
Hari ini di sekolah Azka dan Nela, para murid pulang lebih cepat dari biasanya, jadi Azka dan Nela bermain bersama menunggu sopir jemputan mereka.
Dari arah jauh Steven melihat pergerakan Azka dan Nela, setelah beberapa saat Steven kemudian mendekati mereka.
"Hei Nela" panggil Steven.
"Om Steven kok di sini?" tanya Nela.
"Ini Om ada coklat untuk kalian" jawab Steven sambil memberikan coklat pada Azka dan Nela.
Azka dan Nela mengambilnya, membuat Steven tersenyum haru melihat putranya, "Nela, Azka apa kalian mau ikut dengan Om, kita pergi jalan-jalan" ajak Steven.
"Gak mau Om" jawab cepat Azka.
"Iya aku mau Om" jawab Nela.
"Tapi Nela, kata papah kita gak boleh ikut dengan orang asing" ucap Azka.
"Tapi Azka, Om Steven bukan orang asing, aku sering kok jalan-jalan sama Om Steven sebelumnya" timpal Nela.
"Iya Azka, kita jalan-jalan sebentar, nanti Om yang telpon papah dan mamah kamu" bujuk Steven.
kemudian kedua anak yang masih polos itu, akhirnya menurut naik ke mobil Steven.
Steven bahagia melihat Azka dan Nela mau ikut dengannya, apa lagi sekarang Azka dan Nela sedang bermain bersama dan tidak mau berhenti bicara.
Beberapa saat kemudian mobil Steven sampai di sebuah taman bermain, Nela dan Aska langsung berhamburan bermain bersama.
Steven mengikuti anak-anak itu dan menemani bermain bersama, Nela dan Azka tertawa lepas membuat air mata di sudut mata Steven menetes haru.
Steven mengusap air matanya, "Ini sangat lucu, anak yang pernah aku sia siakan selama ini ternyata bisa membuatku meneteskan air mata" gumam Steven.
*********
Sementara itu di perusahaan Jansen group, Marvin sedang berada di rungan nya, tapi tiba-tiba Ryan masuk dalam ruangan Marvin dengan terburu-buru tampa mengetuk pintu.
"Ada apa Ryan?" tanya Marvin.
"Bos aku ada fakta yang mengejutkan tentang Steven Ricardo" ucap Ryan.
__ADS_1
"Apa itu Ryan?" balas Marvin.
"Ternyata Steven adalah mantan pacar nya Zara" ungkap Ryan.
"Sudah kuduga, kalau kehadirannya bukan sekedar kerja sama" ujar Marvin.
Dari arah pintu datang lah Kirani dan Zara secara bersamaan.
"Nela hilang" ucap Kirani.
Azka hilang" ucap Elmira bersamaan.
membuat Kirani dan Elmira saling menatap, lalu melihat ke arah Marvin dan Marvin terlihat khawatir.
"Apa Nela dan Azka hilang saat bersamaan?" ucap Marvin, sementara Kirani dan Zara sudah sama-sama terisak.
"Ryan, cepat cari di mana Nela dan Aska sekarang karena aku yakin kalau mereka pasti di bawah dengan satu orang yang sama" perintah Marvin, Ryan segera meninggalkan ruangan Marvin.
"Kalian jangan khawatir, kita pasti menemukan anak-anak" ucap Marvin untuk menenangkan kedua wanita di depan nya.
Saat ini Marvin, Kirani dan Zara sedang mencari anak-anka sementara Ryan yang mengemudikan mobilnya, keempat orang yang ada di mobil itu semua terlihat khawatir.
Tiba-tiba Ryan mendapat kabar dari anak buahnya lewat sambung bluetooth yang menempel di telinganya, tentang mobil yang membawa Azka dan Nela pergi dari sekolah.
"Cepat cari tau, dimana mobil itu berada sekarang" perintah Ryan.
Sementara itu Steven sedang asik bermain bersama Azka dan Nela, hingga dia lupa mengabari Kirani kalau Nela dan Azka bersama nya.
Steven segera mengambil HPnya tapi ternyata HPnya mati, "Sial" ucap Steven.
Steven kembali bermain dengan Azka dan Nela.
Sementara mobil Marvin akhirnya sudah sampai di taman bermain di mana mobil Steven berada, Marvin, Kirani dan Zara segera turun lalu mencari sekeliling tempat itu.
Setelah beberapa saat pencarian, mata mereka bertiga tertuju pada Nela dan Azka sedang bermain dengan seorang pria.
Zara langsung menghentikan langkahnya, "Steven" ucap Zara ragu lalu menggeleng mundur.
Zara hampir saja terjatuh, untuk saja Marvin segera menangkapnya, "Apakah pria itu adalah ayah biologis Azka" tanya Marvin untuk memperjelas.
__ADS_1
"Iya Vin, dia Steven 8 tahun yang lalu meninggalkan ku bersama bayi yang ku kandung" jawab Ryan.
Steven sekarang melihat Zara yang melihat nya, membuat tatapan mereka bertemu.
Kirani yang mendengar kan pembicaraan Zara dan Marvin membuat nya menggeleng tidak percaya.
Steven kemudian menghampiri ketiganya, membuat Marvin maju satu langkah, "Tuan Steven tau kan yang anda lakukan adalah salah" ucap Marvin dengan menatap tajam pada Steven.
"Maafkan saya tuan Marvin, yang saya lakukan memang salah, tapi saya terlalu asik bermain dengan anak-anak jadi saya lupa mengabari Kirani kalau putrinya bersama dengan ku" jelas Steven.
Marvin sebenarnya ingin marah dengan apa yang di lakukan Steven, tapi dia sadar kalau yang di lakukan Steven hanya ingin menghabiskan waktu bersama putranya, jadi Marvin menurunkan emosi nya.
Sementara Zara tidak pernah berhenti menatap tajam pada pria yang pernah meninggalkan nya di saat mengandung Azka, hingga Zara tidak sanggup menahan perasaannya yang bercampur aduk dan membuat nya berlari meninggalkan tempat itu.
Steven ingin sekali mengejar Zara, tapi dia berada di depan Marvin yang setahunnya adalah suaminya Zara, jadi dia mengurungkan niatnya untuk mengejar Zara.
Marvin menatap tajam pada Steven, "Apa lagi yang kamu tunggu kejar dia sekarang" surah Marvin.
Steven sekarang menyadari kalau Marvin sudah mengetahui semuanya dan dia tidak berfikir lagi langsung saja mengejar Zara.
Kirani kemudian menghampiri suaminya, "Sayang ayo kita temani anak-anak bermain" ucap Kirani sambil mengandeng lengan Marvin.
"Ayo sayang" balas Marvin lalu mencium Kepala Kirani sambil berjalan.
"papah, Tante" panggil Azka.
"Papah, Mami" panggil Nela saat mereka melihat Marvin dan Kirani.
"Kalian lanjutkan permainan kalian, biar papah yang temani di sini" ucap Marvin, kemudian Azka dan Nela kembali bermain.
"Sayang aku tidak menyangka kalau pria yang selalu ini membantu ku, ternyata mantan pacar nya Zara dan Bapak dari anaknya" tutur Kirani.
Marvin merangkul pundak istrinya, "Aku juga tidak menyangka bahwa bapak dari anak yang sudah aku anggap putraku selama ini, ternyata sering membantu istri dan putriku, saat aku tidak ada dalam delapan tahun di hidup mu?" balas Marvin panjang lebar.
Sementara Zara berlari di tempat tidak ada orang yang lewat dan belum menyadari kalau Steven mengikuti nya.
"Zara" panggil lembut Steven.
Zara menoleh, "Steven setelah apa yang kamu lakukan pada ku, kamu masih berani muncul di hadapan aku dan Azka" caci maki Zara untuk meluapkan sakit hatinya selama ini pada Steven yang meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1
"Zara maafkan aku, katakan saja apa yang ingin kamu katakan karena aku memang salah" ucap Steven.