Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Aku Juga Mencintaimu?!


__ADS_3

"Sarah, aku sudah mencari kamu selama ini. Setiap ada pekerjaan disini, maka aku berharap bisa bertemu denganmu. Tapi ternyata aku tidak bisa menemukan kamu"


"Maaf Nu, aku harus pergi sekarang. Sherin sudah sangat lelah"


Sarah berdiri dan menyelempangkan tasnya di bahu. Namun tangannya langsung di tahan oleh Keanu. Membuat Sarah terdiam dan menatap tangan Keanu yang memegang pergelangan tangannya.


"Aku benar-benar harus pergi Nu, maaf"


"Sarah, aku sadar sekarang jika aku telah menyia-nyiakan seorang wanita yang mencintaiku dengan tulus sejak dulu. Dan aku menyesalinya sekarang"


Sarah hanya diam dan tidak berniat untuk menjawab apapun tentang ucapan Keanu barusan.


"Sarah, aku juga mencintimu"


Deg...


"Sarah, aku telah sadar jika ternyata aku juga memiliki perasaan yang denganmu. Hanya saja aku merasa tidak yakin dengan perasaan aku ini karena memang sejak awal kita hanya berteman. Aku mengira perhatian dan rasa peduli aku padamu, hanya sebatas seorang teman saja. Tapi setelah aku mendengar ungkapan cinta kamu, aku sadar jika memang aku telah mencintai kamu. Aku yang bodoh karena baru menyadarinya sekarang"


Untaian kata itu membuat Sarah terdiam, tubuhnya mematung seketika. Sarah tidak tahu harus bahagia atau bagaiamana saat ini.


Keanu berdiri dari duduknya, beralih untuk berdiri di depan Sarah saat ini. Menatap wanita itu dengan lekat. "Sarah, aku mencintaimu. Apa kamu mau memulai semuanya denganku dari awal lagi, sebagai pasangan bukan sekedar teman"


Mata Sarah mulai berkaca-kaca, dia tidak menyangka akan mendengar ungkapan cinta dari pria yang selama ini sangat dia cintai. "A-apa kamu yakin dengan apa yang kamu ucapkan itu? Bukan karena kamu yang merasa kasihan padaku karena selama ini aku telah memendam perasaan cinta padamu"


Keanu menangkup wajah Sarah, menghapus air mata yang menetes di pipi wanita itu. "Aku yakin Sarah, aku yakin jika aku mencintaimu. Bukan karena rasa kasihan atau apapun itu yang kamu pikirkan barusan. Karena aku memang sangat yakin untuk hidup bersama kamu sebagai pasangan"

__ADS_1


Sarah tidak bisa menahan tangisan bahagianya itu, dia benar-benar tidak menyangka jika saat ini dirinya telah mendengar sendiri ungkapan cinta dari pria yang dia cintai sejak lama.


Sarah mengangguk dengan menahan air matanya sendiri. "Ya, aku bersedia hidup bersama kamu sebagai pasangan. Tapi Keanu..."


"Apa? Apa yang masih kamu ragukan? Kalau memang kamu masih ragu dengan cinta dan perasaan aku, maka aku akan benar-benar membuktikan tentang perasaan aku ini yang benar-benar tulus padamu"


Sarah menggeleng pelan, bukan tentang itu yang dia ingin katakan sekarang. Karena jika tentang perasaan Keanu yang baru saja dia ungkapkan, Sarah jelas bisa melihat bagaimana dia yang berkata tulus.


"Aku bertanggung jawab atas Sherin, karena kamu tahu sendiri jika adikku tidak mau merawatnya. Dan aku juga tidak tega jika Sherin harus sepenuhnya di pegang pengasuh tanpa sedikit saja merasakan kasih sayang dari keluarganya. Apa kamu tidak akan mempermasalahkan tentang Sherin nantinya?"


Keanu menggeleng pelan, dia mengelus kepala bayi dalam gendongan Sarah yang sedang terlelap itu. "Pria mana pun tidak akan keberatan, justru dia akan merasa beruntung karena bisa mendapatkan kamu, Sarah. Melihat bagaimana kamu yang rela merawat keponakan kamu ini seperti anak kamu sendiri. Bahkan lebih pantas kamu yang menjadi seorang Ibu daripada Putri Ajeng"


Sarah tersenyum mendengar itu, dia memang sudah seperti Ibu kandung untuk Sherin. Karena tidak mungkin juga dia ikut mengabaikan Sherin di saat bayi tak berdosa ini tidak di pedulikan oleh Ibu kandungnya sendiri.


"Aku juga bingung kenapa Ajeng sampai segitu bencinya pada bayi ini. Padahal jelas Sherin tidak bersalah apapun, tidak ada bayi atau anak yang meminta untuk di lahirkan ke dunia ini dengan cara seperti ini. Semuanya adalah murni kesalahan orang tuanya dan pilihan dari mereka sendiri. Tapi pada akhirnya kenapa selalu seorang anak yang di salahkan dalam kejadian seperti ini, padahal jelas anak tidak tahu apa-apa tentang masa lalu orang tuanya"


"Ini yang membuat aku semakin jatuh cinta sama kamu, Sarah"


Sarah hanya terdiam dengan tersenyum tipis. Meski sebenarnya jantungnya sudah berdebar sangat kencang ketika dia berada di dekat Keanu seperti ini.


########


"Yara..."


Seketika Yara langsung menoleh pada sumber suara, dia melihat Erna yang berlari ke arahnya. Yara benar-benar tidak menyangka kalau teman baiknya itu datang ke acara pernikahannya.

__ADS_1


"Yara.. Hiks.."


Erna memeluk Yara dengan erat, dia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan teman baiknya ini setelah Yara pergi dengan meninggalkan surat perpisahan itu.


"Erna, maafkan aku"


Erna melerai pelukannya, dia menatap Yara dengan matanya yang berkaca-kaca. "Jangan meminta maaf, kamu itu kenapa harus pergi tanpa bilang apapun padaku?"


"Maaf Erna, karena aku harus meninggalkan semuanya pada saat itu. Terlalu banyak tekanan yang aku alami"


Erna kembali memeluk Yara, dia mengelus punggung Yara dengan lembut. "Mulai saat ini, jangan pernah menyembunyikan apapun dari aku. Kita sudah berteman lama, jangan membuat jarak diantara kita"


Yara mengangguk, dia tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu jika tidak ada Erna yang menolongnya. Mungkin Yara sudah bingung kemana tujuan dia ketika Fadil yang menjadi sandaran hidupnya, telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.


"Terima kasih karena selama ini sudah membantu aku dan selalu menjadi sahabat yang baik buat aku"


"Iya Ra, kamu tenang saja kalau sampai sekarang Fadil masih berani menyakiti kamu, maka jangan harap aku akan mengizinkan dia kembali lagi sama kamu. Ingat Ra, kamu baik dan tulus. Aku yakin pasti banyak laki-laki yang mau sama kamu, jika Fadil kembali menyia-nyiakan kamu"


"Tidak mungkin aku melakukannya Er, kamu tahu sendiri jika aku memang mencintai Yara tulus apa adanya. Cukup sekali aku menyesali apa yang telah aku lakukan di masa lalu padanya. Aku janji akan membuat dia bahagia, selamanya"


Erna menatap Fadil dengan tajam, dia tidak akan membiarkan Fadil menyakiti sahabatnya lagi. "Aki pegang janji kamu, kalau sampai kamu kembali menyakitinya. Lihat saja"


"Iya, iya Er"


Yara hanya terkekeh lucu mendengar ucapan sahabatnya itu. Bahagia sekali karena dia mempunyai sahabat seperti Erna yang begitu menyayanginya dengan tulus. Sahabat yang tidak pernah memandang Yara dari fisiknya. Berbeda dengan kebanyakan orang

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2