Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
SEDANG APA DIA KEMARI?


__ADS_3

Di perusahaan jansen group, Marvin sedang Meeting bersama kliennya, di damping Ryan asisten pribadinya.


Setelah tanda tangan kontrak, Ryan kembali mengambil berkas di tangan bosnya.


"Terima kasih pak Marvin atas kerja samanya, kami akan mempersiapkan beberapa wanita terbaik di perusahaan kami, untuk menemani pak Marvin" ucap klien Marvin yang baru saja menjalin kerja sama.


Marvin tersenyum mendengar tawaran kliennya, karena seperti bisa dia akan di suguhkan wanita yang terbaik yang akan memuaskan dirinya di atas ranjang, karena Marvin sudah terkenal gonta-ganti teman kencang.


"Seperti biasa sediakan dua wanita tercantik untuk bos kami" sahut Ryan.


"Tapi untuk kali ini, anda tidak perlu repot-repot menyedikan wanita untukku, cukup beri kami kinerja kerja terbaik perusahaan anda" sela Marvin.


"Baik pak Marvin, maafkan kami" ucap klein itu lagi, di balas anggukan oleh Marvin.


Ryan yang melihat bosnya menolak wanita kali ini, membuatnya terkejut.


Setelah pertemuan selesai, Marvin dan Ryan kembali di ruangan Marvin.


Ryan duduk santai di sofa yang ada di dalam ruangan Marvin, "Bos sepertinya ada yang berubah, sepulang Hanny moon" ucap Ryan.


Marvin yang masi berdiri sambil memegang berkas di tangannya, langsung melempar berkas itu ke arah Ryan, "Selesaikan itu" perintah Marvin kemudian berjalan duduk di meja kebesarannya.


Terlihat Marvin senyum-senyum sendiri memikirkan Kirani, "Ryan cari tau kancil kecilku di mana sekarang" perintah Marvin.


"Hemmm... Sepertinya ada yang sedang kasmaran nih" sindir Ryan sambil berdiri.


"Sepertinya kantor cabang di luar kota, butuh pengawasan" ucap Marvin santai namun penuh ancaman.


"Baik bos perintah di laksanakan, saya permisi bos" ucap Ryan dan secepatnya meninggalkan ruangan Marvin.


*******


Kirani mengendari mobilnya dan menuju ke suatu tempat,dia mana setiap bulan Kirani mengunjungi tempat itu.


Beberapa saat kemudian mobil Kirani parkir di depan pantai asuhan, Kirani pun turun dari mobil dan di sambut oleh anak-anak panti yang sudah pasti mengenal dirinya.


Di susul ibu panti yang terburu-buru keluar, karena mendengar anak panti memanggil nama Kirani.


"Eh nak Kirani datang berkunjung" sapa ibu Laila (Nama ibu panti).

__ADS_1


Kirani langsung memeluk ibu Laila, "Maaf bu, Kirani baru bisa datang sekarang" ucap Kirani sambil melepas pelukannya.


"Tidak apa-apa nak, dengar nak Kirani saja sudah menikah kami turut bahagia" sambung ibu Laila.


"Oh yah buk, Kirani bawa oleh-oleh dari bali" ucap Kirani, "Ayo adik-adik pergi ambil barangnya di mobil kakak" sambung Kirani beralih pada anak panti.


Anak panti laki-laki yang besar-besar pergi mengambil oleh-oleh dari Kirani, sementara ibu Laila tersenyum melihat kebahagiaan anak-anka pantinya.


"Ayo nak Kirani masuk dulu, biar anak-anak yang mengurus barangnya" ajak ibu Laila.


"Iya bu" balas Kirani sambil mengikuti ibu panti yang berjalan masuk.


Kirani dan ibu Laila sedang berbicara di ruang tamu, sesekali melihat anak panti yang membagi-baikan oleh-oleh yang di bawa Kirani.


Sementara itu Marvin sedang duduk di kursi kebesarannya, sambil memandangi foto Kirani yang ada leptopnya.


"Kirani bisa-bisanya aku salah menilai kamu selama ini, maafkan aku selama ini selalu menghina dirimu" ucap Marvin.


"Kalau bukan karena uang, kenapa Kirani yang masi mudah dan menjadi idola kampus, mau menikah denganku?, Aku harus mencari tau semuanya" batin Marvin sambil melamun.


"Bos melamun" ucap Ryan sambil menepuk pundak bosnya, membuat Marvin terkejut.


"Maaf bos, takutnya terjadi apa-apa, soalnya sepulang hanny moon bos banyak berubah" sambung Ryan, membuat Marvin menatap tajam dirinya.


"Oh yah bos, saya kesini untuk memberitahu di mana nona Kirani sekarang" ucap Ryan mengalihkan pembicaraan agar Marvin tidak marah.


"Di mana dia sekarang" tanya Marvin.


"Nona Kirani berada di salah satu panti asuhan bos" jawab Ryan.


"Kirim lokasinya di nomorku" sambung Marvin.


"Kenapa bos tidak tanya langsung pada nona Kirani saja" tanya Ryan sambil mengirim lokasi keberadaan Kirani.


"Kamu tidak perlu tau itu Ryan" ucap Marvin sambil melihat lokasi yang di kirim Ryan, Kemudian Marvin tersenyum penuh arti saat melihat panti asuhan di mana Kirani berada.


"Maaf bos" balas Ryan.


"Aku pergi dulu, urus semuanya" ucap Marvin kemudian meninggalkan ruangannya.

__ADS_1


"Baik bos" jawab singkat Ryan.


Setelah kepergian Marvin, Ryan masi berada di ruangan bosnya, "Sepertinya bos sedang kasmaran, tapi aku belum bisa memastikan kalau ada cinta di hati bos yang sekeras batu itu" ucap Ryan menilai perasaan sahabatnya yang menjadi bosnya.


Sementara itu Kirani sedang membantu ibu Laila memasak di dapur dan di bantu beberapa orang di sana.


"Nak Kirani bagaiman kabar mamah kamu" tanya ibu Laila.


"Mamah baik bu" jawab Kirani.


"Setelah pernikahan, apa nak Kirani sudah menemui mereka" ibu Laila kembali bertanya.


"Belum bu" sambung Kirani.


Ibu Laila menghentikan aktifitas dan menghampiri Kirani, "Temui kedua orang tua mu, bagaimana pun merekah adalah orang tuamu" Nasehat ibu Laila sambil mengusap pundak Kirani.


"Kalau mereka orang tua yang baik, mereka tidak mungkin menukar diriku dengan harta" ungkap Kirani dengan nada sedih.


"Nak Kirani sayang, semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, begitu pula orang tuamu, mereka pasti yakin kalau pria yang di pilihnya adalah yang terbaik untuk mu" ucap Ibu Laila lanjut menasehati Kirani.


Kirani langsung memeluk Ibu Laila yang sudah di anggap orang tuanya sendiri, "Iya bu, aku akan segera menemui mereka" ucap Kirani sambil melepas pelukannya, di balas senyuman oleh ibu Laila dan bangga melihat Kirani yang berbakti pada orang tuanya.


"Nak Kirani sepertinya ada yang datang" ucap Ibu Laila.


"Iya bu, ayo kita lihat" sambung Kirani, kemudian berjalan keluar bersama ibu Laila.


Betapa terkejutnya Kirani saat berada di luar dan melihat Marvin sedang bermain bersama anak-anak panti asuhan.


Terlihat Marvin sedang membagi-bagikan makanan pada anak panti dan mengendong salah satu anak panti yang masi kecil.


"Sedang apa dia kemari?" gumam Kirani.


"Pria itu adalah pengusaha dermawan yang selalu menyumbang tiap bulan di panti asuhan ini, beliau juga termasuk penyumbang tertinggi di panti asuhan ini, ternyata beliau datang berkunjung lagi" ungkap ibu Laila.


Kirani hanya tersenyum melihat ibu Laila, tapi belum mengatakan kalau pria itu suaminya.


Marvin kemudian melihat Kirani yang melihatnya, membuat tatapan mereka bertemu.


"Ayo semuanya bermain di sana dulu, om menemui ibu panti dan tante cantik yang berdiri di sana" ucap Marvin dengan tatapannya masi tertuju pada Kirani yang menatapnya juga.

__ADS_1


"Baik om" ucap anak-anak panti itu, kemudian semua berlari meninggalkan Marvin.


__ADS_2