Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
S2 Bab 23 (Dua Tahun Pernikahan)


__ADS_3

Sebuah kebahagiaan yang tidak terkira, Putri Ajeng benar-benar bisa melihat Sherin bermain dengan Felix, Ayah kandungnya. Sebenarnya sudah lama sekali Putri Ajeng mengharapkan waktu ini akan tiba.


"Seandainya  sejak dulu, mungkin aku tidak akan pernah melihat hubungan orang lain hancur karena aku"


Putri Ajeng yang entah sampai kapan bisa menghilangkan rasa bersalah itu dalam dirinya. Karena nyatanya Ajeng selalu melihat diri Yara yang begitu terluka karena hal yang pernah terjadi diantara dirinya dan juga Fadil. Namun mulai saat ini, Ajeng akan berusaha untuk tidak lagi masuk ke hubungan mereka. Tentang Sherin pun, sekarang sudah ada Felix yang lebih bertanggung jawab.


"Be, sini" panggil Felix yang kembali memanggil Ajeng dengan panggilan kesayangannya, seperti dulu.


Putri Ajeng tersenyum, dia segera menghampiri suaminya dan duduk disampingnya. Menatap Sherin yang sedang bermain dengan boneka barbie yang baru saja dibelikan oleh Kakeknya.


"Sherin suka bonekanya? Bagus ya" ucap Ajeng.


Sherin mengangguk dengan senyuman antusias. Dia terlihat sangat senang sekali memainkan boneka itu.


Felix mengelus kepala istrinya, sedikit memainkan rambut panjang Ajeng yang begitu indah. "Be, kamu sedikit kurusan ya? Dulu, pipi kamu ini empuk banget deh, sekarang kok agak tirus kayak gini"


Putri Ajeng tertawa mendengar ucapan suaminya itu, dia langsung memegang tangan Felix yang berada di pipinya itu. Mengecup telapak tangannya dengan lembut. "Aku diet, biar tetap cantik. Kamu kayak yang tidak tahu aja bagaimana aku dari dulu"


Felix menggeleng heran, memang Putri Ajeng selalu terobsesi untuk memiliki tubuh yang bagus, jadi dia selalu melakukan diet ketat kalau memang dirinya merasa berat tubuhnya mulai diatas batas ideal yang dia inginkan. Namun, kali ini jelas Felix tahu bukan karena itu Ajeng kurus. Pasti karena dia banyak pikiran dan juga harus merawat Sherin seorang diri selama ini.


"Mulai sekarang, tidak perlu lagi mementingkan bentuk tubuh kamu. Yang terpenting kamu bisa sehat dan selalu menjaga Sherin dengan baik. Kamu harus tahu kalau aku akan menerima kamu apa adanya. Jadi, tidak usah diet-diet tidak jelas" ucap Felix.


Putri Ajeng hanya mengangguk saja, rasanya sudah lama sekali dia tidak mendengar ucapan lembut Felix seperti ini. Bersyukur karena akhirnya dia bisa merasakan lagi semua perhatian dari Felix untuknya.


Putri Ajeng memeluk Felix dengan menyandarkan kepalanya di dada pria itu. "Terima kasih ya karena sudah mencintai aku selama ini. Meski terlalu banyak hal dan rintangan yang harus kita lewati, tapi akhirnya kita bisa kembali bersama"

__ADS_1


Felix mengangguk, dia juga begitu bahagia saat bisa kembali bersama dengan wanita yang dicintainya ini. Apalagi ketika dia tahu kalau dia sudah mempunyai anak dari Putri Ajeng. Tentu saja Felix harus banyak memperjuangkan semuanya.


"Semoga selamanya kita akan bahagia" ucap Felix, mengecup puncak kepala istrinya yang berada di atas dadanya.


"Aku juga berharap begitu, dan aku tidak ingin merusak hubungan Yara dan juga Fadil. Yara sudah banyak terluka karena aku, jadi tidak mau lagi aku membuat dia terluka. Sekarang sudah ada kamu, jadi apapun yang berurusan dengan Sherin, hanya kamu yang bisa mengurusnya, tidak lagi merepotkan Fadil" ucap Ajeng.


Felix mengangguk, tentu saja dia juga tidak akan membiarkan anaknya lebih dekat dengan orang lain daripada dengan dirinya sebagai Ayah kandungnya.


"Kita akan merawat Sherin dengan baik mulai sekarang"


*******


Waktu yang berlalu begitu saja, namun kehidupan masih berjalan seperti ini. Usia pernikahan Yara dan Fadil sudah dua tahun, malam ini adalah acara yang disiapkan Yara untuk merayakan annivesarry pernikahannya ini. Meski sebenarnya apa yang mereka nantikan, masih belum terwujud sampai sekarang.


"Sayang, nanti siap-siap ya. Aku pulang lebih awal hari ini. Kita mau makan dimana?" tanya Fadil yang sudah siap dengan pakaian kerjanya.


Fadil mengangguk, dia mengecup kening istrinya sebelum dia berpamitan untuk pergi bekerja pagi ini. Setelah suaminya pergi, Yara hanya duduk diam di atas sofa. Dia memegang kepalanya yang sudah mulai tumbuh rambut.


Namun, masih belum lebat seperti sebelumnya, tapi setidaknya sudah lebih baik dari sebelumnya. Meski Yara masih memakai penutup kepala jika keluar rumah, karena rambutnya yang masih belum lebat. Kulit kepalanya juga masih terlihat, karena rambutnya yang sangat tipis.


"Ah, aku tidak tahu sampai kapan rambutku ini bisa kembali seperti dulu. Padahal aku sangat merindukan mengikat rambut seperti dulu"


Yara merindukan waktu dimana dia mempunyai rambut panjang yang lebat, bahkan selalu membuat dia percaya diri disaat tubuhnya yang gendut. Setidaknya dia mempunyai rambut yang bagus. Namun sekarang bahkan rambutnya saja begitu tipis dan dia belum bisa mendapatkan kembali rambutnya yang dulu.


Yara berjalan gontai masuk ke dalam kamar, dia hanya menunggu sampai malam tiba dan dia akan menghabiskan waktu bersama dengan suaminya. Tidak menyangka jika usia pernikahannya sudah dua tahun lamanya. Rasanya masih baru kemarin dia menikah dengan Fadil.

__ADS_1


Yara membuka laci nakas, dia membuka kotak kecil berwarna hitam itu.  Jam tangan indah disana yang akan dia jadikan untuk hadiah anniversarry pernikahannya nanti malam.


"Semoga saja Fadil suka"


Dan ketika hari sudah hampir malam, Yara benar-benar langsung siap-siap, meski penampilannya ini selalu saja dia merasa kurang karena dia yang masih menggunakan penutup kepala ketika pergi keluar rumah.


"Mau berdandan secantik apapun, aku hanya merindukan rambut panjangku"


Yara menghembuskan nafas kasar, dia tidak bisa terus mengeluh dengan semua ini. Jadi dia memilih untuk mneyiapkan pakaian untuk suaminya, agar ketika nanti Fadil datang maka dia tinggal mandi dan berganti baju.


"Sayang, sudah siap ya?"


Beberapa saat kemudian, Fadil yang baru saja pulang bekerja. Dia langsung menghampiri Yara yang sedang duduk diatas sofa. Mengecup kepalanya dengan lembut.


"Aku mandi dulu ya, tadi ada pekerjaan yang harus selesai hari ini. Jadi aku ulang agak terlambat" ucap Fadil.


Yara mengangguk mengerti, dia meraih tangan Fadil dan menciumnya. "Tidak papa, lagian aku juga baru selesai bersiap"


Fadil mengangguk, dia ingin melangkah ke ruang ganti. Namun berhenti sejenak saat dia ingat ada yang belum dia bicarakan pada Yara. "Sayang, tadi Felix hubungi aku. Malam ini disuruh datang ke rumahnya. Ada acara gitu"


"Terus gimana dong, bukannya kita mau makan malam diluar ya"


"Kita pergi kesananya setelah selesai dengan makan malam kita saja"


Yara mengangguk mengerti, dia bersyukur karena semuanya bisa bahagia dengan pasangan masing-masing. Bahkan sekarang mereka sudah seperti keluarga besar saja. Kalau ada sebuah acara pasti selalu ada undangan yang datang padanya. Untuk itu Yara dan Fadil sangat bersyukur karena jadi mempunyai banyak keluarga disini. Meski awalnya terjadi dari sebuah kesalahan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2