Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Tidak Ditakdirkan Untuk Bersama?!


__ADS_3

"Terserah apa kata orang, yang jelas aku hanya butuh Fadil"


Ya, Putri Ajeng hanya membutuhkan Fadil untuk menutupi aibnya saat ini. Anaknya yang memang sebenarnya bukan anak dari Fadil. Semuanya sengaja di rancang oleh Putri Ajeng dan Ayahnya hanya untuk mendapatkan sosok Ayah untuk anak dalam kandungannya. Segala pertemuan dan aturan di tempat kerja yang membuat mereka selalu bersama, semuanya memang sudah di atur oleh Putri Ajeng dan Ayahnya.


Keanu berjalan menuju ke kantin rumah sakit untuk membeli minum. Namun di lorong rumah sakit dia tidak sengaja bertemu dengan Sarah yang menggendong seorang bayi. Sudah lama juga Keanu tidak bertemu dengan temannya itu.


"Hai Sar, kamu mau kemana?"


Sarah yang memang sudah melihat Keanu dari kejauhan, sengaja ingin menghindar dan tidak mau bertegur sapa dengan pria itu. Tapi ternyata Keanu mala menyapanya duluan, membuat dia terpaksa menghentikan langkahnya.


"Hai Nu, aku mau ke kontrol bayinya Ajeng"


Keanu mengerutkan keningnya bingung, baru saja dia bertemu dengan Ajeng dan malah Sarah yang membawa bayinya Ajeng untuk kontrol pasca lahiran.


"Tadi Ajeng ada disini"


Sarah tidak menjawab, dia hanya tersenyum karena dia tetap seorang Kakak yang harus melindungi keburukan adiknya.


"Iya, dia memang duluan datang kesini. Kalau begitu aku duluan ya"


Keanu terdiam melihat sikap Sarah yang terkesan dingin padanya, tidak seperti biasanya. "Ada apa dengannya, kenapa dia menjadi dingin begitu"


Sarah melanjutkan langkahnya menuju ruang Dokter, sebenarnya bukan dia tidak ingin berlama-lama bersama dengan Keanu. Namun Sarah tidak mau kalau sampai hati yang sudah dia coba tutup rapat itu terbuka kembali hanya karena kehadiran Keanu kembali dalam hidupnya.


Ya, Sarah sudah menyerah dengan cinta sendirinya itu. Dia sudah tidak mau berjuang untuk mendapatkan cintanya Keanu dan dia juga sudah sadar diri jika memang Keanu tidak pernah mempunyai perasaan yang sama dengannya. Sarah tidak mau berubah menjadi orang yang sangat jahat hanya karena ingin mendapatkan cinta pria yang memang tidak pernah menaruh hati untuknya.


"Kamu sama Tante saja ya Nak, biarkan jika memang Ibu kamu tidak mau merawat kamu. Karena Tante akan merawat kamu dengan baik"

__ADS_1


Rasa iba dan kasihan Sarah pada bayi mungil yang di abaikan oleh Ibunya sendiri yang tak lain adalah adiknya. Terkadang Sarah tidak habis pikir dengan adiknya yang lebih mementingkan obsesi dia pada Fadil di bandingkan pada anaknya yang sudah lahir ini.


Namun kehadiran bayi ini membuat Sarah senang, karena dia bisa mengobati kesepiannya bersama dengan bayi ini. Bahkan dia tidak lagi tidur seorang diri karena ada bayi Putri Ajeng yang selalu menemaninya.


"Tante lupa ya kalau belum memberikan nama untuk kamu, kalau gitu Tante akan beri kamu nama Sherin, baby Sherin"


Sarah tersenyum sendiri dengan nama yang dia berikan pada anaknya Putri Ajeng itu. Padahal nama itu hanya dia ambil secara asal saja, tapi benar-benar terdengar bagus untuk bayi itu.


######


Kedua kelopak mata itu mulai mengerjap hingga perlahan matanya terbuka. Sinar lampu dalam ruangan membuat dia sedikit merasa silau, sampai dia mulai bisa menyesuaikan penglihatannya dengan sinar lampu dalam ruangan itu.


"Syukurlah karena kamu sudah sadar Yara"


Yara menoleh pada Keanu yang duduk di atas kursi samping ranjang pasien yang dia tempati. Yara hanya tersenyum lirih karena dirinya merasa tenggorokannya kering hingga sedikit sulit untuk mengeluarkan suara.


Yara mengedipkan matanya menandakan jika dia mengiyakan ucapan Keanu barusan. Namun pikirannya tetap tidak bisa menghindari tentang penyakitnya yang tentu belum tahu bagaimana perkembangannya setelah melakukan operasi. Apakah dia akan benar-benar sembuh setelah melakukan operasi?


Di ruangan yang bersebelahan dengan Yara, Fadil juga baru saja sadarkan diiri. Dia merasa lega karena sudah melewati operasi dan dia juga masih selamat sampai saat ini.


"Kamu gila ya Fadil!"


Fadil baru menyadari jika di ruangan ini sudah ada istrinya yang menuunggunya sadar sejak tadi. Fadil menatap Putri Ajeng dengan helaan nafas pelan.


"Bagaimana bisa kamu memutuskan untuk mendonorkan ginjal kamu tanpa sepengetahuan aku sebagai istrimu. Apa kamu tidak takut kalau nantinya kamu akan mati. Kamu sudah benar-benar mempertaruhkan nyawa kamu, Fadil"


Fadil tersenyum tipis mendengar itu, dia tidak akan pernah takut mati jika memang semua itu dia lakukan untuk Yara. "Aku hanya ingin melihat Yara sembuh, dan aku tidak akan pernah takut jika memang aku harus mati sekalipun kalau untuk menolong Yara dan untuk kesembuhannya"

__ADS_1


Tangan Putri Ajeng mengepal kuat mendengar itu. Jelas dia tidak suka mendengar ucapan Fadil barusan. Karena semua itu seolah Yara yang begitu berharga untuknya, sementara dirinya sebagai istrinya saja benar-benar tidak di perdulikan oleh Fadil.


"Kamu gila Fadil!"


Dengan kesal Putri Ajeng keluar dari dalam ruangan Fadil. Dia tidak bisa gterus seperti ini dan melihat Fadil yang begitu mencintai Yara dan bahkan rela berkorban untuk Yara. Rasanya Putri Ajeng ingin menyingkirkan Yara dari kehidupan Fadil agar dia bisa memiliki Fadil seutuhnya.


Sial. Aku tidak akan membiarkan kamu kembali dengannya lagi, Fadil.


######


Yara yang sedang terlelap karena masih ada efek obat bius dalam dirinya. Dia benar-benar terlelap sekarang. Hingga tidak sadar jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya. Entah apa yang di pikirkan oleh Sarah hingga dia masuk ke dalam ruangan Yara di saat tidak ada siapapun disana selain Yara yang sedang tertidur di atas ranjang pasien.


"Aku tahu kalau kamu memang mencintai Fadil. Tapi aku tidak mau menyerahkan Fadil padamu kembali, karena Fadil sudah menjadi milikku"


Ajeng ingin mencabut alat medis yang sengaja di pasang di tubuh Yara, namun tidak jadi dia lakukan karena dia berpikir kalau sampai dia membunuh Yara, maka Fadil akan membencinya. Membuat Ajeng ragu untuk melakukannya.


"Aku tidak bisa melakukan ini, aku hanya perlu menjauhkan Yara dari Fadil"


Putri Ajeng keluar dari ruangan Yara dan tepat pada saat suara pintu tertutup, Yara membuka matanya. Dia menyadari kehadiran Putri Ajeng dan apa yang di bicarakan oleh Putri Ajeng barusan.


Mungkin memang aku tidak harus kembali lagi pada Fadil. Aku harus menjauh darinya karena ada seorang istri yang tidak akan rela melihat suaminya kembali pada mantan kekasihnya.


Meski dia sangat mencintai Fadil, tapi tidak mungkin Yara menjadi wanita perebut suami orang. Lagipula dia juga masih tidak yakin jika dirinya akan benar-benar sembuh. Karena saat ini dia juga masih harus banyak menjalani pengobatan. Yara hanya tidak mau menyusahkan Fadil, apalagi pria itu juga sudah mempunyai tanggung jawab pada anak dan istrinya.


Mungkin memang aku dan Fadil tidak di takdirkan untuk benar-benar bersama.


Bersambung

__ADS_1



__ADS_2