
Marvin menatap kepergian Karin hingga tidak terlihat lagi, kemudian Ryan mendekati bosnya.
"Wanita itu sangat mirip dengan Kirani" ucap Ryan.
"Dia memang Kirani" ujar Marvin tidak menata Ryan.
"Kenapa bos membiarkan nya pergi" tanya Ryan bingung.
"Saya hanya mengikuti permainannya, pasti Kirani punya alasan kenapa harus bersembunyi dariku" jelas Marvin.
"Kenapa tidak langsung menanyakan padanya bos" Ryan kembali bertanya.
"Karena Kirani keras kepala" jawab Marvin lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
"Saya harus mencari tau sebenarnya" batin Ryan.
Sementara itu Karin sudah sampai di kantor, "Yanti tinggal kan saya sendiri" perintah Karin.
"Baik nyonya" ucap Yanti lalu berjalan keluar.
Karin kemudian duduk di kursinya dan mengambil foto Marvin di lacinya dengan mata berkaca-kaca, "Om CEO, aku baru saja ingin mengatakan kalau kamu mempunyai seorang putri yang lucu, tapi ternyata kamu sudah menikahi Zara jadi biarlah semuanya aku tutup rapat-rapat seperti 8 tahun yang telah berlalu" tutur Karin di sela isak tangisnya sambil mengusap foto Marvin.
"Aku harus mempertimbangkan tawaran Marvin, kalau aku menghindar, dia akan curiga padaku" ucap Karin lalu mengusap air matanya.
**********
Elmira baru saja selesai syuting, dia keluar dari sebuah gedung di dampingi asistennya.
"Elmira" panggil seorang pria.
Elmira kemudian menoleh, "Ryan kamu di sini" balas Elmira.
"Kamu ada waktu, kita makan siang bersama" ajak Ryan.
Elmira lalu melihat asistennya, "kamu duluan saja" ucap Elmira dan asistennya berlalu menuju mobilnya.
Ryan kemudian membukakan Elmira pintu mobilnya, "Silahkan naik adik manis" ucap Ryan.
Elmira tersenyum mendengar panggil Ryan padanya yang tidak pernah berubah, meski 8 tahun telah berlalu, kemudian masuk ke dalam mobil Ryan.
__ADS_1
"Ada apa kak Ryan menemui aku" tanya Elmira saat berada di dalam mobil.
"Aku kangen dong Ra, uda lama kan kita tidak menghabiskan waktu bersama" ujar Ryan sementara fokus mengemudikan mobilnya.
"Jadi kita mau kemana kak?" tanya Elmira santai.
"Ke apartemen aku saja Ra biar lebih nyaman" balas Ryan lalu melirik Elmira.
"Ya udah, lagi pula aku gak ada syuting lagi" ujar Elmira.
Beberapa saat kemudian mobil Ryan sudah sampai dan keduanya pun segera naik ke apartemen Ryan, Ryan langsung melepas jasnya.
"Kamu mau makan apa Ra?" tanya Ryan pada Elmira yang sedang duduk di sofa sambil memencet HPnya.
"Seperti biasanya aja kak" jawab Elmira.
"Tunggu yah Elmira aku masakin" ucap Ryan sambil menarik lengan bajunya ke atas, lalu berjalan ke dapur.
Elmira tersenyum dan menyimpan HPnya di atas meja, lalu mengikuti Ryan ke dapur, "Biar aku bantu yah" sahut Elmira yang sudah berdiri di samping Ryan.
"Yah sudah cuci ini" ucapnya sambil memberikan daging dan sayur pada Elmira.
Ryan pun memasak dengan serius, sementara Elmira sedang duduk depan meja makan, sambil memandang Ryan tampa berkedip.
membuat Elmira tersenyum, "Apa sekarang ada yang marah, kalau aku suka sama kakak?" tanya Elmira masi menatap Ryan.
Ryan akhirnya selesai memasak dan mengangkat makanan yang sudah dia masak di atas meja, "Elmira tidak akan ada orang lain, karena aku selalu menunggu dirimu, sampai kamu siap menikah dengan ku" jawab Ryan sambil duduk dan mengelus pipi Elmira dengan lembut.
Elmira menjadi bingung harus jawab apa, dia kemudian mengalihkan pembicaraan, "Apa masakan nya sudah selesai, emmm kelihatannya sangat enak" ucap Elmira sambil melihat semua makanan di atas meja.
Ryan hanya tersenyum melihat Elmira yang mengalihkan pembicaraan nya, "Ayo kita makan dulu" ujar Ryan.
Keduanya pun makan bersama, "Enak kali yah, nikah ama kak Ryan yang pintar masak, jadi aku gak peluh masak nantinya" ucap Elmira sambil menikmati makanannya.
"Lain cerita kalau kita uda nikah nantinya Ra, kamu yang harus siapin aku makan setiap pagi, dan menyiapkan semua keperluanku" balas Ryan sambil memberikan makanan ke piring Elmira.
"Kamu cari istri atau pembantu sih, makin gak kepikiran nikah" ucap Elmira sedikit sebel.
"Bercanda sayang" ujar Ryan, "Habiskan makannya" sambung Ryan.
__ADS_1
Setelah keduanya makan, Ryan dan Elmira duduk di sofa ruang tamu, "Elmira aku ingin menanyakan sesuatu padamu" tanya Ryan berubah serius.
"Apa kak" ucap Elmira santai.
"Kamu kan paling dekat dengan dunia Fashion, apa kamu pernah melihat sosok Desainer Miss Karin" tanya Ryan.
"Aku belum pernah melihatnya, karena kabar yang beredar beliau adalah orang yang tertutup, tapi aku sering memakai karyanya dan aku salah satu pecinta desain nya" jelas Elmira.
"Mau tau fakta baru tentang dia, kamu pasti akan terkejut" sambung Ryan
"Memangnya ada apa kak?" tanya Elmira penasaran.
"Lihat ini, ini hasil wawancara tadi yang di tayangkan secara eksklusif oleh media ternama" ucap Ryan sambil memperlihatkan video wawancara Karin hari ini.
Elmira langsung menutup mulutnya, "Kirani" ucap Elmira dengan mata berkaca-kaca, karena dia juga tidak tau kalau desainer terkenal Miss Karin adalah Kirani.
"Benar, kamu juga langsung menebak wanita itu Kirani, tapi anehnya dia mempunyai sikap yang berbanding terbalik dengan Kirani dan dia tidak mengenal Marvin" jelas Ryan.
Elmira sedang melihat video itu, karena semalam Kirani tidak berubah saat bertemu dengannya, hanya penampilan nya saja yang berubah, berarti menurut pemikiran Elmira, Kirani pasti merencanakan sesuatu.
"Iya benar dia mirip Kirani, tapi kan kamu bilang sikapnya sangat berbeda, bisa jadi dia dua orang yang berada" pendapat Elmira mencoba menutupi Karin sebenarnya.
********
Malam hari di rumah Marvin, Marvin sedang duduk bersandar di ranjang sambil melihat video wawancara Kirani di laptopnya.
"Kirani kamu bisa merubah semua yang ada di diri kamu, tapi kamu tidak bisa menyembunyikan cinta di matamu itu, kalau kamu masi mencintaiku" ucap Marvin
Tiba-tiba pintu di kamar Marvin di buka seseorang, ternyata Azka, "Papah belum tidur" tanya Azka lalu berlari menuju Marvin.
Marvin langsung menutup leptop nya dan menangkap Azka dan memangku nya, "Jagoan papah ada apa sayang?" tanya Marvin pada Azka.
"Pah lihat nilai Azka, Azka hebat kan pah" ucap Azka memperlihatkan kertas catatan nya pada Marvin.
"Jagoan Papa memang hebat, pertahankan yah sayang" puji Marvin pada Azka.
"Pah Azka mau cerita, Azka punya teman baru di sekolah namanya Nela, aku suka main sama Nela pah" cerita Azka, membuat Marvin terdiam sejenak karena mendengar nama Nela, Nama yang sama yang membuatnya merasakan sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
"Ya sudah, jagoan papah harus tidur karena besok harus sekolah" ucap Marvin
__ADS_1
"Iya pah" ucap Azka kemudian keluar dari kamar Marvin.
"Nela.... kenapa aku merindukan anak itu, ini sangat aneh" pikir Marvin sambil menatap lurus ke depan.