Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Malam Panjang


__ADS_3

Selesai acara, sepasang pengantin baru ini, baru saja selesai mandi dan berganti pakaian. Yara sedang duduk menyandar di atas tempat tidur dengan ponsel di tangannya. Dia tersenyum melihat foto yang di kirimkan oleh Erna. Semua foto kebersamaan mereka yang tidak sengaja terhapus oleh Yara sejak mengganti ponsel dan nomor ponsel yang baru.


Terima kasih Tuhan, karena sudah memberikan aku kebahagiaan ini.


Ceklek..


Suara pintu ruang ganti yang terbuka membuat Yara langsung menoleh. Dia sedikit bingung ketika Fadil tidak memakai pakaiannya, dan hanya menggunakan handuk yang menutupi pinggang ke bagian bawah saja.


"Sayang, kenapa tidak memakai baju?"


Fadil tidak menjawab, dia hanya tersenyum dengan wajah yang menatap Yara penuh arti. Berjalan perlahan menghampiri Yara yang berada di atas tempat tidur.


"Tidak perlu memakai baju, nantinya juga akan di buka lagi"


Mata Yara langsung terbelalak mendengar itu, namun dia sadar jika memang sudah saatnya untuk memberikan Fadil haknya. Kini mereka telah menikah, sudah tidak menjadi masalah lagi untuk mereka melakukan hal itu.


Fadil merangkak naik ke atas tubuh Yara, menatap wajah wanitanya yang baru saja resmi menjadi istrinya. "Sayangku, bolehkah sekarang aku meminta hak aku?"


Yara menatap Fadil dengan jantung yang semakin berdegup kencang. Padahal hal ini bukan yang pertama bagi Yara maupun bagi Fadil. Namun entah kenapa Yara masih saja merasakan gugup yang sangat luar biasa ketika Fadil bertanya seperti itu.


Tangan Yara memegang pipi Fadil, sudah saatnya dia memberikan hak yang memang harus di lakukan saat ini. Ketika mereka sudah menikah. Namun, kebodohan mereka yang terbutakan oleh cinta, membuat mereka berdua telah melakukan sebuah dosa besar pada saat itu. Bahkan jauh sebelum mereka menikah.


"Lakukanlah, kita sudah menikah dan memang sudah seharusnya aku memberikan hak kamu"


Cup..


Sebuah kecupan yang berlanjut menjadi luma*tan halus dan lembut. Keduanya saling merangkul dengan ciuman yang semakin dalam dan penuh gairah.


Dan malam ini adalah malam yang panjang untuk mereka. Fadil bisa kembali menikmati malam ini bersama Yara setelah sekian lama.

__ADS_1


"Kamu masih saja membuat aku gila, Sayang... Ahh"


"Emmhh... Fadil, aku mencintamu"


Kata cinta yang saling terucap dari bibir masing-masing ketika mereka telah melakukannya. Keringat yang saling menetes di tubuh masing-masing, menjadi tanda jika keduanya begitu menikmati apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Hingga ******* panjang terdengar dari mulut keduanya.


"Aku mencintaimu, Yara"


Fadil ambruk di atas tubuh Yara dengan keringat yang memenuhi tubuh keduanya. Lalu dia menjatuhkan tubuhnya di samping Yara. Memeluknya dari samping dengan mengecup bahu Yaa yang polos.


Yara mengelus kepala Fadil yang berada di bahunya itu. "Sayang, aku lelah dan ingin segera tidur. Sebaiknya kamu ke kamar mandi dulu"


"Emm. Nanti saja"


Fadil masih memeluk Yara dengan erat, merasa sangat nyaman sekali karena sekarang dirinya bisa hidup bersama dengan Yara. Hidup tenang dan bahagia, tanpa harus di bayang-bayangi rasa takut akan kehilangan Yara.


Yara hanya tersenyum tipis melihat Fadil yang malah terlelap sambil memeluknya. Membuat Yara ikut masuk ke dalam pelukan suaminya dan memeluknya dengan hangat.


#######


Keanu masuk ke dalam perusahaan kecil milik Sarah dengan senyum bahagia yang tidak pernah lepas dari bibirnya. Keanu benar-benar tidak menyangka akan merasakan kebahagiaan ini ketika dia menemukan wanita yang benar-benar mencintainya dengan tulus. Karena hanya mencintai saja hanya akan membuatnya tersiksa. Yang benar dalam sebuah hubungan adalah saling mencintai. Barulah sebuah hubungan akan bahagia.


Keanu membuka pintu ruangan Sarah dan dia melihat wanita itu yang sedang menyuapi Sherin makan. Pemandangan itu benar-benar membuat Keanu merasa sangat tersentuh. Bagaimana Sarah yang begitu tulus untuk merawat keponakannya itu.


"Loh kamu datang kok tidak bilang, Nu?"


Keanu berjalan ke arah Sarah, dia duduk di sofa samping Sarah. "Tidak papa, hanya sengaja datang saja, karena besok aku harus kembali ke luar kota untuk pekerjaan"


Sarah mengangguk mengerti mendengar itu, tentu saja dia tahu bagaimana Keanu yang juga punya kesibukan dalam pekerjaannya. "Biasanya kamu datang berapa bulan sekali ke Ibu kota?"

__ADS_1


"Kenapa memangnya? Takut rindu ya?"


"Ihh apaan si kamu ini" Sarah memukul paha Keanu dengan wajahnya yang memerah malu. Sebenarnya memang dia takut menjalani hubungan jarak jauh, karena Sarah saja baru saat ini bisa mendapatkan balasan cinta dari Keanu setelah sekian lama dia mencintai dalam diam. Sarah takut jika Keanu mungkin saja akan tergoda oleh orang lain di luaran sana.


"Bagaimana kalau kita segera nikah dan kita pindah ke luar kota. Kamu akan lebih tenang hidup disana"


Sarah langsung menoleh dan menatap Keanu dengan terkejut. Tentu saja dia sangat ingin pergi dari kekacauan hidupnya.


"Kamu yakin? Menikah denganku? Kita baru banget berpacaran, masa langsung menikah?"


Keanu tersenyum, dia mengelus kepala Sarah. "Kita memang baru sebentar berpacaran, tapi aku mengenal kamu sudah lebih dari 5 tahun. Jadi apa yang masih kita ragukan? Lebih baik kita segera menikah saja, dan kita akan tinggal di luar kota"


"Terus bagaimana dengan perusahaan ini? Ya, meski perusahaan ini kecil, tapi aku mendirikannya sendiri. Benar-benar sendiri tanpa bantuan Papi, tapi kenapa Papi tidak pernah merasa bangga padaku ya?"


Ada nada getir yang terdengar dari suara Sarah. Membuat Keanu langsung merangkul bahu kekasihnya itu dan mengecup kepalanya. "Tidak papa, yang penting aku bangga sama kamu. Karena kamu bisa menjalani hidup kamu ini dengan baik, meski tidak pernah mendapatkan apresiasi apapun dari Papi kamu. Tapi kamu tetap menjadi wanita yang hebat"


Sarah tersenyum mendengar itu, terkadang dia ingin mengeluh dengan apa yang di jalaninya ini. Namun Sarah tidak bisa untuk itu, terlalu banyak hal yang harus dia selesaikan dan kerjakan. Di tambah lagi dengan kehadiran Sherin, pastinya kehidupan Sarah akan berubah sejak saat itu.


"Mas.. Eh, boleh 'kan aku manggil gitu kayak Yara, terdengarnya bagus saja"


Keanu tersenyum mendengar itu, tentu saja dia senang mendengar panggilan baru dari Sarah. "Tentu saja, lagian kita akan segera menikah"


"Tapi, apa kamu yakin dengan keputusan itu? Mau bagaimana pun, kamu tetap harus meminta restu dari Papi"


"Aku datang ke rumah kamu nanti malam"


Sarah hanya diam, dia masih tidak menyangka jika saat ini akan bersama dengan Keanu. Setelah sekian lama dia memendam perasaan yang ada untuk Keanu. Bagaimana Sarah yang selalu menyembunyikan rasa cintanya selama ini.


Bersambung

__ADS_1



__ADS_2