersandar padaku!"


Yara terkekeh mendengar itu, tentu saja sejak dulu memang hanya Fadil yang menjadi sandaran bagi Yara. Dan ketika Fadil berkhianat darinya, maka sandaran Yara langsung hancur seketika. Hidup Yara yang tidak lagi mempunyai sandaran jika dia sedang sedih atau apapun itu.


"Karena sejak dulu memang kamu sandaran utama aku, Fadil. Tapi sandaran itu hampir hilang karena kamu yang berpaling"


Fadil terdiam mendengar itu, jelas dia merasakan bagaimana kerapuhan Yara pada saat itu. Gadis pemalu dan penakut yang selalu berlindung pada Fadil dari setiap hal itu, harus kehilangan pahlawan pelindungnya juga sandaran hidupnya. Fadil membayangkan bagaimana hidup Yara yang benar-benar hancur karena ulah dirinya.


"Aku akan menebus semua air kesulitan yang kamu alami karena kebodohan aku. Aku akan membuat kamu bahagia"


Yara mengangguk, dia tahu jika Fadil sudah benar-benar kembali pada Fadilnya yang dulu. Fadil yang sangat mencintai dan menyayanginya, Fadil yang selalu mengutamakan kebahagiaan Yara selama ini.


Keanu yang melihat itu tersenyum, dia ikut bahagia dengan dua insan yang saling mencintai namun sempat terkena badai yang besar. Dan akhirnya sekarang bisa kembali bersama lagi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2