Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
WILL YOU MARRY ME


__ADS_3

Elmira melihat dress pemberian Ryan dan mengukur di badannya, "Ini sangat cantik" ucap Elmira dan secepatnya memakainya.


Elmira terlihat cantik dan manis dengan dress selutut pemberian Ryan dan sangat pas dengan kepribadiannya yang kalem, di tambah sepatu yang menambah kecantikan.


Kecantikan Elmira semakin terpancar dengan rambutnya yang di urai, sangat terpancar aura seorang model terkenal.


Elmira kemudian ikut bersama sopir yang di utus Ryan dan Elmira juga tidak banyak bertanya, dia hanya yakin kalau Ryan pasti akan memberinya kejutan.


Setelah beberapa saat kemudian mobil menuju kawasan puncak dan tidak terasa hari sudah mulai sore.


Pada akhir nya mobil berhenti di sebuah bukit yang terbuka dan memperlihatkan pemandangan yang sangat indah, tempat itu pun sudah di dekor dengan berbagai macam bunga yang sangat indah.


Elmira turun perlahan dari mobil setelah sopir membukakan nya pintu mobil dan Elmira melihat Ryan sedang berdiri menghadap belakang.


Ryan kemudian menoleh saat menyadari Elmira sudah datang dan melihatnya, membuat pandangan mereka bertemu.


Keduanya pun saling tersenyum lalu Ryan merenggangkan kedua tangan nya kemudian Elmira setengah berlari dan langsung memeluk Ryan dengan erat.


Ryan kemudian membalas pelukan Elmira dan mereka menikmati angin sore.


Elmira melepas pelukannya, "Tempat ini sangat indah, aku suka" ucap Elmira.


"Sayang coba liat ke arah sana" ucap Ryan sambil menunjuk pesawat Helikopter. Elmira terlihat bingung tidak mengerti.


"Ayo sayang kita keliling udara" ajak Ryan sambil menarik tangan Elmira.


Elmira tersenyum, "Keliling udara, kok ke dengarkan nya lucu" gumam Elmira.


Ryan dan Elmira kemudian naik ke pesawat helikopter tersebut dan memakai headset mikrofon versi yang di pakai di dalam Helikopter.


Perlahan-lahan helikopter itu terbang ke udara, sementara Elmira tidak pernah berhenti tersenyum melihat pemandangan yang indah dari atas udara.


"Sayang kamu suka?" tanya Ryan sambil melihat wajah bahagia Elmira.


"Iya kak Ryan aku suka, tempat ini sangat indah" jawab Elmira masi melihat sekeliling.


"Apa kamu melihat konferensi persnya Marvin tadi, sepertinya ada yang kalah taruhan" sindir halus Ryan.


Elmira langsung memeluk lengan Ryan, "Iya sayang aku ngaku kalah, sekarang aku percaya rumah tangga akan indah pada waktunya" ucap Elmira sambil bersandar di lengan Ryan.

__ADS_1


Ryan mengusap kepala Elmira, "Kalau sekarang kamu sudah mengaku kalah, coba lihat kebawah" ucap Ryan.


Elmira kemudian melihat kebawah dan melihat sebuah ukiran bunga dan balon yang tertulis "Will you marry me" sangat besar.


Elmira benar-benar takjub dan terharu dengan lamaran Ryan padanya, tubuhnya membeku tidak bisa berkata apa-apa sakin bahagia nya, "Ryan" panggil Elmira sambil melihat Ryan dengan mata berkaca-kaca.


Ryan kemudian mengambil kotak kecil di saku celananya lalu membukanya dan terlihat cincin berlian yang sangat mewah yang bernilai miliaran, "Will you marry me Elmira" tanya Ryan.


"Yes" jawab Elmira dengan terharu sambil mengangguk.


Ryan yang sudah menunggu persetujuan Elmira selama 8 tahun, akhirnya bisa mendengarkan kata iya dari mulut Elmira.


Ryan langsung menangkap rahan Elmira lalu mencium bibinya dengan lembut, dan tidak peduli dengan dua orang yang ada di depan.


********


Sementara itu Kirani sedang menunggu Marvin pulang dan duduk di depan putrinya, yang sedang duduk bersandar di tempat tidurnya.


"Mam di mana Om tampan?" tanya Nela.


"Sebentar lagi dia akan datang sayang" jawab Kirani.


"Ini untuk gadis manisnya om" ucap Marvin sambil memberikan mainan boneka yang di bawanya.


"Makasih Om tampan" ucap Nela lalu mengambil mainan yang di berikan Marvin.


Marvin kemudian mencium kening Nela lalu menatap Kirani tampa berkedip.


Tiba-tiba pintu di buka seseorang ternyata yang datang adalan Mario dan Intan, membuat Marvin merubah ekspresi wajahnya menjadi datar dan sulit di artikan.


Marvin dan Mario saling menatap dengan tajam, karena ini pertemuan pertamanya mereka setelah 8 tahun yang lalu, saat terakhir Mario tau kalau Marvin yang ingin menghancurkan perusahaannya.


Kirani menjadi panik dan berfikir keras agar tidak terjadi keributan, "Pah, Mah kalian sudah datang, sebaiknya kami pulang dulu" pamit Kirani sambil menarik tangan Marvin.


Tapi Marvin melepas tangan Kirani di lengan nya dan masi menatap tajam pada Mario, begitu pula sebaliknya, membuat Kirani dan intan khawatir.


Perlahan-lahan Marvin mendekati pria yang menjadi mertuanya tersebut dan saat sampai di depan Mario, semuanya terkejut melihat Marvin langsung mengambil tangan Mario lalu menciumnya.


"Pah maaf kan Marvin, saat itu saya tidak bisa berdaya" ucap Marvin.

__ADS_1


Mario tersenyum penuh bangga melihat Marvin bisa berubah dan tidak gengsi untuk meminta maaf pada seseorang.


"Sudahlah nak Marvin, yang berlalu biarlah berlalu" timpal Mario lalu mengusap lengan Marvin.


"Mah, pah karena kalian sudah ada di sini, jadi kami keluar dulu sebentar" izin Kirani.


"Iya nak, kalian boleh pulang saja dulu, kan ada kami yang jaga Nela" sahut intan.


Kirani kemudian menoleh melihat Putri nya, "Nela sayang, Mami dan Om pulang dulu yah, karena di sini sudah ada nenek dan kakek" pamit Kirani


"iya Mam" jawab Nela


Marvin dan Kirani akhirnya meninggalkan rumah sakit dan menuju rumah utama, pada akhirnya mereka sudah sampai dan langsung naik di kamar ku.


"Marvin" panggil Kirani.


"Iya sayang, ada apa?" jawab Marvin dengan lembut.


"Sejak kapan kamu tau, kalau aku tidak pernah merubah identitas ku selama ini" tanya Kirani penasaran.


"Sayang kamu lupa kalau suamimu ini adalah Marvin Jansen, tentu tidak ada hal yang bisa di sembunyikan dariku" jawab Marvin membanggakan dirinya.


Kirani kemudian memegang lengan Marvin, "Iya sayang aku percaya kalau suamiku memang hebat, bahkan konferensi pers saja berasa liat presentasi" canda Kirani.


Marvin menjadi gemes pada Istrinya dan langsung mengangkatnya naik ke atas ranjang, lalu menindih tubuh kecil Kirani.


"Sayang kamu mau ngapain" tanya Kirani,.


"Tidak istriku, aku hanya ingin bermain-main sebentar" ucap Marvin.


Marvin mulai mencium bibir Kirani dengan lembut, "Sayang kamu tau kenapa aku bisa curiga, kalau kamu belum pernah menikah lagi" ucap Marvin di selah ciumannya.


Kirani yang sudah terbawa suasana dengan cium Marvin, hanya bisa mengangguk lemah menahan gejolak panas yang menjalar di tubuhnya.


"Karena wanita yang sudah pernah menikah pasti akan berbeda di bagian intimnya, sedangkan bagian intim kamu masi sangat sempit bagaikan Virgin kembali" jelas Marvin.


Kirani kemudian mengalungkan tangannya ke leher Marvin, "Om CEO ku memang sangat jenius" puji Kirani.


"Sekarang aku tanya, kenapa bisa kamu tidak tertarik dengan pria-pria Bule yang ada di luar negri" tanya Marvin.

__ADS_1


"Karena pria-pria bule di luar sana tidak akan mungkin bisa menungguku selama 8 tahun" jawab Kirani.


__ADS_2