Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Surat Dari Yara


__ADS_3

Aku bahagia bisa bersama dengan kamu, meski pada akhirnya bukan aku yang di takdirkan untuk bisa hidup bersama kamu. Tapi tidak papa, karena bisa mengenalmu dan menjalani hidup bersama denganmu selama dua tahun ini sudah cukup bagiku.


Aku tahu jika kamu akan menemukan sosok lain yang mungkin lebih dari segalanya dari aku. Dan aku sadar diri dengan keadaan aku dan bentuk tubuhku yang mungkin tidak ada kata menariknya sama sekali.


Jadi, ketika kamu bertemu dengan Putri Ajeng dan menjalin hubungan di belakangku. Aku cukup sadar diri, tapi aku tidak mau menyerah begitu saja. Karena aku berpikir jika kamu hanya merasa bosan denganku. Aku fikir jika kamu hanya merasakan cinta sesaat saja. Tapi ketika kamu menyudahi hubungan kita, aku sadar jika sudah tidak ada lagi nama aku di hati kamu. Aku sadar jika aku memang harus segera pergi dari kehidupan kamu.


Sekarang sudah saatnya untuk aku pergi dari kehidupan kamu yang sebenarnya, Fadil. Selamat tinggal dan bahagia selalu untuk kamu dan keluarga kecilmu. Aku dengar kamu juga akan segera menjadi seorang Ayah ya. Selamat ya. Jangan pernah mencariku lagi.


Yara Adistya..


Fadil mengusap kasar air matanya yang mengalir di pipinya itu. Membaca surat dari Yara ini membuat dia semakin saar jika hatinya masih milik Yara seutuhnya. Putri Ajeng hanya pelarian kebosanan Fadil saja.


Namun sekarang tidak ada yang bisa Fadil alakukan karena semuanya sudah terlanjur terjadi. Fadil tidak bisa mengulang waktu, yang dia bisa lakukan hanya memperbaki semuanya. Tapi sepertinya semuanya sudah terlambat, karena Yara yang sudah pergi entah kemana dari kota ini. Fadil tidak tahu harus mencari keberadaan Yara kemana.


"Yara kenapa kamu meninggalkan aku? Maaf karena aku yang sudah membuat kamu terluka hingga kamu memutuskan untuk benar-benar pergi dari kehidupan aku. Maafkan aku Yara"


Fadil benar-benar menangis sambil memeluk surat dari Yara itu. Saat ini dia sedang merasakan penyesalananny itu. Semua yang terjadi memang kesalahannya. Dia yang tidak bisa menahan diri untuk tidak terpesona pada Putri Ajeng. Fadil yang telah menghancurkan hubungan ini dan menghancurkan kepercayaan Yara padanya.


"Apa kamu tidak bisa kembali padaku saat ini Yara? Aku masih mencintaimu"


Ya, perasaan yang masih sama Fadil rasakan pada Yara. Dia yang tidak bisa membohongi perasaannya, karena memang dirinya yang masih mencintai Yara. Meski dia sempat menyangkal perasaan itu. Tapi pada kenyataannya hanya Yara yang mampu memiliki hati Fadil seutuhnya sampai saat ini.

__ADS_1


"Kamu tenang ya, aku yakin kalau kamu pasti akan mendapatkan pekerjaan yang baik dan cocok dengan kemampuan kamu. Pokoknya kamu akan sukses dan aku akan menemani kamu sampai kamu sukses"


Deg...


Fadil seolah tertampar dengan ingatan masa lalu itu. Bagaimana dulu Yara yang menerimanya dengan begitu tulus di saat Fadil masih berjuang untuk menemukan jati dirinya. Yara yang menemani Fadil sampai sekarang dia bisa sukses. Dan Fadilnya saja yang tidak tahu diri hingga dia tega mengkhianati ketulusan Yara padanya hanya karena alasan bosan.


"Maafkan aku Yara, aku memang bodoh. Aku tidak tahu bersyukur karena sudah mendapatkan gadis sebaik dan setulus kamu. Tapi aku masih saja mengkhianati ketulusan kamu itu. Maafkan aku Yara"


Racauan Fadil yang diiringi isak tangis.


######


Yara turun dari pesawat dan melihat lingkungan sekitar. Ternyata Tuan Bimo masih baik karena hanya mengirim Yara ke luar kota yang memang cukup jauh dari Ibu kota. Tapi setidaknya tidak sampai harus ke luar negara.


"Saya Yara Adistya Pak"


"Baiklah, mari ikut saya. Anda orang yang di kirim oleh Tuan Bimo 'kan?"


"Iya Pak"


Yara mengikuti langkah laki-laki itu menuju parkiran dimana mobilnya terparkir. Yara langsung masuk ke dalam mobil itu, dia hanya menurut saja kemana dia akan di bawa saat ini. Karena Yara yang sudah merasa lelah dengan kehidupan dan seolah sudah tidak mempunyai tujuan hidup lagi. Jadi Yara hanya akan mengikuti orang suruhan Tuan Bimo saja.

__ADS_1


Dan mobil terhenti di depan sebuah rumah yang sederhana dan tidak terlalu besar juga. Sangat cocok untuk di tempati satu orang. Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit juga.


"Ini adalah rumah yang di berikan Tuan Bimo untuk anda, dan ini adalah tempat anda bekerja nanti. Sudah tidak perlu membuat lamaran, karena anda hanya tinggal langsung bekerja di perusahaan ini"


Yara mengambil brosur yang di berikan oleh pria itu padanya. Sebuah nama perusahaan yang tidak terlalu besar, tapi yang terpenting Yara bisa bekerja dan menjalani hidup barunya di kota ini.


"Terima kasih Pak"


"Ya, sekarang anda bisa langsung masuk dan istirahat di rumah ini"


Yara mengangguk dan menerima kunci rumah yang di berikan oleh pria itu. Yara masuk ke dalam rumah barunya ini. Satu kamar dan satu ruang tamu juga ruang kerja. Kamar mandi dan dapur yang menyatu dengan ruang makan. Cukup lengkap untuk tempat tinggal seorang diri seperti Yara saat ini.


Yara menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa, dengan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Menatap langit-langit ruang tengah ini dengan pandangan yang kosong.


Hari ini adalah hari Yara untuk memulai cerita baru dalam hidupnya. Tanpa cinta dan juga tanpa Fadil. Tapi entah Yara akan bisa melakukannya atau tidak. Karena dirinya juga tidak tahu apa dia akan kuat menjalani hidupnya yang mungkin akan terasa semakin berat saat ini. Setelah tanpa ada Fadil dalam hidupnya, tidak ada lagi sandaran bagi Yara ketika dia mulai merasa lelah dengan kehidupan ini.


"Aku melakukan ini hanya karena aku tidak mau menghancurkan pernikahan orang lain.Apalagi saat ini Fadil juga akan segera mempunyai seorang anak"


Setetes air mata yang menetes begitu saja di sudut matanya. Yara tidak tahu sampai kapan dia akan terus bersedih seperti ini sejak dirinya kehilangan Fadil dari genggamannya.Ketika pria yang selalu menjadi sandaran baginya, telah memiliki kenyamanan baru bersama dengan wanita lain.


Dada Yara tetap terasa begitu sesak ketika dirinya mengingat bagaimana perjalanan hidupnya selama 2 tahun ini bersama dengan Fadil. Dia yang menemani Fadil dalam masa-masa tersulitnya. Dan sekarang Yara hanya kembali sendiri karena Fadil yang sudah tidak lagi bersama dengannya.

__ADS_1


"Bodohnya karena aku mencintainya begitu tulus. Hingga sampai saat ini aku tidak bisa melupakannya. Tapi hanya ketulusan yang aku miliki. Apalagi yang bisa aku berikan pada Fadil. Ya Tuhan, kenapa harus seperti ini?"


Bersambung


__ADS_2