Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Belum Siap Memulai Kisah Baru


__ADS_3

Fadil selesai mandi, dia berjalan ke arah tempat tidur dan melihat istrinya yang sengaja memakai gaun tidur yang transparan. Namun anehnya Fadil sama sekali tidak berniat untuk melakukan apapun dengan istrinya malam ini. Dia seolah kehilangan hasrat dan gairah dalam dirinya.


"Honey..?"


Ajeng pun merasa heran saat Fadil langsung merebahkan tubuhnya dengan membelakangi Ajeng saat ini. Padahal saat ini dia sudah menggunakan pakaian yang akan menggoda suaminya ini.Tapi ternyata Fadil malah tidak tertarik sedikit pun dengan Ajeng.


"Aku lelah dan ingin istirahat  sebentar"


######


Yara terdiam dengan tubuh terlentang di atas tempat tidur. Menatap langit-langit kamar dengan sudut matanya yang berair. DI sampingnya ada Erna yang sudah terlelap sejak tadi.


Apa yang sedang mereka lakukan saat ini?


Dalam fikiran Yara hanya memikirkan tentang apa yang sedang dilakukan oleh Fadil dan Ajeng saat ini. Malam pertama bagi mereka yang tentunya akan membuat mereka menghabiskan waktu bersama dengan penuh cinta.


Bodohnya Yara masih memikirkan tentang itu, hal yang jelas akan membuatnya sakit. Yara tetap tidak bisa melakukan apapun dan tidak bisa melepaskan pikirannya dari Fadil. Nyatanya hati Yara yang sudah begitu terluka masih memiliki cinta yang besar untuk Fadil.


Dan mulai saat ini Yara bertekad merubah dirinya dan menjadikan luka dan rasa sakit dalam hatinya sebuah motivasi untuk berubah dan lebih baik lagi. Membuat Fadil menyesal sudah membuatnya terluka dan meninggalkannya hanya demi wanita cantik.


Yara mulai rajin berolah raga dan rutin mengonsumsi obat pelangsing. Dia ingin berubah dan membuat Fadil menyesal karena sudah meninggakannya. Yara yakin dia juga bisa cantik.


Jika aku berubah dan menjadi lebih cantik lagi, mungkin Fadil bisa kembali denganku.


Tekad Yara untuk berubah tetap hanya untuk Fadil, bukan untuk orang lain.Sejatinya cinta Yara untuk Fadil terlalu besar untuk bisa terhapus dengan mudah.


Satu bulan berlalu sejak pernikahan Fadil dan Putri Ajeng. Yara sudah bisa kembali menata hidupnya dengan dia yang terus mencoba berubah untuk lebih baik lagi.


Pagi ini Keanu datang ke kantor untuk membicarakan pekerjaan, namun sebenarnya dia juga hanya karena ingin bertemu dengan Yara yang berhasil membuatnya penasaran dengan sosok gadis itu.

__ADS_1


"Jadi apa kamu punya pacar Ra?"


Pertanyaan yang membuat Yara terkejut, pena di tangannya langsung jatuh mendengar pertanyaan mengejutkan dari Keanu. Saat ini mereka berdua sedang berada di ruangan Sarah, tanpa Sarah karena dia sedang ada urusan di luar.


"Apa maksud Mas?"


Keanu menghela nafas pelan, dia tersenyum pada Yara agar gadis itu yakin dengan apa yang akan di ucapkannya. "Yara,  sebenarnya aku menyukaimu semenjak kita pertama kali bertemu"


Semakin terkejut Yara mendengar itu, padahal dia tidak pernah berfikir untuk berpacaran lagi. Apalagi dalam waktu dekat ini. Dan Yara juga tidak menyangka jika Keanu menyukainya.


"Maaf Mas, bukannya aku tidak mengharagai perasaan kamu. Tapi, aku masih belum siap memulai kembali hubungan yang baru. Apa Mas ingat ketika aku hadir di acara pernikahan adiknya Kak Sarah. Sebenarnya aku bkan menghadiri acara pernikahan temanku, tapi mantan pacarku yang lebih memilih wanita lain yang jelas lebih cantik dari aku"


Lebih baik Yara menjelaskan semuanya agar Keanu mengerti apa yang dia rasakan, agar Keanu mengerti kenapa dia belum bisa menjalin hubungan baru dengan pria manapun.


Mendengar itu, kini Keanu mengerti kenapa Yara selaluterlihat menjaga jarak darinya. MUngkin karena dia yang memiliki trauma disakiti oleh seorang pria, hingga dia tidak akan bisa membuka hati lagi untuk pria lain.


"Maaf Mas, karena sampai saat ini aku masih mencintai  pria itu. Aku masih belum bisa menghilangkan perasaan cintaku yang terlalu besar untuknya"


Nyatanya waktu 2 tahun tidak akan bisa membuat Yara mudah melupakan apa yang pernah terjadi dalam hidupnya bersama Fadil. Hubungan mereka yang sudah terlalu jauh dan tidak mungkin semudah itu untuk melupakan semua kenangan yang ada, bagi  Yara yang begitu tulus mencintainya.


"Iya Ra aku mengerti, kamu tenang saja aku tidak akan memaksa kamu"


Dan setelah percakapan hari  itu, Yara mulai bingung dan selalu menghindar ketika Keanu datang ke kantor tempatnya bekerja. Dan hal itu juga di sadari oleh Sarah. Membuat dia langsung bertanya pada Keanu.


"Apa? Jadi kau sudah menyatakan perasaanmu padanya. Dan apa kamu yakin dengan perasaan kamu itu? Apa kamu bukan hanya merasa penasaran saja dengan Yara?"


Ada bagian yang terluka dan sakit dalam diri Sarah, ketika dia mendengar ucapan Keanu yang telah menyatakan perasaannya pada Yara. Padahal selama ini, Sarah mencoba untuk memendam perasaannya pada Keanu yang sebenarnya memang tidak mungkin dia mengungkapakannya sendiri.


"Aku yakin Sar, lagian baru kali ini aku merasa suka dengan seorang wanita'

__ADS_1


Jadi, selama ini kamu tidak pernah sedikit pun merasa suka padaku?


Sarah hanya bisa menghela nafas pelan, dia tidak mungkin bisa melakukan apapun saat ini, ketika Keanu saja begitu yakin dengan keputusannya.


######


"Apa? Jadi Yara bekerja dengan Kakak selama ini? Ya ampun Kak, kenapa tidak bilang?"


Entah apa maksud Sarah, tapi dia menceritakan semuanya pada adiknya. Sarah sudah tahu sejak Ajeng menikah dengan Fadil jika Yara adalah kekasih Fadil pada saat Ajeng merebut Fadil darinya. Namun saat itu Sarah tidak berkata jika Yara adalah pekerja di kantornya. Namun saat ini entah kenapa Sarah malah mengatakan itu.


"Iya Dek, dan dia sudah menarik perhatian Keanu sampai Keanu menyatakan cinta padanya. Kamu tahu sendiri kalau Kakak sudah sangat lama menyukai Keanu"


Ajeng tersenyum, dia duduk di samping Kakaknya di pinggir tempat tidur itu. Merangkul bahu Kakaknya. "Sepertinya kita harus bekerja sama untuk menyingkirkan Yara dari kehidupan kita ini"


Sarah langsung menoleh pada Ajeng dan menatapnya dengan lekat. "Kamu jangan aneh-aneh Ajeng, kamu gak berniat membunuh Yara 'kan?"


"Ya enggak sampai membunuh juga Kak, kriminal dong kalo itu. Kita buat saja Yara pergi jauh dari sini agar dia tidak mengganggu kita lagi"


Sarah terdiam dan mencoba untuk berfikir dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Ajeng. Namun sepertinya Sarah tidak bisa melakukan itu karena dia juga belum pasti jika Yara juga mencintai Keanu atau tidak.


"Nanti saja Dek, Kakak masih bingung dan belum tahu apa Yara juga mencintai Keanu atau tidak. Lagian selama ini Yara tidak akan pernah melakukan kesalahan atau masalah dalam bekerja"


Putri Ajeng menghela nafas pelan, dia juga tidak bisa memaksa Kakaknya. Jadi Ajeng hanya diam  dan tidak menjawab apapun lagi atas ucapan Sarah barusan.


"Yaudah aku ke kamar dulu ya"


Sarah hanya mengangguk, membiarkan Ajeng yang keluar dari kamarnya. Sarah masih memikirkan bagaimana dia harus menanyakannya pada Yara atas ungkapan perasaan Keanu padanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2