
Zara yang mendengar pengakuan Steven membuatnya lemah dan meluapkan tangisan nya.
Steven perlahan mendekat dan memeluk Zara agar bisa lebih tenang, "Zara mungkin aku tidak pantas untuk minta maaf, tapi sekali lagi maaf kan aku" ucap Steven.
Perlahan Zara sudah merasa tenang dan melepaskan pelukan Steven, "Kenapa tiba-tiba kamu muncul Stev?" tanya Zara.
"Karena kamu bertanya jadi aku jujur, aku melihat berita Marvin kembali pada Kirani istri yang paling dia cintai nya, jadi aku khawatir denganmu" ungkap Steven.
"Maksud kamu apa Steven?" tanya Zara.
"Iya selama ini aku diam, karena aku mengira kamu sudah bahagia dengan Marvin dan Azka tidak kekurangan kasih sayang, tapi sekarang kelihatannya berbeda" jelas Steven.
"Tapi sekarang aku bahagia kok, jadi jangan ganggu hidup aku lagi" ungkap Zara berbohong, lalu berlalu pergi meninggalkan Steven.
"Aku tau kalau kamu berbohong Zara" ucap Steven setelah kepergian Zara.
Sementara Zara kembali pada Marvin dan Kirani, kemudian pamit pada Marvin dan Kirani untuk pulang lebih duluan dan mengajak Azka pulang bersamanya.
Setelah kepergian Zara, Kirani menatap Marvin penuh arti, "Aku punya rencana sayang untuk menyatukan mereka kembali" ucap Kirani.
Marvin kemudian merangkul pinggang Kirani, "Apa rencana mu sayang" tanya Marvin.
"Kamu temui sahabat kamu dan aku temui teman aku, selanjutnya kita bisa membujuk mereka agar bisa bersama lagi" rencana Kirani.
"Kamu yakin bisa berhasil?" balas Marvin.
"Iya kita coba dulu sayang" timpal Kirani.
"Oke kita coba, tapi sekarang kita pulang dulu" ajak Marvin.
Kemudian Kirani memanggil Nela yang sedang bermain dan ketiganya pun memutuskan pulang.
*********
Hari ini Kirani ingin menemui Marvin ke perusahaan nya, sebelum berangkat Kirani berpesan pada Yanti untuk mengurus semua kerjaan sampai sore ini.
__ADS_1
Kirani mengemudikan sendiri mobilnya, dengan memakai mobil yang di berikan Marvin padanya dan ada yang berbeda pada penampilan Kirani hari ini, Dia sudah tidak memakai baju layak nya wanita karir lagi, bahkan softlens yang menjadi ciri khas Karin sudah tidak di pakainya lagi dan rambutnya di buat lurus dan sekarang Kirani memakai dress yang membuat nya sangat manis.
Kirani berjalan masuk di perusahaan Jansen group dan semua pegawai pangling melihat penampilan Kirani yang terlihat cantik dan manis.
Kirani langsung naik ke ruangan Marvin dan mengetuk pintu ruangan suaminya, "Masuk" suara Marvin dari dalam.
Kirani perlahan membuka pintunya dan terlihat Marvin sedang duduk di kursi kebesaran nya.
"Selamat siang sayang" sapa Kirani.
Marvin yang mendengar suara istrinya langsung melihatnya dan betapa terpesonanya Marvin saat melihat penampilan Kirani yang persis delapan tahun yang lalu.
Marvin langsung berdiri, "Kirani" panggil Marvin.
Kirani masuk dan memeluk Marvin, lalu duduk di meja kerja suaminya, "Sayang apa aku mengganggu?" tanya Kirani manja.
Marvin kemudian mengangkat dagu istrinya, "Kamu sangat cantik sayang, mengingat ku saat Marvin Jansen sang cassanova yang bisa luluh dengan kecantikan Kirani saat itu" ucap Marvin.
Kirani kemudian mengalungkan tangannya ke leher Marvin dan mengangkat sedikit leher untuk menata suaminya, Marvin melihat leher jenjang Istrinya tidak bisa menahan dirinya, dia langsung saja mencium leher Kirani, hingga meniggakan jejak kepemilikan di sana.
Marvin tidak mempedulikan ucapan Kirani, dia semakin agresi dan perlahan naik ke bibir istrinya, sungguh Marvin tidak bisa menahan diri melihat kecantikan Kirani hari ini, sangat cantik dan manis.
Kemudian mengendong Kirani masuk dalam kamar pribadinya yang ada di ruangannya dan perlahan membaringkan Kirani di atas ranjang, lalu ikut berbaring di sampingnya sambil menatap wajan Istrinya itu.
"Sayang jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku lagi, karena aku bisa gila" bisik Marvin lalu kembali mencium leher Kirani dan beralih turun ke bawah di tempat favoritnya.
Perlahan Marvin melepas resleting dress yang di pakai Kirani dan melepaskan dari tubuhnya, kemudian Marvin secepatnya melepas semua pakainya dan mengungkung Kirani di bawahnya.
Hingga adegan panas siang itu tidak bisa di cegah lagi, dua insan manusia yang sama-sama membara menikmati penyatuan yang pertama kali di lakukan di ruangan itu.
Permainan Marvin yang awalnya lembut, karena makin menikmati jepitan Kirani membuat nya semakin agresif, membuat Kirani makin menjerit nikmat karena ulah Marvin di atasnya.
Sementara Ryan sedang berada di luar ruangan Marvin dan mengetuk pintu, tapi tidak ada suara yang menyahut jadi perlahan membuka pintu ruangan Marvin.
Ryan akhirnya berjalan masuk dan tidak melihat Marvin di ruangannya, "Si bos kemana?" pikiran Ryan.
__ADS_1
Untung saja kamar yang di tempati Marvin dan Kirani saat ini kedap suara, jadi Ryan tidak bisa mendengar suara suami istri yang sedang memadu kasih di dalam.
Mata Ryan kemudian tertuju pada tas Kirani yang ada di atas meja kerja Marvin, lalu melihat ke arah kamar pribadi Marvin.
"Sudah lah aku keluar dulu, pasti mereka ada di dalam sana" ucap Ryan sambil menyimpan berkas di atas meja Marvin, lalu berjalan keluar.
Setelah beberapa saat Marvin dan Kirani sudah keluar dari kamar yang kedap suara tersebut dan sudah terlihat rapi.
Marvin menggandeng pinggang mesra pinggang Kirani sambil bejalan duduk di kursinya, dan memangku Kirani di pahanya.
"Sayang sering-sering datang kesini yah, kalau perlu kamu gak perlu kerja" ucap Marvin.
Kirani mengalungkan tangannya di leher Marvin, "Sayang jangan egois dong, bagaimana pun banyak yang menanti karya Miss Karin" jelas Kirani.
Marvin mengelus lembut rambut Kirani, "Iya sudah terserah kamu sayang, yang penting kamu bahagia" balas Marvin.
Mata Marvin tertuju pada berkas yang di bawa Ryan tadi dan mengambilnya "Ternyata Ryan tadi masuk di ruangan ini" ucap Marvin sambil membuka berkas itu di depan Kirani, dengan posisi Kirani masi di pangkuannya.
"Jadi sayang, Ryan tadi mendengar kita?" tanya Kirani sedikit terkejut.
Marvin kemudian menyimpan kembali berkas itu di atas meja dan melingkarkan tangannya di pinggang Kirani, "Sayang kamu tenang saja, kamar itu sudah di pasangkan alat peredam suara" jawab Marvin.
Kirani langsung bernafas lega sambil mengusap dadanya, "Syukurlah" timpal Kirani.
"Oh yah sayang, katakan padaku alamat kantor Steven karena aku ingin menemuinya dan segera juga kamu menemui Zara" sambung Kirani bertanya.
"Apa kamu yakin sayang ingin menyatukan mereka" tanya Marvin untuk memperjelas.
"Iya sayang aku serius" jawab Kirani.
"Yah sudah nanti aku menyuruh Ryan mengirim alamat nya padamu" ujar Marvin.
"Kalau begitu aku pergi dulu sayang" ucap Kirani lalu mengecup bibir suaminya dan turun dari pangkuannya.
Kemudian Kirani berjalan keluar dan Marvin tersenyum menatap kepergian Kirani.
__ADS_1
Ryan yang melihat kepergian Kirani keluar dari ruangan bosnya, langsung saja masuk ke ruangan Marvin.