Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Cinta Yang Terkhianati?!


__ADS_3

Fadil tersenyum mendengar pertanyaan Yara, memang wanitanya inj paling menyenangi makanan pedas. Tapi untuk saat ini tentu saja Fadil tidak akan mengizinkannya untuk memakan itu.


Fadil mengusap ujung bibir Yara yang sedikit belepotan dengan ibu jarinya. "Tidak ada sambal untuk sementara ini, seharusnya kamu juga tidak makan makanan dari luar. Harusnya kamu memakan makanan rumah sakit yang jelas terjamin sehat dan bersih. Tapi karena hari ini aku sedang baik, jadi aku turuti kemauan kamu. Tapi tidak dengan menggubakan sambal"


Yara terdiam, ucapan Fadil yang seperti sebuah omelan itu entah kenapa membuat Yara sangat merindukannya. Fadil yang mengomel seperti itu, adalah hal yang sering Yara dengar setiap kali dia sakit tapi tetap ngeyel untuk pergi kuliah atau makan makanan yang tidak Fadil izinkan untuk dia makan. Yara tahu jika Fadil yang seperti itu karena dia yang sangat memperhatikan Yara. Dan Yara tentu merasakan kasih sayang yang di berikan Fadil pada saat itu.


"Fadil, kamu bisa pergi sekarang. Aku bisa disini sendiri"


Fadil langsung menggeleng, tentu dia tidak akan pernah mau pergi. Karena dia hanya ingin menemani Yara dalam hal apapun. Setelah dia pernah melakukan hal bodoh itu untuk meninggalkan Yara.


"Kenapa kamu terus menyuruh aku pergi, padahal aku sangat ingin bersama denganmu dan tetap denganmu disini"


Yara menghela nafas pelan, tentu saja dia tidak bisa melihat Fadil terus berdekatan dengannya. Karena hatinya tidak akan kuat dengan itu, dia akan semakin sulit melupakan perasaannya pada Fadil.


"Fadil, aku tidak bisa terus bersama kamu"


"Kenapa?"


Rasanya Fadil ingin menanyakan alasan yang jelas tentang Yara yang tidak ingin bersamanya apa hanya karena dia yang masih ragu dan belum sepenuhnya percaya padanya. Atau mungkin ada alasan lain.


"Aku tidak mau menjadi wanita yang merusak pernikahan orang lain. Seandainya saat itu kamu tidak sampai menikah dengan Putri Ajeng, mungkin sekarang aku bisa dengan mudah kembali padamu. Namun sekarang aku benar-benar tidak akan bisa kembali bersama denganmu. Sudah sejauh itu, dan kamu masih bisa berpaling. Apalagi yang akan bisa aku harapkan dari cinta yang terkhianati ini?"

__ADS_1


Ucapan Yara benar-benar membuat Fadil tertampar dengan keras. Saat ini Yara sedang menunjukan luka yang dia alami karena Fadil itu, memang sangat dalam dan tidak akan sembuh begitu saja.


"Sebaiknya kamu pergi dan kembali pada istrimu yang telah menjadi pilihan hidup kamu. Fadil, aku sudah ikhlas untuk melepaskan kamu menjadi milik wanita lain"


Sebenarnya bukan karena sudah tidak ada cinta dalam hati Yara, tapi karena memang dirinya yang tidak ingin membebani Fadil dengan apapun, termasuk penyakit yang sedang di deritanya ini. Yara juga tidak mau menjadi wanita yang merebut suami orang lain, meski pada awalnya dirinya yang memiliki Fadil.


"Aku akan pergi, tapi bukan untuk selamanya. Aku akan tetap datang kembali dan tidak akan menyerah untuk terus menemuimu"


Dan akhirnya Fadil keluar dari ruang rawat Yara dengan pikiran yang kacau. Dia duduk di kursi tunggu depan ruangan Yara, kedua tangannya menutup wajahnya. Fadil sedang merasa bingung dan kacau dengan semua ini. Dia tidak akan pernah bisa untuk menjauh dari Yara lagi. Atas kesalahan yang pernah dia lakukan dulu, Fadil sudah benar-benar menyesalinya. Dia tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Meninggalkan seseorang yang mencintainya dengan begitu gtulus.


#######


Pagi ini Fadil datang ke pengadilan untuk mengurus perceraiannya dengan Putri Ajeng. Dia tidak ingin sidang dan hanya akan menerima surat cerai di tangannya dengan beres. Fadil tidak mau pusing dengan sidang perceraian yang harus dia lakukan beberapa kali. Dan Fadil sudah jelas untuk menolak mediasi jenis apapun, karena dia sudah bena-benar yakin dengan keputusannya itu.


"Papi harus bantu aku untuk menggagalkan rencana Fadil untuk menceraikan aku ini"


"Ajeng, Papi juga tidak bisa melakukan apapun karena semua itu sudah menjadi keputusan Fadil. Lagian dia mempunyai bukti yang kuat untuk bisa terlepas dari pernikahan ini. Bukti tes DNA itu telah bisa menjadi alasan dia bercerai dari kamu"


Arghh..


Putri Ajeng melempar vas bunga yang ada di atas meja, hingga hancur berantakan. Sampai saat ini Putri Ajeng tidak akan bisa rela jika dirinya harus menjadi seorang janda. Akan sangat berpengaruh pada kehidupannya dan nama baiknya.

__ADS_1


"Cukup Putri Ajeng, kamu jangan terus seperti anak kecil! Kamu sudah dewasa, bahkan sudah mempunyai anak. Apa kamu akan terus seperti ini?" bentak Sarah yang mulai merasa muak dengan kelakuan adiknya itu.


"Sudah Sarah, kamu jangan semakin menekan adikmu. Dia sudah banyak masalah"


Sarah menatap Ayahnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. "Papi pikir aku tidak ada masalah di aku?  Aku juga ada masalah Pi, aku juga punya tanggung jawab dalam pekerjaan aku. Tapi apa Papi pernah bertanya tentang keadaan aku? Dan sekarang beban aku ketambah dengan harus mengurus Sherin, bukan aku tidak rela mengurus Sherin. Tapi aku hanya ingin Papi mengerti keadaan aku"


Sarah berlalu darisana, berjalan keluar rumah dengan kekecewaan yang dia bawa dalam hatinya. Sungguh Sarah tidak tahan lagi dengan situasi di dalam rumah yang sudah seperti neraka baginya. Bagaimana Ayahnya yang selalu membela Putri Ajeng, sementara dirinya yang tidak pernah dia pedulikan sedikit pun.


Sarah berjalan menembus angin malam, dia duduk di pinggir trotoar di sebuah jembatan di jalanan. Sarah sedang membuthkan ketenangan saat ini.


"Selama ini aku selalu mengalah dari Ajeng, tapi kenapa Papi tidak pernah sekali pun memperdulikan aku"


Setetes air mata yang keluar begitu saja di pipinya. Sarah sedang ingin mengeluh, tapi dia tidak punya pundak untuk sekedar bersandar di saat dirinya lemah seperti ini.


"Sedang apa kamu disini?"


Sarah mengerjap saat mendengar suara seseorang yang dia kenal. Dengan segera dia mengusap sisa air mata yang ada di pipinya. Mendongak dan menatap Keanu yang berdiri di depannya. Sarah mencoba tersenyum, meski dirinya sedang tidak baik-baik saja sekarang.


"Hai Nu, kamu abis darimana? Kok bisa ada disini?"


Keanu duduk di samping Sarah, dia menatap wanita itu yang jelas terlihat dari wajahnya jika dia baru saja menangis. Seolah Keanu jelas melihat gurat kesedihan di wajah Sarah. Entah masalah apa yang sedang di hadapi gadis itu, dia tidak tahu.

__ADS_1


Bersambung



__ADS_2