Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
S2 Bab 46 (Hanya Mengeluh Pada Suamiku)


__ADS_3

Ketika Yara terbangun, dia melihat pemandangan yang begitu menyejukan hatinya.


Fadil sedang mengganti popok anaknya, bahkan pria itu terlihat sangat mengantuk karena terus menguap. Yara bangun dengan perlahan dan duduk bersandar di atas tempat tidur itu. Tidak pernah menyangka jika Fadil akan benar-benar menjadi seorang suami dan Ayah yang siaga.


"Sayang, kamu kebangun ya" ucap Fadil yang selesai dengan kegiatannya.


Yara tersenyum, dia melihat anaknya yang begitu tenang saat dipangku oleh Fadil. "Kenapa tidak membangunkan aku kalau bayi kita bangun. Kamu pasti lelah sekali ya, kebangun berapa kali?"


Fadil tersenyum, dia duduk di pinggir tempat tidur. Lalu menatap bayi dalam gendongannya itu. "Tidak kok, aku senang saja karena saat ini tidak akan terulang lagi. Jadi aku harus menikmati masa ini"


"Sini Sayang, sepertinya dia ingin asi" ucap Yara sambil mengangkat tangannya untuk menggendong anaknya.


Fadil mengangguk, dia segera memberikan bayi mereka pada Yara. Melihat bagaimana bayi itu langsung meminum asi dari Ibunya dengan begitu lahap. "Sayang, sebaiknya kita segera memberinya nama. Apa kamu sudah mempunyai nama untuk bayi kecil kita ini?"


Yara berpikir sejenak, sebenarnya dia sudah memikirkan beberapa nama. "Bagaimana kalau Kayra saja, kita panggil Kakak. Karena dia anak pertama"


Fadil mengangguk, dia suka dengan nama pilihan istrinya itu. "Kayra, nama yang bagus. Kita panggil Kakak berarti ya, lagian siapa tahu dia akan mempunyai adik lagi 'kan"


Yara hanya tersenyum, untuk mendapatkan anak pertama saja dia cukup sulit. Jadi Yara tidak terlalu berharap untuk mendapatkan anak kedua, karena rasanya dia tidak mungkin bisa mempunyai anak lagi saat untuk memiliki anak pertama lagi saja, dia sudah begitu kesulitan.


Setelah bayinya kembali terlelap, Yara meminta tolong pada Fadil untuk menidurkannya kembali di dalam box bayi. Setelah itu dia barulah mulai menurunkan kedua kakinya, Yara harus segera ke kamar mandi.


"Sayang mau kemana?" Fadil langsung sigap membantu istrinya itu.

__ADS_1


"Aku bisa sendiri kok Sayang, aku hanya ingin ke kamar mandi saja" ucap Yara.


"Kau masih lemah, lihatlah berjalanmu saja masih seperti ini. Jadi kamu harus bilang padaku kalau memang ingin ke kamar mandi atau kemana pun" ucap Fadil.


Yara hanya tersenyum, dia menatap Fadil yang sedang memapahnya berjalan ke arah ruang ganti. Rasanya dia begitu bersyukur karena bisa mempunyai suami seperti Fadil. Terlepas dari apa yang pernah dia lakukan di masa lalu, namun sekarang terlihat jelas bagaimana ketulusan Fadil padanya.


"Terima kasih ya Sayang, kamu sudah menjadi suami dan Ayah yang baik" ucap Yara.


Fadil hanya tersenyum mendengar itu, tentu saja dia tidak akan pernah membiarkan istrinya ini berjuang sendiri mengurus anak mereka. Karena sekarang dia bisa melihat bagaimana perjuangan seorang wanita hanya untuk memberikan gelar seorang Ayah untuk suaminya. Jadi kalau dia tidak siap membantu istrinya merawat anaknya, maka jangan pernah ingin mempunyai gelar Ayah itu.


"Aku hanya ingin kita menjadi orang tua yang bekerja sama dalam merawat anak kita. Karena seorang anak adalah tanggung jawab orang tuanya dalam hal apapun. Bukan hanya tanggung jawab seorang Ibu saja. Jadi seorang Ayah juga harus ikut andil merawatnya dan mendidiknya juga" ucap Fadil.


Yara hanya tersenyum penuh haru mendengar itu.


******


Sarah dan Keanu yang terlihat sangat bahagia dan antusias ketika melihat anaknya Yara dan Fadil ini. Bagaimana mereka yang mengetahui semua perjuangan mereka untuk mendapatkan seorang anak ini, tidaklah mudah. Apalagi untuk Yara.


Banyak yang harus Yara hadapi ketika dia banyak mendengar ucapan orang-orang tentang dirinya yang belum juga bisa memberikan keturunan untuk suaminya. Tentu saja hal itu akan menjadi tekanan batin untuknya. Hingga Yara benar-benar berjuang dan terus berusaha untuk memberikan gelar seorang Ayah pada Fadil.


"Akhirnya perjuanganmu dan usaha kalian tidak sia-sia ya, Ra. Bayi mungil ini sudah terlahir dari rahim kamu sendiri. Selamat ya, karena sekarang sudah menjadi seorang Ibu. Aku yakin kamu akan menjadi seorang Ibu yang baik" ucap Sarah.


Yara tersenyum, dia mengelus kepala anaknya yang berada dalam gendongan Sarah itu. "Semuanya karena obat yang Mbak berikan padaku waktu itu. Makasih banyak ya, akhirnya kesuburanku kembali normal dan aku bisa melahirkan seorang anak"

__ADS_1


"Semuanya juga karena do'a dan usaha kamu dan Fadil. Pokoknya kamu memang wanita yang paling sabar menurutku. Kamu yang tidak pernah banyak mengeluh, meski sebenarnya keadaan cukup sulit untukmu" ucap Sarah.


"Mbak salah, aku sering mengeluh kok. Hanya saja aku berani mengeluh hanya pada suamiku. Jika pada orang lain aku tidak berani, karena aku takut akan membuat orang lain berpikir kalau aku tidak bahagia menikah dengan suamiku ini. Kalau mengeluh pada Fadil, kan hanya dia saja yang tahu" ucap Yara.


Fadil yang duduk di sofa tidak jauh dari istrinya dan Sarah, langsung terdiam mendengar ucapan Yara barusan. Mengingat jika dirinya pernah marah karena Yara yang terus mengeluh dan seolah dirinya tidak mempunyai kepercayaan diri. Ternyata alasan dia terus mengeluh padanya adalah itu.


Ya Tuhan, berapa luka yang aku tanamkan padanya. Namun dia masih begitu sabar dan juga menjaga nama baikku sebagai suaminya di depan semua orang. Tapi aku selalu merasa kesal dan marah ketika dia banyak mengeluh.


Fadil menghembuskan nafasnya, mungkin memang dia yang masih banyak sekali melakukan kesalahan pada istrinya itu. Fadil yang belum bisa menjadi suami yang benar-benar baik dan bisa mengerti istrinya itu.


Tepukan di bahunya membuat Fadil langsung menoleh. Ternyata itu adalah Keanu yang sudah duduk disampingnya. "Kau memang sangat beruntung bisa mendapatkan Yara dalam kehidupan kamu ini. Lihatlah bagaimana dia yang selalu menjaga martabat suaminya di depan orang lain. Jadi, kalau kau mau marah padanya, pikirkanlah dulu sebelum kau menyesalinya"


Fadil mengangguk mendengar itu, dia tahu kalau dirinya memang belum menjadi seorang suami yang baik. "Iya, aku akan menjaganya dengan baik"


"Baguslah, karena dulu saja kalau Yara bisa berpaling mungkin dia sudah menikah denganku dan mempunyai anak denganku. Tapi aku salut pada kesetiaannya, hatinya yang seolah hanya untuk kamu seorang" ucap Keanu.                                              


Keanu tersenyum melihat Yara dan istrinya yang sedang saling berbincang. Tentu saja dia bersyukur karena sekarang dia mempunyai seorang istri yang mencintainya begitu tulus. Dan plusnya, dia juga bisa mempunyai adik seperti Yara. Kasih sayangnya yang langsung berubah menjadi seorang Kakak pada adiknya.


"Takdir memang terkadang terlalu bercanda. Namun akhirnya kita hanya perlu menerima takdir ini dan akhirnya akan bahagia dengan pasangan kita ini" ucap Keanu.


Fadil mengangguk mendengar itu, dia juga bisa merasakan kalau takdir Tuhan sudah cukup membuatnya bahagia. Meski dia pernah melakukan kesalahan besar yang membuatnya menyesal sampai saat ini.


"Kau tenang saja, aku akan selalu membuatnya bahagia. Yara adalah segalanya untukku. Dan sekarang sudah ada Kayra yang menjadi pelengkap kebahagiaan untuk keluargaku ini" ucap Fadil.

__ADS_1


Keanu tersenyum mendengar itu, dia kembali menepuk bahu Fadil. "Kau memang harus membuatnya bahagia"


Bersambung                                                                                                                                                                                                                                           


__ADS_2