
"Jangan tinggalkan Yara.."
Deg...
Seketika kedua kelopak mata itu terbuka dengan keringat yang membasahi dahi dan seluruh tubuh Yara. Dia bangun dengan nafas yang terengah-engah. Merasa tidak percaya dengan mimpinya barusan. Dia yang bertemu dengan kedua orang tuanya, hingga Yara yang merasa jika mimpi itu memang nyata. Namun ketika dia bangun, dia tersadar jika semuanya hanya sebuah mimpi saja.
"Bapak, Ibu, kenapa kalian ningalin Yara sendirian disini? Yara tidak kuat dengan semuanya. Yara lelah"
Perkataan kedua orang tuanya yang mengatakan jika Yara harus tetap bertahan dan kuat dengan kehidupannya ini, jelas teringat dalam ingatan Yara. Bagaimana Yara yang saat ini sedang merasa lelah dengan semua yang di jalaninya saat ini.
"Apa aku akan bisa menghadapi semua ini seorang diri? Aku sudah merasa sangat lelah sekarang"
######
Pagi ini Keanu kembali datang ke tempat kos Yara. Dia sengaja datang karena memang ingin menemui Erna yang dia ketahui sebagai teman dekatnya Yara. Keanu ingin mencari tahu tentang keberadaan Yara saat ini. Keanu khawatir dan cemas dengan Yara yang pergi tanpa ada kabar sama sekali. Bahkan nomor ponselnya pun sudah tidak dapat dia hubungi.
"Aku juga tidak tahu kemana Yara pergi, karena dia tidak pernah bercerita apapun padaku sebelum dia pergi. Aku hanya mendapatkan surat darinya saja, dan disana pun dia tidak mencamtumkan kemana dia telah pergi"
Jawaban Erna benar-benar membuat Keanu putus asa sekarang. Dia tidak tahu lagi harus mencari Yara kemana, karena tidak ada informasi yang bisa menjadi petunjuk dimana Yara berada saat ini.
Akhirnya Keanu kembali tanpa mendapatkan informasi apapun. Keanu yang tidak tahu lagi harus mencari keberadaan Yara.
"Aku tahu jika kamu memang tidak bisa mencintai aku. Tapi kenapa harus pergi seperti ini, apa memang kamu tidak mau aku terus mengganggu kamu lagi, Yara"
Keanu menghela nafas pelan, dia tahu jika Yara tidak bisa mencintainya. Tapi Keanu sama sekali tidak pernah menyangka jika Yara akan pergi jauh darinya tanpa meninggalkan jejak apapun.
"Fadil memang sangat bodoh, dia sudah mendapatkan wanita yang memberikan cintanya dengan begitu tulus padanya. Tapi dia malah meninggalkan Yara dengan alasan bosan dan tergoda dengan kecantikan Ajeng"
Jika saja Keanu yang bertemu dengan Yara lebih dulu daripada Fadil. Mungkin dia yang akan mendapatkan cinta Yara yang begitu tulus itu. Tapi kenyataan tetap tidak bisa di rubah. Semuanya sudah di takdirkan oleh Tuhan.
__ADS_1
"Semoga kamu hanya sebentar saja perginya Yara. Segeralah kembali, setidaknya kalaupun kamu tidak mau menerima aku sebagai kekasih kamu dan calon pendamping hidup kamu. Tapi aku akan tetap mau jika menjadi teman kamu, menjadi tempat untuk kamu bercerita dan bersandar"
Entah kenapa Keanu merasa sangat simpati dan peduli pada Yara, apalagi dengan kisah cinta Yara yang begitu menyakitkan.
#######
Seminggu dua kali saja sudah cukup membuat Yara kesakitan yang luar biasa ketika dia harus melakukan kemoterapi yang begitu menyakiti tubuhnya. Baru menjalani dua kali saja, rambutnya sudah mulai rontok, membuat Yara tidak lagi percaya diri dengan penampilannya.
Yara berdiri di depan cermin besar di kamarnya, menatap pantulan dirinya dengan wajah yang pucat dan beberapa helai rambut yang terlepas dari kepalanya ada di tangannya. Yara terdiam melihatnya, setetes air mata jatuh begitu saja di pipinya.
"Sebentar lagi aku akan berubah, semuanya akan terlihat sangat menyedihkan. Sakit ini tidak yakin bisa membuat aku bertahan selama ini"
Yara menhembuskan nafas berat, semuanya terlalu capek dengan semua ini. Terkadang Yara selalu ingin menyerah dengan semua yang terjadi padanya. Semuanya terlalu berat untuk Yara hadapi seorang diri.
Yara mengambil lipstik dan memoleskannya di bibirnya yang terlihat begitu pucat. Tersenyum sendiri saat dia melihat wajahnya yang pucat, namun sedikit lebih baik karena tertutup make up.
Yara tetap menjalani aktivitasnya, meski kondisi tubuhnya yang tidak baik-baik saja. Yara hanya ingin menghabiskan waktunya untuk tetap menjalani aktivitas seperti biasnaya. Karena Yara juga tidak mau menghambiskan sisa hidupnya hanya di rumah sakit dan semua obat-obatan yang harus dia minum dengan rutin. Yara ingin menikmati waktu terakhirnya ini dengan menjalani aktivitasnya setiap hari.
"Ra, kamu gak papa?"
Yara yang tiba-tiba merasa pusing dan sampai hampir terjatuh, beruntung aa Dina yang menahan tubuhnya untuk tidak jatuh ke atas lantai.
"Aku tidak papa, hanya sedikit pusing"
"Yakin? Kok kamu kayak selalu pucet dan selalu terlihat sakit"
Yara tersenyum untuk menenangkan temannya itu. "Aku tidak papa Kak, mungkin karena tadi pagi aku tidak sempat sarapan"
"Yaudah kalau gitu ayo kita makan siang sekarang di kantin. Katanya nanti habis makan siang, akan ada bos dari perusahaan yang bekerja sama dengan Kantor kita ini. Aku jadi penasaran gimana rupanya, yang lain bilang si sangat tampan. Apa iya?"
__ADS_1
Yara hanya tersenyum mendengar ucapan Dina. Dia juga sudah mendengar bisik-bisik teman kerjanya jika akan ada Bos baru dari perusahaan lain yang di gosipkan sangat tampan itu.
"Aku tidak tahu Kak, nanti Kakak lihat saja langsung"
Yara merangkul lengan Dina dan mereka berjalan menuju kantin perusahaan untuk makan siang. Tidak banyak yang makan di kantin perusahaan, karena kebanyakan karyawan yang lain makan siang di luar kantor.
#####
Semua karyawan perusahaan ini sudah di kumpulkan di lobby perusahaan. Semuanya sudah tahu jika mereka harus menyambut Bos besar dari perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan mereka.
"Aku sudah tidak sabar, siapa ya sebenarnya Bos ganteng itu. Apa memang wajahnya setampan di foto"
"Pasti, aku juga sangat penasaran"
"Ya ampun, aku tidak sabar"
Diantara kesibukan orang-orang yang saling berbisik hanya untuk membicarakan orang yang akan datang hari ini ke perusahaan mereka ini. Yara hanya diam dengan wajah menunduk, sebenarnya dia hanya sedang menahan rasa sakit di kepalanya yang kembali menyerang. Belum lagi perutnya yang juga terasa sakit.
Pintu lobby perusahaan itu terbuka dan seorang pria tampan muncul disana dengan balutan jas mahal di tubuhnya. Berjalan tegap masuk ke dalam perusahaan. Wajahnya yang ramah, tersenyum pada setiap orang yang di laluinya.
"Ya Tuhan dia tampan sekali"
"Senyumannya membuat aku meleleh, apa dia sudah punya pacar ya"
"Kalau pun dia belum mempunyai pacar, dia juga tidak akan pernah mau sama kamu"
Pria itu berdiri disana dengan asistennya yang berada di belakangnya. "Selamat siang semuanya, perkenalkan nama saya Keanu. Senang bisa bertemu dengan kalian saat ini"
Bersambung
__ADS_1