Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Rumah Masa Depan?!


__ADS_3

Ketika Yara keluar dari dalam toilet dia langsung terkejut ketika ada yang menarik tangannya dan membawanya ke sebuah lorong yang cukup sepi di dekat dapur Restaurant ini.


Fadil menyudutkan Yara di dinding dengan mengungkungnya. Yara hanya diam dan menatap Fadil dengan bingung.


"Ada apa? Kau mau apa?"


"Dia siapa?"


Yara memutar bola mata malas, jelas dia masih ingat jelas bagaimana tatapan Fadil ketika dia sedang cemburu padanya. Tapi saat ini untuk apa Fadil masih cemburu padanya, dia sudah terlepas dari Fadil dan tidak ada hubungan apa-apa lagi diantara mereka berdua.


"Mau dia siapa pun bagiku, apa urusannya denganmu? Ingat ya Fadil, kamu yang sudah mengakhiri semuanya dan kamu sendiri yang telah menimbulkan sebuah trauma dalam diri dan hatiku. Jadi, stop muncul dalam kehidupan aku dan mencampuri urusanku!"


Fadil mematung mendengarnya, untuk pertama kalinya dia mendengar Yara berbicara dengan begitu tegas padanya. Biasanya Yara selalu berbicara dengan lembut dan sedikit manja padanya. Tapi ternyata baru 2 bulan dia berpisah dari Yara, sudah membuat gadis itu berubah.


"Urusi saja istri kamu dan pernikahanmu. Tidak perlu mengurusi hidupku. Karena aku baik-baik saja tanpamu"


Yara mendorong lengan Fadil yang tertumpu pada dinding dan menghalanginya. Lalu dia segera pergi dari hadapan pria itu dengan mengusap ujung matanya.Semua yang  Yara katakan barusan adalah bohong, tentu hidupnya kacau setelah tidak ada Fadil dalam kehidupannya. Karena sejatinya mereka berdua saling melengkapi. Hanya saja Fadil yang telah merubah segalanya.


#######


Yara masuk ke dalam kosannya, akhirnya dia mendapatkan kamar kos kosong di kosan Erna ini. Jadi sekarang Yara dan Erna tinggal di sebuah kos yang sama. Mereka menjadi tetanggaan.

__ADS_1


Yara melempar tas ke atas tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan menatap langit-langit kamar dengan helaan nafas panjang.


"Kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi?"


Rasanya Yara sudah susah payah untuk melupakan Fadil. Namun ketika dia bertemu kembali dengan pria itu, semua usahanya hanya sia-sia. Karena nyatanya Yara masih belum bisa melupakan Fadil dan menghilangkan perasaannya pada Fadil.


Cintaku padanya terlalu besar hingga aku tidak mampu melupakannya.


Yara hanya seorang gadis yang terjebak dengan masa lalu yang telah menyakitinya. Menjadikan dia trauma akan cinta yang lain dan hanya mampu mencintai orang yang sama.


"Dia terlihat bahagia dengan Putri Ajeng, lalu untuk apa masih menanyakan tentang kehidupanku?"


######


Fadil terdiam di balkon kamar dengan sebatang rokok yang dia hisap. Kepulan asap menghilang di udara, Fadil sedang mencoba untuk menenagkan diri dan fikirannya yang tiba-tiba kacau. Dia menoleh ke dalam kamar, dimana istrinya terlelap di atas tempat tidur.


"Kenapa Yara bersama dengan pria itu dan mereka juga terlihat begitu akrab. Apa mungkin mereka berpacaran sekarang? Argghh.. Kenapa aku tidak rela melihat Yara bersama pria lain"


Fadil mulai merasakan kehilangan sosok Yara yang begitu tulus dan menyanginya. Bagaimana Yara yang selalu sabar menghadapi sikap manjanya dan erogan Fadil selama ini. Sangat berbeda sekali dengan Putri Ajeng yang selalu marah dan tidak pernah mau mengerti perasaan dan keadaan Fadil sekali saja.


Arghh..

__ADS_1


Fadil mengusap wajah kasar, dia mulai tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak memikirkan Yara. Karena ternyata hatinya masih di miliki Yara meski mungkin tidak seutuhnya.


"Apa aku menyesal sekarang? Ya, sepertinya aku sedang mengalami penyesalan"


Fadil mulai merasa kehampaan ketika dia mengingat Yara dan tidak bisa melupakan wajah gadis itu. Padahal ini baru beberapa bulan beerlalu, namun rasanya Fadil sudah merindukan kehadiran Yara yang selalu menyambutnya ketika pulang bekerja dengan senyuman hangat. Membuatkan makanan untuk Fadil dan Yara yang selalu sabar merawat Fadil ketika dia sedang sakit. Waktu dua tahun yang menyisakan banyak kenangan.


Apa mungkin saat ini Fadil sedang merasa menyesal dengan keputusan yang dia ambil sendiri. Bagaimana dengan dirinya yang mulai merasa menyesal karena meninggalkan Yara yang sudah menemaninya selama dua tahun. Yara yang menemaninya dengan dari awal dia tidak mempunyai apa-apa sampai sekarang dia yang sudah sukses dengan pekerjaannya.


Aku akan menikahimu, setelah rumah kita lunas.


Ucapan yang pernah Fadil ucapkan pada Yara, janji yang dia ucapkan pada Yara. Namun tidak dia tepati. Fadil kembali ke dalam kamar dan membawa sesuatu di dalam laci nakas. Sebuah kunci rumah dan sertifikat rumah yang telah dia miliki. Rumah yang dia cicil selama bersama dengan Yara dan bercita-cita akan menempatinya bersama. Namun ternyata saat ini dia tidak bisa menempatinya dengan Yara. Kini rumah itu hanya dia biarkan kosong.


"Seandainya aku tidak melakukan itu, mungkin saat ini aku akan tinggal bersama Yara di rumah ini"


Semuanya sudah terlambat dan tidak ada yang bisa di lakukan olehnya, karena semua pilihan dan keputusan sudah di ambil oleh Fadil hingga dia tidak sadar jika telah menyakiti hati Yara.


Maafkan aku karena telah membuat kamu terluka.


Kata maaf yang bisa terucap di dalam hati, tidak bisa membuat hatinya tenang ketika dia mengingat hal yang telah dia lakukan pada Yara. Bagaimana dia menyakitinya setelah selama ini dia bersama dengan Yara dan menikmati banyak waktu yang dia lewati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2