Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Tidak Mungkin Ada Kesempatan Kedua


__ADS_3

Yara lagi-lagi hanya tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Rasanya dia ingin berteriak kencang jika dia juga masih mempunyai perasaan yang sama dengan Fadil. Namun Yara tidak akan bisa mengatakan itu karena memang dia tahu siapa dia sekarang dan posisinya sekarang.


"Tidak mungkin ada kesempatan kedua Fadil, kamu sudah menikah dan aku berbeda dengan Putri Ajeng, aku tidak akan pernah mau merusak hubungan orang lain saat aku tahu jika pria itu sudah mempunyai wanitanya"


Fadil menghela nafas pelan, sepertinya memang seperti ini perbedaan Yara dan Ajeng. Dia bahkan tidak akan pernah mau jika harus merusak hubungan orang lain, padahal jelas jika memang Fadil yang memulai. Namun Yara benar-benar tegas dengan pendiriannya.


"Ra, aku..."


"Cukup Fadil, pergi dan bahagia dengan istrimu. Aku tidak bisa bersama denganmu lagi dan tidak mungkin bisa"


Perkataan yang bebanding terbalik dengan isi hatinya. Karena sebenarnya Yara yang tidak mungkin bisa melupakan Fadil dan perasaannya yang sekarang semakin membuat Yara bingung dan tidak tahu harus melakukan apa. Yara yang tidak bisa melupakan perasaannya, namun dia juga tidak bisa kembali bersama dengan Fadil jika keadaannya yang seperti ini. Yara tidak mau menjadi perusak hubungan orang. Apalagi Fadil dan Putri Ajeng sudah menikah.


Yara berlalu meninggalkan Fadil yang masih berdiri di depan kosnya. Yara sudah tidak mau meladeni pria itu yang sudah membuatnya bingung seperti saat ini.


Fadil yang sadar jika Yara pasti akan pergi bekerja dan di jemput lagi oleh Keanu seperti halnya kemarin, segera menyusul Yara ke parkiran kos ini.  Benar saja ketika Fadil sampai disana, dia melihat Yara yang sedang berbicara dengan Keanu. Fadil segera menghampirinya dengan kesal.


"Yara, kau ayo ikut aku"


Yara menatap Fadil yang meraih tangannya dan ingin membawa Yara pergi ke mobilnya. Yara langsung menghempaskan tangan Fadi. "Maaf Fadil, aku akan bekerja"


"Iya biar aku antar kamu ke kantor"


"Tidak perlu, aku akan pergi dengan Mas Keanu"


Fadil menatap Yara yang berjalan ke arah Keanu. Rasanya Yara memang sudah benar-benar berubah. Yara yang tidak lagi peduli padanya dan lebih mementingkan Keanu daripada dirinya.

__ADS_1


######


Yara telah sampai di kantornya, dia turun dari mobil ketika Keanu membukakan pintu untuknya. Rasanya Yara merasa tidak enak pada Keanu yang begitu tulus padanya, sementara dia hanya memanfaatkan Keanu hanya untuk menghindar dari Fadil.


"Terima kasih ya, mulai besok Mas Keanu tidak perlu menjemput aku lagi. Aku bisa berangkat sendiri kok"


"Kenapa memangnya? Apa kamu tidak suka aku datang menjemput kamu"


Yara menggeleng pelan dengan menghela nafas pelan. "Bukan begitu Mas, aku hanya tidak mau terus memberikan harapan padamu. Padahal kamu tahu sendiri bagaimana perasaanku"


Keanu mengerti apa yang Yara rasakan saat ini. Namun dia juga tidak bisa memaksa Yara untuk menyukainya, tapi dia juga tidak mungkin bisa menghentikan perasaannya pada Yara.


"Tidak papa Yara, aku mengerti dan aku akan menunggu sampai kamu bisa membuka hatimu untukku'


"Sepertinya tidak akan bisa Mas" lirih Yara dengan kepala menunduk.


Di sebuah ruangan Sarah menatap kejadian di parkiran itu lewat kaca jendela besar di ruangannya. Semakin hai, dia semakin melihat Yara yang begitu dekat dengan Keanu. Hingga Sarah mulai tidak menyukainya, dia yang selama ini menyukai Keanu saja, iidak pernah di perlakukan spesial seperti itu oleh Keanu. Tapi Yara bahkan di jemput setiap hari untuk berangkat bekerja.


"Aku tidak bisa terus berdiam diri ketika melihat Yara semakin dekat dengan Keanu"


Ketika Yara masuk ke dalam ruangannya, Sarah langsung menoleh dan menatapnya dengan datar. Sarah berjalan ke arah meja kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya itu.


"Maaf Yara, tapi sepertinya kinerja kamu akhir-akhir ini semakin menurun ya"


Yara hanya diam dengan wajah yang menunduk, memang dia yang terlalu banyak masalah dan fikiran membuat konsentrasi pada pekerjaannya menurun sekatika.

__ADS_1


"Maaf Kak, aku janji akan memperbaiki semuanya"


"Malam ini kau selesaikan proyek yang bersama dengan Keanu. Periksa dan revisi semua berkas yang sudah saya berikan padamu. Bena-benar harus selesai besok pagi. Saya sudah terlalau baik sama kamu sampai kamu tidak bisa bertanggung jawab atas pekerjaanmu ini"


"Ba-baik Kak"


Dan akhirnya hari ini Yara benar-benar lembur seorang diri di kantor. Yara harus menyelesaikan semua pekerjaan yang di berikan oleh Sarah paanya. Yara harus kembali fokus dalam bekerja agar Sarah tidak kecewa lagi padanya. Selama ini Sarah sudah menjadi atasan yang baik untuk Yara.


Beberapa kali Yara menguap karena rasa kantuk yang menyerang, namun dia tetap berusaha untuk menyelesaikan semuanya. Yara meminum kopi hitam yang sengaja dia buat hanya untuk menghilangkan rasa ngantuk yang terus menyerangnya.


"Ayo Yara, kamu pasti bisa menyelesaikan semua ini" Yara menghela nafas sendiri ketika dia melihat tumpukan berkas yang masih banyak itu.


Jam di dinding terus berputar ketika Yara yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Tidak terasa hari sudah benar-banar pagi dan Yara sama sekali tidak tidur semalaman ini hanya untuk mengerjakan semua pekerjaan yang di berikan Sarah padanya.


"Satu berkas lagi Yara, kamu pasti bisa melakukannya"


Yara lanjut bekerja dengan kepalanya yang semakin terasa sakit dan pusing. Efek tidak tidur semalaman ini membuat Yara merasa tubuhnya mulai lelah dan tidak nyaman.


"Yara apa kau sudah menyelesaikan semuanya?"


Yara mendongak ketika Sarah sudah berada di depan meja kerjanya. "Iya Kak, sudah selesai"


"Yasudah, kau perbaiki wajahmu dan kita pergi rapat sekarang"


Sepertinya Sarah belum merasa puas menyiksa Yara.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2