Gadis Bayaran Tuan Duren (Duda Keren)

Gadis Bayaran Tuan Duren (Duda Keren)
Pengumuman...


__ADS_3

Assalamu'alaikum para pembaca setiaku semuanya. Maaf kalau tamatnya novel ini mengejutkan kalian semua.


InsyaAllah nanti ada part 2 nya yang akan aku up sekitar pertengah bulan ini, paling lambat akhir bulan. Aku mau menyelesaikan novel aku yang berjudul "Jodoh di Atas Kertas" terlebih dahulu agar tidak keteteran.


Menjalankan dua novel sekaligus rasanya sedikit sulit. Apalagi terkadang aku sampai salah dalam penulisan nama. Biar tidak berantakan aku mau menyelesaikan satu satu terlebih dahulu.


Aku juga sudah mulai mencari ide untuk kelanjutan "Gadis Bayaran Tuan Duren". Tentu saja dengan tema yang berbeda setelah Aksa dewasa dan kembali ke ibukota untuk melanjutkan bisnis sang papa.


Semoga kalian semua bisa mengerti dan sabar menanti. Terima kasih banyak untuk dukungannya selama ini. Kalau ada salah salah mohon dimaklumi karena saya hanya penulis amatiran yang tidak mempunyai bakat apa-apa.


Dapat berinteraksi dengan kalian semua saja sudah Alhamdulillah sekali. Apalagi saat membaca komentar kalian semua, di situlah saya bersemangat untuk terus menulis dan menulis hingga detik ini.


......................


Di bawah ini sedikit bocoran untuk kalian semua 👇


Di kota Busan, hujan turun mengguyur permukaan bumi. Daun-daun berguguran seiring tetesan air yang berjatuhan, jalanan nampak licin sehingga memantulkan penampakkan gedung yang menjulang tinggi. Di saat bersamaan sebuah mobil mewah melintasi jalanan yang tampak sepi karena jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


"Lebih cepat lagi!" seru seorang pria dengan ciri khas suaranya yang serak dan berat.


"Ini sudah di atas rata-rata, tidak bisa dipercepat lagi." sahut pria lainnya yang duduk di bangku kemudi.


Pria yang berada di bangku penumpang itu nampak tengah menekan dagunya, tato yang terlukis indah di punggung tangannya terlihat jelas dengan desain yang cukup menarik. Memiliki manik mata berwarna biru yang cerah dan tajam, alis yang tebal dan hidung tinggi mancung. Ditambah bulu-bulu halus yang menutupi rahang perseginya yang terpahat begitu sempurna, kian terlihat mempesona dengan anting yang menjadi aksesorisnya.

__ADS_1


Pria tampan itu bernama King Aksa Airlangga, putra sulung dari pasangan Arhan Airlangga dan Aina Cecilia yang beberapa tahun lalu dipindahkan ke kota Seoul. Kini dia sudah dewasa dan baru saja menyelesaikan kuliahnya.


Lima jam yang lalu, Aksa baru saja menerima telepon dari ibukota. Dia mendapat kabar dari sang papa bahwa salah seorang adiknya menghilang saat pertukaran pelajar di kota tersebut. Tentu saja hal itu membuatnya panik, sementara jarak yang harus dia tempuh dari kota Seoul ke kota Busan memakan waktu empat jam lebih.


Beruntung Aksa memiliki pergaulan yang cukup luas. Ternyata sejak tiga tahun yang lalu dia sudah bergabung dengan organisasi rahasia tanpa diketahui oleh keluarganya. Dia juga memakai identitas berbeda agar posisinya tidak terlacak oleh orang lain terutama musuh-musuhnya.


Sebelum menuju kota Busan, dia terlebih dahulu menghubungi bawahan dalam organisasinya yang tersebar di kota tersebut. Mereka semua langsung turun tangan mencari jejak gadis yang telah dinyatakan hilang sejak malam kemarin itu.


Setelah menempuh jarak sekitar 325 km, mobil mewah itu tiba di depan sebuah klub malam. Seorang petugas membukakan pintu mobil dan mengembangkan sebuah payung agar Aksa tidak kebasahan.


Dua orang pria berkewarganegaraan Korea menyambut kedatangannya sambil membungkukkan punggung mereka.


"Selamat datang bos muda," sapa mereka berdua bersamaan.


"Aman bos, kami berhasil menyelamatkannya. Tapi keadaannya sedikit mengkhawatirkan, sepertinya dia terpengaruh obat. Para gangster yang menculik gadis itu sudah menjualnya kepada seorang mafia Busan. Beruntung kami tiba disaat yang tepat, tapi kami terpaksa mengurungnya. Sekarang dia ada di kamar nomor 3303." jelas salah seorang pria Korea itu.


Aksa melempar payungnya asal-asalan, kemudian mengayunkan kakinya menuju lobby. Dua orang pria Korea tadi mengikutinya dari belakang dan disusul oleh pria yang tadi mengemudikan mobil mewahnya.


"Apa motif mereka menjual gadis itu?" tanya Aksa santai dengan sebelah tangan tersembunyi di dalam kantong celana, lalu masuk ke dalam lift.


"Perdagangan manusia bos, dia akan dijual kembali ke Thailand. Tapi sebelum itu sudah ada yang memesannya di sini. Parasnya yang cantik jelita memiliki nilai jual yang tinggi. Sangat menjanjikan jika dijual ke tempat pela*curan." jawab salah seorang pria Korea itu.


Aksa mengeratkan rahangnya kuat. "Lalu bagaimana dengan gangster itu?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Dua orang dari mereka berhasil dilumpuhkan, sedangkan yang lainnya berhasil kabur melewati pintu belakang."


"Mafia itu?" Aksa menyipitkan matanya.


"Kami tidak bisa menangkapnya, dia memiliki kekuasaan yang tinggi di tempat ini. Setidaknya dia sudah mau menyerahkan gadis itu pada kita, jadi kita tidak memiliki masalah lagi dengannya."


Saat pintu lift terbuka, mereka mengantarkan Aksa sampai pintu kamar. Tiga orang pria lainnya yang tengah menunggu di depan pintu kamar pun menyapanya sambil membungkukkan punggung.


"Selamat datang bos muda," sapa ketiganya bersamaan.


"Hmm... Terima kasih atas kerja sama kalian, biar aku saja yang mengurusnya." Aksa mengangkat tangannya sambil mengedipkan mata. "Rai, mana penawarnya?" imbuh Aksa kepada pria yang tadi mengemudikan mobilnya.


Rai adalah seorang teman sekaligus asisten pribadinya yang juga berkewarganegaraan Indonesia. Mereka kuliah di universitas yang sama dan menjalin persahabatan hingga detik ini. Rai juga merupakan salah satu tangan kanan Aksa yang selalu setia kepadanya. Bahkan dia lah yang selalu menutupi identitas rahasia Aksa di hadapan opa dan omanya.


Setelah mengambil obat tersebut dari tangan Rai, Aksa mendorong pintu kamar dan menginstruksikan yang lainnya untuk menunggu di luar.


Dalam remang-remang cahaya yang hanya diterangi satu lampu berwarna warm white, Aksa melangkah perlahan mendekati sofa. Seorang gadis berparas cantik nampak tengah berbaring dengan tatapan kosong seperti orang linglung.


Wajahnya yang polos terlihat sangat meneduhkan dengan bibir mungil berwarna merah muda seperti jambu air, mata anggurnya menyipit dengan hiasan bulu mata yang lentik, alis menukik dan hidung lancip bak segitiga siku-siku.


Gadis cantik itu adalah Inara Putri Pradipta, putri semata wayang Hendru Pradipta dan Nayla Syafira yang baru saja selamat dari kekejaman kota Busan.


Cukup sampai di sini dulu ya cuplikan ceritanya, wkwkwk...

__ADS_1


Nanti kita lanjutkan...


__ADS_2