
Dan Dokter benar-benar datang untuk mengambil sampel darah dan melakukan prosedur untuk melakukan tes DNA. Fadil cukup tenang karena sebentar lagi dia bisa mengetahui kebenarannya. Meski begitu, Fadil juga tidak bisa mengingkari jika dirinya juga merasa ws-was karena takut jika hasil tes itu tidak sesuai dengan yang dia duga. Meski saat ini hatinya yakin jika anak yang di lahirkan oleh Putri Ajeng memang bukan darah dagingnya.
"Kita tunggu hasilnya, nanti semuanya ada di hasil tes DNA itu. Dan nasib pernikahan kita ini juga ada di hasil tes"
"Tidak Fadil! Aku tidak mau berpisah dengan kamu"
Fadil berlalu dari dalam ruangan Putri Ajeng tanpa menghiraukan teriakannya yang seperti orang kesurupan.
######
"Yara ada kabar baik buat kamu"
Yara yang sedang duduk di atas kursi roda sambil menatap pemandangan di luar jendela ruang rawatnya ini, langsung menoleh pada Keanu yang baru saja masuk ke dalam ruangannya ini.
"Kabar baik apa Mas?"
Keanu berjalan ke arah Yara, dia memegang pegangan kursi roda yang di duduki oleh Yara. "Kamu mendapatkan donor ginjal yang cocok. Kamu bisa segera menjalani operasi dan setelah itu..."
"Setelah itu aku tinggal melewati pengobatan agar kanker aku ini segera sembuh. Semuanya tidak akan selesai dengan operasi tanplantasi ginjal saja 'kan?"
Keanu menghela nafas pelan mendengar itu, dia tahu jika tidak akan mudah membuat Yara mau untuk melakukan operasi agar bisa segera sembuh. Karena Keanu tahu jika Yara sepertinya sudah begitu pasrah dengan hidup yang dia jalani saat ini.
"Yara, Dokter akan sekalian operasi kanker kamu. Tapi..."
"Dokter tidak menjamin akan langsung sembuh hanya dengan satu kali operasi 'kan?" Yara terkekeh, seolah sedang menertawakan dirinya sendiri. Dia tahu kalau penyakitnya ini tidak bisa di anggap mudah.
__ADS_1
"Yara pliss.. Kamu harus mempunyai semangat untuk sembuh. Bukannya kemarin kamu sudah bertemu dengan Fadil. Pastinya Fadil juga menginginkan kamu untuk segera sembuh dan bisa kembali bersamanya. Kamu masih ingat janji aku 'kan, kalau nanti kamu sembuh aku akan membantu kamu untuk kembali mendapatkan Fadil. Kamu masih ingat 'kan?"
Tentu saja Yara masih mengingat tentang itu, tapi dia juga tidak yakin kalau dirinya dan Fadil bisa kembali bersama. Karena saat ini Fadil juga sudah menikah dan kabarnya sudah mempunyai seorang anak.
"Tapi Mas, apa dengan operasi aku benar-benar akan sembuh?"
"Ya, aku yakin kamu akan sembuh"
Dan akhirnya Yara hanya pasrah dengan keputusan Keanu. Setidaknya dia bisa menuruti semua keinginan Keanu demi kesembuhannya. Berharap jika memang nantinya Yara tetap tidak bisa bertahan, maka tidak akan ada penyesalan dalam diri Keanu karena dia sudah melakukan segala cara untuk kesembuhan Yara.
"Tapi siapa yang akan mendonorkan ginjalnya untuk aku?"
Keanu terdiam, dia mengingat percakapannya dengan seseorang beberapa jam lalu. Saat dia baru saja sampai di rumah sakit, namun tiba-tiba tangannya di tarik seseorang ke arah taman rumah sakit.
"Fadil, ada apa kau membawaku kesini?"
"Aku sudah memeriksa diri untuk menjadi pendonor. Dan aku cocok untuk mendonorkan ginjal pada Yara. Tapi tolong kamu rahasiakan semua ini dari Yara. Jangan bilang kalau aku pendonornya"
Keanu menatap Fadil yang terlihat kacau, kini Keanu mengerti kenapa Yara sampai begitu mencintai Fadil. Padahal pria itu sudah tega mengkhianati cintanya. Karena ternyata Fadil rela berkorban untuk Yara, bahkan Fadil tidak berpikir dua kali untuk mendonorkan salah satu ginjalnya untuk Yara. Padahal jelas dia tahu jika hal itu pasti akan beresiko pada kesehatan tubuhnya. Namun karena cintanya pada Yara, dia tidak lagi berpikir untuk melakukan hal itu.
"Yara tidak pernah bisa melupakanmu, Dil. Dia begitu mencintai kamu dan menyayangi kamu"
Fadil mengangguk pelan, dia tahu tentang itu karena dirinya juga begitu mencintai Yara sampai saat ini. "Aku sedang melakukan tes DNA dengan anakku dan Ajeng. Karena aku yakin kalau anak yang di lahirkan Putri Ajeng memang bukan anakku. Usia kehamilannya dan pernikahan kita sangat jauh"
Keanu langsung menoleh dan menatap Fadil, dia jelas melihat wajah yang tertekan dari wajah Fadil itu. "Sebaiknya kau selesaikan dulu masalahmu dengan Ajeng, sebelum kamu memutuskan untuk bertemu dan kembali dengan Yara"
__ADS_1
"Ya, memang seperti itu maksud aku. Tolong kau jaga Yara dan buat dia untuk terus bersemangat untuk menjalani pengobatan. Aku akan datang padanya setelah pulih dari operasi"
Begitulah percakapan diantara mereka yang terjadi beberapa jam lalu. Keanu masih mengingat jelas, bagaimana wajah Fadil yang terlihat begitu terluka dan hancur ketika membicarakan tentang Yara dan sakitnya.
"Emm. Aku tidak tahu Ra, Dokter tidak memberi tahu aku siapa orang yang mendonorkan ginjalnya untuk kamu"
######
Fadil berdiri di dekat dinding, dia melihat kesayangannya yang sedang duduk di kursi roda di taman rumah sakit. Kepalanya menggunakan penutup kepala karena mungkin Yara merasa malu dengan keadaan rambutnya. Tubuhnya juga terlihat sangat kurus kering, membuat Fadil tidak tega melihatnya.
"Sayangku, kenapa kamu bisa seperti ini. Aku akan beanr-benar berjuang untuk membuat kamu sembuh"
Fadil memegang perutnya, dia tidak pernah merasa tidak yakin jika semua itu untuk kesembuhan Yara. "Aku akan memberikan satu ginjal ini untuk kamu, agar kamu segera sembuh Sayang"
Yara menoleh ke belakang saat merasa dirinya di perhatikan oleh seseorang. Tapi tidak ada siapapun yang ada disana. Membuat Yara kembali menatap lurus ke depan hanya untuk melihat orang-orang yang juga sedang mencari angin segar di luar, orang-orang yang juga sedang melawan sakitnya, sama seperti Yara.
"Mungkin waktu itu Fadil berada disini karena dia sedang menemani istrinya untuk melahirkan"
Tiba-tiba saja Yara memegang perutnya sendiri. Dia juga seorang wanita yang pastinya dia juga menginginkan seorang anak yang akan lahir dari rahimnya sendiri. Tapi Yara berpikir apa dengan keadaan seperti ini dia akan bisa hamil seperti kebanyakan wanita?
"Apa aku akan bisa hamil juga?"
Yara menghela nafas pelan, karena nyatanya dia juga tidak bisa memungkiri jika dirinya juga sangat menginginkan apa yang wanita lain alami. Menikah, hamil dan melahirkan, lalu dia akan menjadi seorang Ibu yang mengurus anaknya.
Tapi dengan keadaannya yang seperti ini, Yara tidak yakin dia akan bisa merasakan hal itu. Entah kebodohan apa, tapi Yara berharap bisa mengandung anaknya Fadil. Padahal dia tahu sendiri jika pria itu sudah menikah dan mempunyai anak.
__ADS_1
Bersambung