Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
ISTRINYA MARVIN


__ADS_3

Kirani mondar-mandir dan terlihat gelisah memegang Hpnya, antara ingin menghubungi Marvin atau tidak.


Tiba-tiba HPnya berdering, Kirani segera melihatnya, ternyata pesan dari Marvin.


"Sayang, malam ini aku pulangnya terlambat, soalnya ada acara" isi pesan Marvin.


Kirani yang membaca isi pesan suaminya, membuatnya sangat sedih, "Bodoh banget sih gue, ngapain coba gue harus kaya gini?" gumam Kirani sambil melempar HP-nya di atas kasur, lalu berbaring telentang di atas ranjangnya.


Kirana terlihat berfikir lalu berdiri memakai kimono tidurnya, untuk menutupi tubuhnya yang transparan, karena lingerie yang dia pakai.


Kirani kemudian mengambil kembali HP-nya di atas kasur, lalu menghubungi Elmira.


"Halo Ra, siapkan teman-teman sekarang, malam ini kita berpesta di klab biasa" ucap Kirani.


"Siap Rani" suara Elmira di sebrang telepon.


Kirani lalu mematikan sambungan teleponnya, sambil menatap lurus ke depan.


Kirani segera menganti pakaiannya, dengan berpenampilan seksi seperti biasa saat ingin klab malam.


Dengan rambut di gerai lurus dan Kirani memakai sepatu bot nya, sambil mengunyah permen karet, kemudian berjalan turun tangga dan menuju ke mobilnya.


Kirani segera mengemudikan mobilnya menembus jalan ibu kota yang gemerlap.


Sementara di salah satu klab malam ternama, Marvin, Ryan, Zara dan juga teman-temannya yang juga seorang pengusaha sukses, sedang menikmati pesta bersama.


Marvin terlihat duduk bersandar di sofa sendiri, tidak seperti biasanya jika berpesta dia selalu di dampingi cewek-cewek seksi.


Zara yang melihat Marvin duduk sendiri, kemudian menghampirinya dan duduk di sampingnya.


"Vin ternyata kamu benar-benar berubah yah?" tanya Zara lalu meneguk wine di gelasnya.


Marvin menoleh melihat Zara lalu mengangkat gelasnya, "Nikmati pestanya Zara" ucap Marvin kemudian meneguk wine di gelasnya.


Zara yang melihat sikap dingin Marvin, tidak merasa sedih karena dia sudah sangat kenal sikap sahabatnya itu. Kemudian Zara berdiri dan berjoget bersama teman-temannya.

__ADS_1


Dari arah jalan masuk klab malam tersebut, datanglah Kirani dan Elmira bersama teman-temannya yang tentu semuanya cewek-cewek, terlihat Kirani yang berjalan paling depan.


Kedatangan mereka menjadi perhatian pengunjung klab, termasuk teman-teman Marvin, membuat Zara terkejut dengan pergaulan Kirani sebenarnya, yang dia anggapnya polos dan alim.


Zara menghampiri Ryan yang juga melihat kedatangan Kirani bersama teman-temannya, "Apa hal ini yang sering dia lakukan" tanya Zara yang di tujukan pada Kirani.


"Iya Za, Kirani memang seperti itu seperti layaknya anak mudah seusianya" jawab Ryan masi melihat Kirani.


Diam-diam Marvin juga melihat kedatangan istrinya, yang membuat heboh seluruh pengunjung klab.


"Dasar kancil kecil ternyata dia juga berada di sini" ucap Marvin dengan menatap tajam Istrinya.


Terlihat Kirani sedang aduh dance dengan pengunjung klab tersebut, membuat teman-teman Marvin yang termasuk pengusaha sukses, mulai tertarik untuk mendekati Kirani dan berniat mengajaknya berkencan malam ini.


Kirani berjoget makin panas untuk melampiaskan rasa kesalnya dengan Marvin, yang tidak pulang malam ini sedangkan dirinya sudah mempersiapkan dirinya untuk suaminya.


Tiba-tiba mata Kirani tertuju pada Marvin yang duduk di sofa VIP, dan Kirani menyadari kalau suaminya juga sedang berpesta, membuat tatapan mereka bertemu di tegah lampu yang gemerlap.


Tapi Kirani tidak mempedulikan keberadaan suaminya, dia melanjutkan goyangannya berama teman-temannya.


"Saya berani, tapi terlihat dia gadis yang berkelas" timpal yang lain, tapi dapat di dengar oleh Marvin.


Teman Marvin mulai menghampiri Kirani dan lewat di depan Marvin, tapi Marvin diam saja tidak mencegah tamannya mendekati istrinya.


Dia sudah sampai di depan Kirani dan berjoget besama, semua itu tidak luput dari padangan Zara dan Ryan.


Teman Marvin mencoba memikat Kirani dengan memperkenalkan diri dan jabatan yang di sandangnya, agar Kirani tertarik, sambil mengajak Kirani untuk mengantarnya pulang, tapi Kirani tidak tertarik sama sekali dan menolak ajakannya.


Sementara itu Ryan dan Zara menunggu reaksi Marvin selanjutnya.


Akhirnya teman Marvin meninggalkan Kirani karena sudah di tolak, Membuat Marvin tersenyum tipis melihatnya lalu meneguk minuman di gelasnya.


Tidak sampai di sini, ternyata ada pria lain yang mendekati Kirani yang terlihat sedikit mabuk, membuat Kirani sedikit terdesak dan kesusahan menolaknya.


Marvin yang melihat itu, membuatnya geram dan berjalan ke arah Kirani yang kesulitan mengahadapi pria itu yang mulai memegang pinggangnya, Marvin langsung menghajar pria itu, membuat pria itu terjatuh.

__ADS_1


Membuat mereka jadi pusat perhatian, tentu Ryan dan Zara juga melihat kejadian itu, tapi mereka diam saja, tapi teman Marvin yang lain penasaran dengan sikap Marvin yang dari tadi diam saja, tiba-tiba marah saat ada pria yang tidak sopan, mendekati wanita yang menjadi pusat perhatian.


Pria yang di pukul Marvin, mulai berdiri dan ingin menghajar balik Marvin, tapi di tahan olah Marvin.


"Jangan berani kurang ajar pada wanita" ucap Marvin memperingati.


"Hei kamu siapa? kalau tidak ingin di sentuh, jangan datang ke tempat ini" balas pria itu.


Membuat Marvin kembali menghajar pria itu sampai terpental ke lantai.


Dan membuat pengawal Marvin mendekat untuk menahan pria itu, lalu di susul pengawal klab itu untuk menghentikan perkelahian.


Ketika pengawal klab itu melihat Marvin langsung menunduk hormat, karena mereka sangat mengenal Marvin pelanggan VIP di tempat itu.


"Maafkan kami tuan, atas ketidak nyamanan anda" ucap pengawal klab itu dan membawa pria itu pergi.


Kirani yang panik, hanya berdiri menyaksikan perkelahian tadi, dan melihat Marvin dengan wajah yang tertunduk, takut suaminya marah karena dia sadar apa yang dilakukannya memang salah.


Marvin segera melepas jasnya lalu memakaikan ke pundaknya, kemudian merangkul pundak istrinya berjalan keluar klab, sementara Elmira hanya terdiam melihat sahabatnya pergi.


Zara yang menyaksikan itu semua, membuatnya bersedih karena harapannya untuk memiliki Marvin sudah sirna, karena menurutnya Marvin mulai mencintai istrinya, karena sebelumnya Marvin tidak pernah menghargai wanita sedikit pun.


"Zara, sekarang kamu bisa melihat langsung perubahan Marvin kan" sahut Ryan yang berdiri di belakang Zara.


"Memangnya gadis itu siapa?" tanya temanya yang lain.


"istrinya Marvin" jawab Rian.


"Apa? Hampir saja nasib buruk akan menimpah kita" timpal yang lain.


"Yah sudah, kita lanjutkan pestanya" sambung yang lain sambil merangkul wanita di sampingnya.


Tapi terlihat Zara sudah tidak bersemangat lagi melanjutkan pestanya.


Sementara itu di mobil, Marvin dan Kirani tidak ada yang bicara.

__ADS_1


Karena Marvin marah pada istrinya dengan kelakuannya yang begitu berani, dan begitu pula sebaliknya Kirani masi marah pada Marvin karena melihat suaminya lebih memilih berpesta dengan Zara.


__ADS_2