Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Sarah Yang Tak Dipedulikan?!


__ADS_3

"Harusnya aku yang tanya sama kamu, ngapain kamu disini sendirian? Kamu juga tidak membawa kendaraan sepertinya, tempat ini cukup jauh dari rumah kamu loh"


Sarah menghembuskan nafas kasar, dia menatap pada kendaraan yang berlalu lalang di jalanan di depannya. "Aku sedang ingin cari udara segar saja. Lagi males di rumah"


Keanu menatap Sarah, dia tahu arti dari kata yang Sarah ucapkan barusan. "Apa di rumah sedang ada masalah?"


Sarah menoleh dan tersenyum pada Keanu, lalu dia menggeleng pelan. Karena memang dia tidak pernah gampang untuk bercerita hal pribadi pada siapa pun.


"Tidak kok, aku hanya sedang bosan saja dengan kegiatan di ruamh. Jadi jalan-jalan keluar untuk mencari angin"


"Emm. Sar, kalau memang ada masalah. Kamu bisa cerita sama aku, kita masih teman 'kan sampai sekarang"


Ya, sampai sekarang kita memang hanya teman dan tidak akan lebih dari itu.


"Ya, tentu saja" jawab Sarah sambil tersenyum.


"Kalau begitu ayo biar aku antar pulang"


Sarah menggeleng, dia tidak mau kembali ke rumah untuk saat ini. Sarah masih membutukan waktu untuk sendiri dan tidak kembali pada suasana rumah yang sangat tidak membutnya betah.


"Aku disini dulu sebentar, kalau memang kamu mau pergi. Silahkan pergi saja duluan"


Keanu jelas melihat tatapan penuh luka di wajah Sarah. Sepertinya memang ada yang sedang disembunyikan oleh Sarah. "Kalau begitu aku juga akan menemani kamu saja disini"


Sarah menoleh dan menatap Keanu, sebenarnya dia tidak ingin Keanu berada di dekatnya seperti ini terlalu lama. Karena dia yang masih mempunyai perasaan yang sama pada Keanu, tentu saja akan semakin sulit untuk bisa melupakannya.


"Kamu pergi saja, aku hanya ingin duduk sebentar lagi disini"


Suaara dering ponsel milik Sarah membuat dia terkejut dan langsung merogoh saku cardigan yang dipakainya. Sarah menghela nafas pelan ketika melihat siapa yang menghubunginya itu.

__ADS_1


"Hallo. ada apa?"


"Kamu dimana Sarah? Ini bayinya Ajeng terus menangis dari tadi"


Sarah tersenyum miris mendengar suara Ayahnya yang ternyata bukan menelepon karena dia mengkhawatirkan Sarah, tapi karena Sherin yang menangis. Padahal jelas bukan Sarah ibunya, kenapa juga Ayahnya itu malah menghubunginya di saat bayi adiknya itu menangis.


"Kenapa Papi harus bingung dan malah menghubungi aku. Kalau Sherin menangis pun kan ada Ibunya. Putri Ajeng ada disana 'kan? Kenapa harus menghubungi aku?"


Keanu menatap Sarah yang berbicara di telepon, jelas dia tahu jika yang menelepon Sarah adalah Ayahnya. Namun kenapa gadis itu terlihat seperti tidak senang di telepon oleh Ayahnya itu. Dari nada bicaranya seolah terdengar nada kecewa dalam diri Sarah.


"Kamu cepat pulang saja ke rumah, Ajeng juga tidak bisa menangani bayinya. Dia terus menangis dari tadi, karena Sherin hanya bisa tenang jika bersama dengan kamu"


Sarah menghembuskan nafas kasar, dia menatap layar ponselnya yang sudah mati karena Ayahnya yang juga sudah memutuskan sambungan telepon.


"Ada apa Sar?"


Sarah menggeleng pelan dengan helaan nafas yang terdengar berat. "Tidak papa, aku harus pulang sekarang"


Sarah mengangguk saja, dia hanya ingin segera sampai di rumahnya dan melihat keadaan Sherin. Karena mau bagaimana pun Sarah sudah terlanjur sayang pada keponakannya itu. Tentu saja dia tidak bisa membiarkan dia terus menangis sekarang.


Di dalam mobil, Keanu terus melirik Sarah yang hanya diam. Benar-benar tidak seperti Sarah yang dia kenal. "Sarah, sekali lagi aku katakan sama kamu, kalau memang kamu sedang ada masalah. Kamu bisa cerita padaku"


Sarah mengangguk, tapi rasanya tidak mungkin dia menceritakan semua masalah pribadinya pada Keanu. Sementara dirinya juga masih menyimpan perasaan yang terlalu besar untuk Keanu. Sarah tidak mau terlalu dekat dengan Keanu, karena dia takut semakin sulit untuk mengendalikan perasaannya.


"Yaudah kalau gitu aku masuk dulu ya, terima kasih sudah mengantarkan aku"


"Iya sama-sama"


Setelah Sarah turun dari dalam mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah, Keanu kembali melajukan mobilnya.

__ADS_1


######


Keanu kembali datang ke rumah sakit, menemui Yara sebelum dia harus kembali ke luar kota untuk mengurus perkerjaan di perusahaannya.


"Ra, aku harus kembali dulu ke luar kota karena banyak pekerjaan juga disana"


Yara menatap Keanu yang duduk di kursi samping ranjang pasien. Yara sadar jika dirinya terlalu sering merepotkan Keanu selama ini. Bersyukur karena masih mempunyai orang yang begitu peduli padanya disaat keadaannya yang seperti ini.


"Kamu pergi saja Mas, aku bisa sendiri disini"


Keanu menatap Yara dengan wajah yang sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan Yara. Meski perasaannya pada Yara sudah mulai pudar, tapi dia tetap menyayangi Yara sebagai seorang saudara. Tepatnya sebagai seorang adik.


"Apa kamu yakin bisa sendiri? Biar aku bilang sama Fadil untuk minta tolong dia agar menjaga kamu selama kamu disini"


Yara langsung memegang lengan Keanu, melarang dia untuk melakukan apa yang dia bicarakan kepadanya. "Jangan Mas, jangan beri tahu dia dan meminta Fadil untuk menjaga aku. Kalau bisa tolong aku Mas, aku ingin pindah dari rumah sakit ini. Jangan sampai Fadil mengetahui keberadaan aku. Aku ingin mencoba untuk melupakan dia dan melupakan perasaan aku padanya"


Keanu menatap Yara dengan lekat, ternyata masalah diantara keduanya masih belum terselesaikan dengan benar. Dan tidak akan pernah terselesaikan jika Yara yang masih merasa ragu untuk kembali dengan Fadil.


"Ra, semua orang pernah melakukan kesalahan. Mau itu sekali atau lebih, tapi setiap orang juga berhak mendapatkan kesempatan kedua atas semua penyesalan yang di alami karena kesalahan yang di perbuatnya itu"


Yara hanya diam dan tidak terlalu memperdulikan ucapan Keanu. Meski sebenarnya ucapan Keanu itu memang ada benarnya juga, hanya Yara yang masih ragu jika Fadil memang sngguh-sungguh ingin kembali padanya. Yara yang sampai saat ini masih berpikir tentang pernikahan Fadil dan istrinya, yang akan seperti apa jika Fadil memutuskan untuk kembali padanya.


"Aku pergi dulu ya, besok pagi aku akan segera pergi ke luar kota"


Yara mengangguk, dia juga tidak mau terus menerus merepotkan Keanu yang selama ini sudah sangat baik padanya dan banyak membantu. Tapi Yara benar-benar tidak bisa memberikan apapun pada Keanu, karena yang pria itu inginkan adalah hatinya yang sampai saat ini Yara masih belum bisa merubah pemilik hatinya yang sesungguhnya.


"Hati-hati di jalannya Mas, kalau sudah sampai hubungi aku"


"Iya Ra, kamu juga baik-baik disini. Jangan terlalu banyak berpikir untuk memilih apa kata hatimu. Karena kamu yang akan merasakan sedih dan bahagianya ketika kamu memilih kata hatimu atau tidak"

__ADS_1


Bersambung



__ADS_2