
Azka dan Nela mengantar Gala ke rumah Marvin, setelah itu mereka pulang dan ternyata hari sudah malam.
"Nela, apakah kamu menyesal menikah dengan ku" tanya Azka sambil fokus mengemudikan mobilnya.
"Kamu bilang apa sih Azka, justru aku sangat bahagia dan seperti nya hidupku sangat sempurna, meski tidak bisa di pungkiri ada luka masa lalu yang menyakitkan" tutur Nela.
"Apa sekarang luka itu masi ada Nela" Azka kembali bertanya.
"Luka itu pasti akan selalu ada Azka, tapi aku juga harus melupakannya agar aku bisa merasakan ketulusan suamiku" ungkap Nela.
Pernyataan Nela membuat Azka melihat Nela, "Kalau begitu kita langsung pulang" balas Azka dan di balas anggukan oleh Nela.
Setelah beberapa saat, mobil Azka sudah sampai di rumahnya dan Azka segera turun, kemudian membuka pintu untuk Nela.
"Turun lah Nela" ucap Azka.
"Azka apaan sih, biasa aja" ucap Nela sambil turun dari mobil.
Azka kemudian merangkul pundak Nela, "Ayo kita masuk Istriku" bisik Azka, membuat Nela mencubit perut nya.
"Aaauh sakit Nela" ucap Azka.
"Biarin" balas Nela sambil tertawa.
Mereka sudah sampai di depan rumah, "Kok gelap sih, inikah masi jam delapan" ucap Nela sambil melihat jam di pergelangan tangan nya.
"Masuk saja, mungkin listrik nya habis" canda Azka.
"Azkaaa" balas Nela.
Azka kemudian membuka pintu dan terlihat beberapa lilin yang menyala, di sertai kelompok bunga mawar yang berhamburan di jalan naik tangga, suasananya begitu romantis di tambah bunga mawar yang ada di sudut rumah itu.
Nela langsung menatap Azka, "Apa ini Azka?" tanya Nela terkesima.
"Kamu pernah bilang kan ingin penyambutan yang romantis" jawab Azka.
"Ini terlalu sweet Azka, jadi pengen nangis" tutur Nela.
"Ayo kita naik Nela" ucap Azka sambil mengulurkan tangannya untuk menggandeng Nela.
"Azka ini bukan sikap mu, ini terasa asing" ucap Nela.
__ADS_1
Azka hanya tersenyum, lalu mengandeng pinggang Nela naik ke atas.
"Sekarang akan aku tunjukkan, sikapku sebagai kekasih padamu istriku" bisik Azka.
Hati Nela menjadi meleleh mendengar ucapan Azka dan membuat pipinya menjadi merah.
"Azka jangan berlebihan, kan jadi aneh" balas Nela.
"Tenang saja, nanti juga kamu terbiasa dengan sikapku" ucap Azka.
Setelah sampai di depan pintu kamar, Azka tidak langsung membuka pintu nya dan menghentikan langkah nya.
Azka dan Nela berdiri di antara pintu kamar Azka dan pintu kamar Nela, yang bersebelahan.
"Nela sebelum kita ke kamar, aku ingin mendengar jawaban mu?" tanya Azka.
"Katakan saja Azka, apa?" ujar Nela.
"Apa saat ini kamu sudah bersedia menjadi istriku, apa hubungan kita yang berubah sebagai suami dan istri akan membuatmu nyaman" tanya Azka dengan lembut.
"Azka dengar yah, di saat aku memutuskan menikah dengan mu, itu berarti aku sudah siap dengan status kita yang baru nanti nya" jawab Nela dengan tegas.
"Kalau begitu, sebagai suami apa aku bisa memintamu tinggal di kamar ku" tutur Azka dengan ragu.
"Nela tunggu" cegah Azka, tapi Nela sudah membukanya dan melihat kedalam.
Ternyata Azka juga sudah menyuruh orang untuk mendekor kamarnya sangat romantis bak kamar pengantin, yang penuh dengan kelopak bunga mawar yang berbentuk love di ranjang, di sertai lilin kecil yang berada di sudut kamar itu.
"Azka, kapan kamu menyediakan semua ini?" tanya Nela dengan mata berkaca-kaca, karena terharu dengan keromantisan Azka.
Azka kemudian menggenggam tangan Nela, "Istriku kamu tidak perlu tau itu, aku hanya ingin membuat nyaman di sisiku itu saja" ucap Azka.
Nela langsung memeluk Azka, "Azka kamu tidak perlu melakukan apapun, karna setiap bersama mu aku sudah sangat nyaman" ungkap Nela, Azka kemudian mengusap kepalanya.
Nela melepas pelukannya, "Azka sekarang kamu mandi" ucap Nela.
"Oke istriku" balas Azka.
***
Beberapa saat kemudian Azka dan Nela sudah selesai mandi, Nela sedang duduk di depan meja rias dengan memakai jubah mandi.
__ADS_1
Sementara Azka baru saja masuk kamar dengan membawa sepiring makan, "Nela kita makan dulu" ucap Azka sambil berjalan duduk ke sofa.
"Iya nih Azka, kebetulan aku lapar" ucap Nela, lalu berjalan ke duduk kesamping Azka.
"Buka mulut mu" ucap Azka sambil menyuapkan makan ke mulut Nela.
Nela membuka mulutnya dan memakan nya, "Hmmm... enak banget" ujar Nela sambil menaikan jempol nya.
Azka kemudian melihat sisa makan di bibir Nela, "Aduh Nela, makanya kok berantakan" ucap Azka mendekati Nela, sambil mengusap pinggir bibir Nela dengan jempolnya.
Jarak dia antara keduanya sangat dekat, membuat keduanya sama-sama terdiam.
Azka tidak berfikir panjang lagi, dia langsung mencium bibir Nela dengan lembut, Nela reflek memejamkan matanya, menikmati ciuman Azka dan perlahan membalas ciuman Azka, yang membuat aksi mereka menjadi panas dan berbaring di atas sofa.
Azka yang merasakan Nela tidak menolak dan malah membalas aksinya, tangan Azka mulai menarik pengikat jubah mandi Nela dan meraba bagian dada Nela, yang selama ini membuatnya menegang.
Azka melepas ciumannya, lalu turung ke lehernya, "Nela apa kamu tidak keberatan jika aku menginginkan lebih dari ini?" tanya Azka dengan berbisik di telinga Nela.
Nela yang melayang dengan aksi Azka, hanya bisa mengangguk lemah, membuat Azka tersenyum puas.
Azka kemudian menghentikan aksinya dan langsung mengangkat Nela keranjang ala bridal style.
Azka membaringkan Nela dengan lembut di atas ranjangnya, yang penuh dengan kelompok bunga mawar dan tidak pernah mengalihkan pandangan nya dari mata Nela.
Azka melepas seluruh pakaiannya dan terlihat lah senjatanya yang sudah menegang siap tempur, di tabah otot-otot Azka yang kekar menambahkan aura kejantanannya semakin perkasa.
Nela yang melihat semua itu, tentu sangat tergoda apalagi Nela sudah lamah tidak pernah melakukan nya.
Azka tidak berfikir panjang lagi, dia langsung melepas jubah mandi Nela yang sudah terbuka, hingga terlihat buah kenyal Nela yang sudah menantang, Azka langsung menikmati pemandangan indah di depan nya.
Azka menelusuri setiap inci tubuh Nela, yang membuat nya penasaran selama ini dan menjilati bagian sensitif Nela.
Setelah Azka sudah puas dan Nela juga sudah tidak berdaya, Azka mulai melakukan penyatuan nya sementara tangannya menggenggam jemari Nela.
Selama aksi Azka berlangsung, dia tidak pernah mengalihkan pandangan nya dari mata Nela yang terlihat menikmati aksinya.
Cukup lama Aksi kedua Insan manusia itu berlangsung dan Azka benar-benar puas bisa memiliki jiwa raga Nela seutuhnya malam ini.
Setelah cukup lama permainan mereka, Azka mulai mempercepat permainan nya, pada akhir nya keduanya melakukan pelepasan yang begitu luar biasa.
Azka kemudian mencium kening Nela, "Sayang terimakasih, akhirnya aku memilikimu seutuhnya" ucap Azka lalu turun dari tubuh Nela.
__ADS_1
"Azka aku mencintaimu" ungkap Nela dengan lemas.
Azka yang mendengar penyataan Nela, langsung memeluk tubuh Nela dengan erat, seakan tak ingin di lepaskan.