Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Rasa Yang Berbeda?!


__ADS_3

"Kamu yakin?" tanya Keanu yang masih tidak percaya dengan ucapan Yara barusan.


Yara mengangguk dan tersenyum pada Keanu. Meski sebenarnya dia sendiri tidak terlalu yakin dengan keputusan yang saat ini dia ambil.


"KIta coba saja dulu, Mas"


Keanu tidak berkata apapun lagi, dia langsung memeluk Yara dengan lembut. Mencium puncak kepalanya. "Aku senang jika mungkin hubungan kita ini hanya akan berjalan sementara saja. Tapi setidaknya aku bisa bersama dengan kamu"


Itulah tujuan Yara, jika memang dia tidak bisa jatuh cinta pada Keanu, tapi setidaknya dia sudah memberikan waktu untuk Keanu bisa bersama dengannya. Yara juga akan memberikan waktu pada Keanu untuk memikirkan jika memang perasaannya pada Yara itu tulus atau hanya rasa penasaran saja.


Semoga saja aku bisa jatuh cinta pada Mas Keanu dan tidak lagi mempunyai perasaan cinta pada Fadil.


Sementara di Kantornya, Fadil memegang dadanya yang tiba-tiba saja terasa nyeri dan bergemuruh. "Ada apa denganku? Kenapa aku merasa dadaku sakit ya, seolah ada bagian dariku yang hilang dan pergi"


Fadil mengambil foto di dalam laci meja kerjanya yang memang selama ini selalu dia simpan disana. Foto dirinya dan Yara itu selalu tersimpan disana. Fadil tersenyum melihat foto itu, mengusap wajah Yara di foto itu.


"Aku merindukan kamu, Yara. Kapan kamu akan kembali? Aku benar-benar menyesal dengan apa yang telah aku lakukan. Aku tidak bahagia seperti saat aku bersama denganmu"


Kebahagiaan Fadil yang hanya bersama dengan Yara, dan sekarang dirinya tidak menemukan kembali kebahagiaan itu. Meski sekarang dia sudah menikah dengan wanita yang cantik dan kaya, tapi kebahagiaan saat bersama dengan Yara tidak lagi dirinya rasakan.


"Ketulusan kamu yang selalu membuat aku bahagia. Dan sekarang aku tidak lagi mendapatkan ketulusan itu"


Kelembutan Yara dalam memperlakukan Fadil, selalu membuat Fadil merasa nyaman dengannya. Tapi dia sendiri yang telah menghancurkan kebahagiaannya sendiri. Semuanya memang kesalahannya.


Pernikahannya dengan Putri Ajeng tidak membuat dia bahagia. Apalagi sikap Putri Ajeng yang berbeda sekali dengan Yara. Bagaimana Putri Ajeng yang tidak pernah mau menghormati dirinya sebagai suaminya. Sangat berbeda sekali dengan Yara yang selalu memnghormatinya, padahal mereka baru saja berpacaran.


Mendadak saja semua tentang perbedaan Yara dan Putri Ajeng terlintas dalam ingatan Fadil. Dia menyadari sekarang, jika menuruti naf*su dirinya yang menginginkan wanita yang cantik dengan bentuk tubuh yang bagus. Ternyata tidak menjamin kebahagiaan.

__ADS_1


"Honey.."


Fadil cukup terkejut saat melihat Putri Ajeng yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya. Entah kenapa, mau istrinya itu berdandan secantik mungkin tapi tetap tidak membuat Fadil tertarik padanya.


"Mau apa kamu datang kesini?"


Ajeng berjalan ke arah Fadil, duduk di depan meja kerja Fadil. "Aku datang kesini untuk mengajak kamu untuk makan siang"


Fadil menatap istrinya dengan kening berkerut. Tidak biasanya Ajeng datang ke Kantornya hanya untuk mengajaknya makan siang bersama. Karena selama ini dia selalu cuek padanya.


"Tumben sekali kamu mengajak aku makan siang bersama"


Ajeng meraih tangan suaminya yang berada di atas meja, menggenggamnya dengan lembut. "Aku ingin kita memulai semuanya dari awal. Aku akan berusaha menjadi istri yang kamu inginkan"


Fadil terdiam mendengar itu, dia menatap Putri Ajeng dengan lekat. Sebenarnya hatinya tidak percaya jika istrinya bisa berubah secepat ini. Namun Fadil tetap mencoba untuk menghargai istrinya yang berniat untuk berubah dan memperbaiki pernikahan mereka.


#######


Yara tersenyum ketika melihat Keanu yang sedang membantunya untuk naik ke atas tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya juga. Yara baru saja kembali dari rumah sakit setelah menjalani pengobatan.


"Terima kasih ya Mas"


Keanu tersenyum, dia duduk di pinggir tempat tidur dan mengelus kaki Alana yang sedang berselonjor di sampingnya itu. "Cepat sembuh ya, kamu harus minum obat dengan tepat waktu. Karena aku juga tidak bisa terus berada disini dan menjaga kamu"


Yara tersenyum mendengar itu, dia tahu bagaimana Keanu yang begitu perhatian padanya. Ketika Keanu mengetahui tentang penyakitnya, maka dia sering menghubungi Yara hanya untuk mempertanyakan apa Yaras udah minum obat atau belum.


"Iya Mas, aku tidak papa kok. Aku juga bisa menjaga diriku sendiri.Kamu tidak usah khawatir, kalau memang kamu sedang banyak pekerjaan. Kamu juga tidak perlu datang kesini"

__ADS_1


"Ra,  kalau kamu kembali lagi ke Ibu kota apa kamu tidak mau? Rumah sakit disana juga cukup lebih baik dari rumah sakit disini. Peralatan medisnya juga lebih komplit"


Yara menggeleng pelan menjawab pertanyaan Keanu itu. Karena memang dia tidak mau kembali lagi ke kota yang membuat dia semakin tidak bisa melupakan Fadil. Berada di kota yang berbeda saja masih sangat sulit untuk Yara untuk bisa melupakan pria itu.


"Aku nyaman tinggal disini Mas, lagian Dokter disini juga bagus kok. Mereka pasti bisa menangani penyakit aku ini"


Keanu juga tidak bisa memaksa untuk Yara kembali lagi ke Ibu kota. Karena dirinya juga tahu alasan Yara yang sebenarnya tidak mau kembali ke Ibu Kota.


"Yaudah kalau kamu tidak mau, sekarang kamu istirahat ya. Aku juga harus kembali karena besok aku mulai bekerja. Apa tidak akan kenapa-napa jika aku tinggal?"


Yara tersenyum, dia jelas tahu kalau Keanu juga mempunyai kewajiban dalam pekerjaan. "Tidak papa Mas, kamu sudah lihat sendiri kalau aku juga sudah baik-baik saja"


Keanu berdiri, dia mengelus kepala Yara dan mengecup keningnya. "Yaudah aku pergi dulu ya, kamu istirahat disini"


"Iya Mas, terima kasih ya sudah menjaga aku"


Keanu menggangguk dan dia berlalu keluar dari kamar Yara. Sementara Yara memegang keningnya yang baru saja di kecup oleh Keanu. "Rasanya benar-benar berbeda. Tidak kesan bagaimana pun dalam diriku ketika Mas Keanu mengecup kening aku ini"


Getaran yang selalu Yara rasakan ketika Fadil menyentuhnya atau sekedar mengecupnya seperti ini. Getaran kebahagiaan dan penuh cinta, sangat berbeda dengan Keanu yang melakukannya. Benar-benar tidak ada getaran apapun ketika Keanu mengecupnya. Yara semakin bimbang dengan perasaannya ini. Karena kenyataannya perasaan dia yang masih belum berpindah ke lain hati.


Aku hanya berharap bisa jatuh cinta lagi pada Mas Keanu agar aku tidak menyakiti hatinya.


Satu hal yang Yara takutkan adalah menyakiti Keanu yang jelas sudah sangat tulus padanya. Jelas Yara tidak mau melukai hati pria yang sudah begitu baik padanya. Tapi apa yang harus dia lakukan ketika perasaannya saja masih tidak berubah. Hatinya yang masih milik Fadil seutuhnya.


"Maafkan aku karena aku sudah memberi harapan lebih padanya, tapi apa yang bisa aku lakukan saat hatiku saja masih belum bisa berpaling. Ya Tuhan, aku benar-benar bingung dengan semua ini"


Yara sendiri bingung dengan apa yang sedang di jalaninya saat ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2