
Seketika Yara langsung mendongak saat mendengar suara yang sangat di kenalinya itu dan nama yang terucap dari bibir pria itu. Tubuh Yara mematung seketika, dia sudah merasa pergi sejauh mungkin. Tapi kenapa dia masih harus bertemu dengan orang yang mengenalnya selama dia berada di Ibu kota.
Yara langsung memundurkan langkahnya, membiarkan dirinya tertutup oleh orang lain.Dia hanya berharap jika Keanu tidak akan melihatnya. Yara tidak tahu harus bagaimana menjelaskan semuanya jika memang Keanu menyadari keberadaannya dan Keanu pasti akan mempertanyakan tentang alasan Yara yang pergi dan menghilang dari Ibu Kota.
Setelah memberikan kata sambutan pada setiap karyawan. Keanu langsung berjalan menuju lift dengan asistennya yang selalu mengikutinya di belakang.
"Panggilkan karyawan bernama Yara Adistya"
"Baik Tuan"
Ketika Yara yang hampir berbalik badan dan akan pergi menuju meja kerjanya. Tapi seseorang memanggil namanya membuat Yara langsung terdiam dan kembali menoleh pada orang yang memanggilnya itu.
"Kamu di suruh ke ruangan Presdir sekarang"
Yara mengangguk, dia tidak banyak bertanya karena dia yang masih terkejut dengan kedatangan Keanu ke tempat kerjanya ini. Yara menurut saja, dan ketika dia sampai di ruangan Presdir perusahaan ini, Yara baru sadar jika dia di panggil ke ruangan ini karena memang Keanu yang menyadari keberadaannya itu.
"Yara, sini masuk"
Karena sudah berada di ambang pintu, jadi Yara tidak menghindar kemana pun lagi. Yara berjalan perlahan dengan wajahnya yang menunduk.Dia menganggukan kepalanya dengan penuh hormat pada atasannya itu dan juga Keanu yang ada disana.
"Jadi kamu disini? Kamu berlari kesini, Yara"
Yara menghela nafas pelan, dia memberanikan diri untuk mendongakan wajahnya dan menatap Keanu yang juga menatapnya dengan begitu lekat.
"Maaf, kalau begitu saya keluar dulu"
Sang Presdir seolah mengerti jika Yara dan Keanu sedang membutuhkan waktu untuk berdua. Dan dia keluar bersama dengan Asisten dari Keanu itu. Kini di ruangan ini hanya mereka berdua. Yara masih terdiam di tempatnya, seolah tidak mempunyai kata yang ingin dia ucapkan saat ini.
"Duduklah"
__ADS_1
Yara menatap Keanu sekilas, lalu dia duduk di sofa depan Keanu itu. Masih dengan wajah yang menunduk dan tangannya yang saling bertaut di atas pangkuannya.
"Jadi kenapa kamu melarikan diri kesini sampai kamu tidak memberi tahu aku kabar apapun"
Yara mendongak dan menatap Keanu sejenak. lalu memalingkan pandangannya ke arah lain. "Aku hanya ingin menemui suasana yang baru. Aku tidak mau terus terjebak dengan masa lalu"
"Yakin karena itu? Bukan karena kamu masih mencintai Fadil dan kamu sedang ingin menghindar darinya?'
Yara terdiam mendengar ucapan Keanu barusan. Dia tidak bisa menjawab apapun. "Maaf Mas, aku harus kembali bekerja"
Yara sengaja ingin menghindar dari Keanu saat ini. Dia tidak bisamenjawab ucapan Keanu barusan, karena memang tidak ada yang harus dia bantah dari apa yang di ucapkan oleh Keanu. Tentang Yara yang masih mencintai Fadil. Semua itu adalah kenyataan yang ada.
Ketika Yara berdiri dan dirinya kembali merasakan pusing. Tubuhnya kembali hampir limbung dan jatuh ke atas lantai. Yara berpegangan pada sandaran sofa, dia merasa tubuhnya yang semakin lemah dan pandangannya yang mulai berkunang-kunang.
"Yara, kamu kenapa?"
Keanu langsung berdiri dan ingin membantu Yara. Dia memegang bahu Yara dan tidak sengaja dia melihat tetesan darah di atas lantai. Keanu langsung melihat wajah Yara dan hidungnya gadis itu yang mengalirkan darah hingga menetes di atas lantai.
Dan Yara benar-benar tidak bisa menahan diri lagi, dia jatuh pingsan dalam pelukan Keanu, membuat Keanu begitu panik. Dia langsung menggendong tubuh Yara dan membawanya keluar dari ruangan itu.
"Ada apa ini, Tuan?" tanya Asisten Keanu yang terkejut saat melihat Keanu yang keluar dengan menggendong Yara.
"Cepat kau siapkan mobil, Yara pingsan"
Dan Keanu membawa Yara ke rumah sakit terdekat. Dia begitu khawatir dengan keadaan Yara saat ini. Melihat wajahnya yang begitu pucat dan darah yang mengalir dari lubang hidungnya itu.
"Yara, sebenarnya kamu kenaopa?"
Ketika sampai di rumah sakit, Keanu langsung membawa Yara ke ruang pmeriksaan. Dia hanya bisa menunggu diluar dengan pikiran yang kacau. Keanu begitu gelisah memikirkan tentang keadaan Yara saat ini.
__ADS_1
Hingga hampir setengah jam, Dokter baru keluar dari ruang pemeriksaan itu. Keanu segera menghampiri Dokter dan menanyakan keadaan Yara saat ini.
"Bersyukur karena dia masih bisa di selamatkan. Pasien memang seharusnya di rawat total karena penyakitnya yang semakin ganas menggerogoti tubuhnya"
"Memangnya dia menderita penyakit apa, Dok?"
"Sebuah kanker yang mengganggu organ tubuhnya, saat ini saja satu ginjalnya sudah tidak berfungsi. Memang masih dalam stadium awal, tapi seharusnya Pasien melakukan perawatan dengan benar dan berhenti untuk bekerja. Karena efek stres dan kecapean akan semakin membuat kondisi pasien memburuk"
Penjelasan Dokter benar-benar membuat Keanu terkejut. Dia tidak pernah menyangka jika gadis yang menarik perhatiannya itu mengidap penyakit yang begitu mematikan.
"Bagaimana pun caranya, tolong selamatkan Yara Dok. Dia harus kembali sehat"
"Saya akan mencoba melakukan yang terbaik untuk semua pasien saya"
"Baik Dok, terima kasih"
Keanu masuk ke dalam ruang rawat Yara, dia melihat gadis itu yang terbaring lemah di atas ranjang pesakitan. Keanu menarik kursi di sisi ranjang pasien dan duduk disana. Menatap wajah cantik Yara yang pucat pasi.
"Kamu terlalu kuat untuk seorang wanita Ra. Bahkan kamu bisa melewati semua cobaan ini seorang diri. Kamu pasti kuat dan tidak boleh menyerah begitu saja. Kalau memang kamu begitu mencintai Fadil, maka jika kamu sembuh aku akan membantu kamu untuk mendapatkan Fadil kembali.Karena aku yakin kalau Fadil juga masih mencintaimu"
Bukan karena Keanu tidak mencintai Yara, namun dia sadar jika cinta yang sebenarnya itu adalah ketika dia bisa merelakan orang yang dicintainya bahagia dengan orang yang memang dia cintai dan juga mencintainya. Karena pada kenyataannya sebuah kata cinta itu, harus dari dua arah, bukan hanya dari satu arah. Harus keduanya yang saling mencintai.
#######
"Bilang aja kalau kamu memang masih mencintai wanita gendut itu? Kamu ini gak tahu diri ya. Sudah banyak sekali Papi aku memberikan sebuah perubahan dalam hidup kamu hingga sekarang ini. Tapi kamu memang tidak tahu diri"
Fadil menatap nyalang pada istrinya yang semakin hari semakin menjadi. Tidak pernah sedikit pun Putri Ajeng menghormati Fadil sebagai suaminya. Ajeng selalu saja merendahkan Fadil dalam segala hal. Membuat Fadil semakin merasa muak dengan pernikahan ini.
"Ada yang perlu kamu ingat juga, perusahaan Papi kamu tidak akan semaju sekarang jika bukan aku yang menjadi tangan kanan Papi kamu itu. Mau kamu mengelak sampai mana pun, kamu harus tetap ingat jika sejak datangnya aku ke perusahaan Papi kamu, maka perusahaan semakin maju hingga sekarang. Jangan merendahkan aku!"
__ADS_1
Bersambung