Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)

Fadil Dan Yara (Dikhianati Karena Gendut)
Ungkapan Cinta Sarah?!


__ADS_3

"Sedang apa kamu disini?" tanya Sarah


Keanu duduk di samping Sarah, menatap ke arah kolam ikan di depannya. "Aku habis ada urusan pekerjaan di Restaurant sana"


Sarah mengangguk mengerti, keduanya saling diam. Suasana benar-benar hening di antara mereka berdua. Hanya suara dahan pepohonan yang tertuip angin yang terdengar. Juga suara kendaraan yang di jalanan.


"Kamu kenapa?"


Pertanyaan dari Keanu itu benar-benar memecah keheningan di antara mereka. Sarah menoleh sekilas pada Keanu, lalu kembali menatap lurus ke depan.


"Tidak papa, hanya sedang lelah dengan keadaan saja"


"Lelahnya karena apa? Memangnya masalah apa yang sedang kamu alami? Aku tahu kalau kita hanya sebatas teman biasa, tapi kalau memang kamu sedang membutuhkan teman untuk bercerita, kamu bisa bercerita padaku"


Teman biasa? Mendengar kata itu membuat Sarah tersenyum dengan miris. Bodohnya sampai saat ini dia masih belum bisa melupakan perasaannya pada Keanu. Setelah waktu yang cukup lama berlalu, namun perasaannya masih saja sama. Terkadang Sarah juga merasa aneh kenapa dirinya bisa mencintai Keanu sampai seperti ini.


"Aku tidak papa kok, mungkin hanya kesal dengan sikap Ajeng saja yang sampai saat ini belum bisa melepaskan Fadil dan selalu berbuat ulah" Ya, seperti aku yang tidak bisa melupakan kamu.


Keanu mengangguk mengerti, dia meraih tangan Sarah dan menggenggamnya dengan lembut. Tentu saja apa yang di lakukan oleh Keanu ini telah membuat Sarah merasa terkejut dan dia refleks hampir menarik kembali tangannya dari genggaman Keanu.


"Sarah, kalau memang kamu ada yang ingin di ceritakan. Berceritalah dengan aku"


"Aku tidak papa, sudahlah aku ingin pergi"


Sarah sudah berdiri dan siap melangkah pergi dari hadapan Keanu, namun tangannya langsung di tahan oleh Keanu. Sarah menatap pergelangan tangannya yang di pegang oleh Keanu.


"Aku tahu kalau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari aku. Katakan Sarah, apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari aku"


"Aku mencintaimu, Keanu. Puas?"


Sarah melepaskan tangan Keanu yang menahan pergelangan tangannya. Lalu dia segera pergi dari hadapan pria itu. Sarah sudah cukup membuat dirinya malu di hadapan Keanu dengan  menyatakan cinta padanya, padahal dia sendiri tahu kalau Keanu hanya menganggapnya sebagai teman saja, tidak pernah lebih.


Kau bodoh sekali Sarah.

__ADS_1


#######


Yara terbangun malam ini karena dia merasa jika Fadil yang tidak ada disampingnya. Bagaimana dia bisa melupakan Fadil, jika kenyataannya Fadil yang tidak ada di sampingnya saja sudah membuat dia terbangun dari idurnya.


"Kemana dia?"


Yara turun dari atas tempat tidur, melirik ke arah jam dinding yang baru saja menunjukan pukul 11 malam. Itu artinya dia baru tidur dua jam saja. Yara melihat tirai yang menutupi pintu kaca balkon terbuka, dia mengira jika Fadil memang sedang berada disana.


"Sayang.."


Fadil yang sedang merokok langsung menoleh pada Yara, dia langsung membuang putung rokok dan menginjaknya dengan sendal rumah. Fadil berdiri dan menghampiri Yara yang berdiri di ambang pintu balkon.


"Sayangku kebangun ya" Fadil langsung merangkul pinggang Yara dan menedekatkan tubuh mereka berdua. Menatap Yara dengan senyuman.


Yara melirik putung rokok yang baru saja Fadil buang di atas lantai. "Sejak kapan kamu ngerokok?"


Fadil ikut melirik ke arah putung rokok, bukan hanya ada satu saja, tapi beberapa. Sebenarnya memang Fadil bukan pecandu rokok, hanya saja sejak kepergiaan Yara dan dia yang selalu stres dengan masalah pernikahannya dengan Putri Ajeng, membuat dia melampiaskannya pada merokok untuk menghilangkan stres itu.


Yara mengelus dada Fadil dengan lembut. Ternyata banyak perubahan yang di alami Fadil setelah kepergiannya. "Jangan keseringan ya, gak baik juga buat kesehatan kamu"


Fadil tersenyum dan mengangguk, ini yang dia rindukan dari Yara. Perhatiannya yang begitu tulus. Bagaimana Yara yang selalu memperhatikan Fadil dalam hal apapun, dalam kesehatan pun.


"Iya Sayang, aku hanya merokok 6 batang saja sehari. Ya, kalau agak stres paling habis satu bungkus rokok"


Yara cemberut mendnegar itu, dia tahu ini memang sudah hal wajar bagi semua laki-laki. Tapi Yara tidak suka melihatnya, karena dia takut kesehatan Fadil akan terganggu.


"Kurangi ya kalau bisa, cukup aku saja yang sakit. Jangan sampai membuat kesehatan kamu juga terganggu"


Delano mengelus kepala Yara, menyelipkan anak rambut Yara yang sudah tidak seberapa itu. "Iya Sayang, aku juga masih ingin berumur panjang. Aku ingin menikah dengan kamu dan mempunyai anak"


Yara hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca. Dia menyandarkan kepalanya di dada Fadil. "Semoga ya kita bisa sampai dengan tujuan itu"


Fadil mengelus kepala Yara dan memberikan kecupan disana. "Pasti bisa, jangan pernah berpikir apapun. Karena memang kamu pasti akan sembuh"

__ADS_1


Yara mengangguk, dia mencoba menjadikan dirinya untuk tetap percaya jika dirinya akan sembuh. Seperti ucapan Fadil barusan. 


"Yaudah masuk lagi yuk, anginnya kencang"


Fadil membawa Yara masuk ke dalam kamar. Yara naik ke atas tempat tidur dan Fadil langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh Yara.


"Aku ganti baju dulu, bau rokok"


Yara mengangguk, dia menatap punggung Fadil yang menghilang di balik pintu ruang ganti. Yara mengambil ponsel, melihat sosial media yang sudah lama sekali tidak dia buka hanya untuk menghilangkan kejenuhan sesaat.


Men-scroll sosial media dengan tidak ada tujuan. Sampai sebuah pesan masuk ke dalam akun sosial medianya, dia melihat pesan yang masuk dari temannya.


Ra, apa kabar? Ini aku Erdi.


"Ya ampun ini Erdi ya, aku tidak menyangka kalau dia masih ingat padaku"


Yara segera membalas pesan dari teman sekolahnya dulu. Erdi adalah bintangnya sekolah dulu, dimana dia yang menjadi kapten basket dan memiliki wajah yang tampan.


Ra, sebenarnya sudah lama aku ingin menghubungi kamu. Tapi aku tidak pnya nomor kontak kamu dan aku juga melihat sosial media kamu yang sudah lama tidak aktif. Bersyukur banget sekarang aktif. Sebenarnya ada yang aku ingin bicarakan sama kamu dari dulu.


Yara mengerutkan keningnya bingung melihat pesan balasan dari  Erdi. "Apa maksudnya ya, apa yang ingin dia bicarakan dengan aku"


Yara, aku memnyukai kamu sejak lama. Aku tahu kalau kamu juga pernah menyukai aku, hanya saja saat itu aku sudah terlanjur bersama dengan Vira. Tapi ternyata aku tidak bisa tenang sebelum mengungkapkan perasaan ini padamu.


Ponsel Yara jatuh ke atas kasur ketika dia membaca pesan itu. Memang dulu dia pernah sangat menyukai Erdi, mengingat siapa Erdi memang mungkin semua wanita juga akan menyukainya.


"Sayang.."


Deg..


Yara terdiam mendengar suara Fadil yang memanggilnya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2