Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
SELAMAT ANNIVERSARY PERNIKAHAN


__ADS_3

Keesokan harinya Karin sedang duduk di ruangan nya dan tentu Karin sudah melihat berita dirinya yang menjadi selingkuhan CEO Jansen group.


"Nyonya di luar ada beberapa median yang ingin menanyakan berita yang terbit semalam dan menjadi trending topik nomor satu hari ini" ucap Yanti.


"Biar kan saja" jawab Karin.


Tiba-tiba HPnya berdering dan Karin secepatnya mengangkat nya, ternyata Elmira.


"Halo Ra" sapa Karin saat melihat wajah Elmira di layar HPnya


"Kamu baik-baik saja kan Rin" tanya Elmira.


"Entahlah Ra, saat ini sudah ada beberapa media di luar kantor aku" jawab Karin dengan wajah yang kurang semangat.


"Apa yang akan kamu lakukan?" Elmira kembali bertanya.


"Aku sedang menunggu Marvin yang menyelesaikan nya" ucap Karin.


"Semoga ada jalan keluarnya dan sudah dulu yah Rin aku ada syuting, nanti sore aku temui" balas Elmira lalu menutup panggilan video.


Sementara di luar semakin banyak media yang berdatangan, tiba-tiba datang lah mobil mewah di antara kerumunan wartawan dan di susul satu mobil bodyguard nya.


Pemilik mobil mewah itu tentu Marvin dan keluarlah beberapa bodyguard dari mobil di belakang, kemudian segera membuka pintu untuk Marvin.


Marvin pun turun dengan santai, di kawal beberapa bodyguard hingga tidak ada satu pun wartawan yang berani menyentuh Marvin.


Marvin mengangkat tangannya mengisyaratkan berhenti, serentak bodyguard nya berhenti, kemudian Marvin yang memakai kacamata hitam terlihat sangat tampan dan berwibawa, mulai bicara.


"Saya selaku CEO Jansen group menanggapi gosip yang beredar, saya tidak akan membantah gosip yang beredar dan saya juga tidak membenarkan pernyataan perselingkuhan, kalau waktunya tiba kami akan menjelaskan semuanya" jelas Marvin, kemudian berjalan masuk kedalam.


Setelah mendengar pernyataan Marvin, para media langsung bubar dan para bodyguard Marvin berjaga di luar.


Marvin langsung masuk dalam ruangan Karin, sementara Karin terlihat khawatir dan melihat Marvin yang sudah ada di ruangan nya.


Membuat tatapan mereka bertemu dan Marvin menghentikan langkah nya mengingat kalau Karin masi berstatus sebagai istrinya yang sah dan memandang haru pada Karin.


Perlahan-lahan Marvin mendekati Karin dan langsung memeluknya penuh kasih sayang, "Kirani biarkan seperti ini sebentar" bisik Marvin dengan nada yang berat tapi sangat lembut.


Karin meneteskan air matanya, kemudian melepas pelukan Marvin, "Cukup Vin ini benar-benar salah, gosip hari ini akan berdampak buruk pada perkembangan Nela di masa depan" ucap Karin menjauh dari Marvin.


Marvin kembali mendekati Karin, "Sayang kamu bisa percaya padaku kali ini, atau percaya dengan cinta kita" ucap Marvin untuk menenangkan Karin, sambil mengusap air matanya.


Karin yang mendengar pernyataan Marvin membuat nya tenang, lalu memeluk Marvin, "Aku percaya padamu" ucap Karin dengan suara serak.

__ADS_1


*********


Elmira baru saja selesai syuting dan di jemput oleh Ryan untuk makan malam, mereka berdua makan di sebuah restoran.


"Kak Ryan, kenapa pernikahan itu sangat rumit" tanya Elmira pada Ryan di depan nya.


"Sampai ajal menjemput, pasti akan ada saja masalah dalam rumah tangga Ra" jawab Ryan.


"Sebenarnya aku sangat prihatin pada Marvin dan Karin, cinta mereka selalu saja di uji" pikir Elmira sambil menyuap makanannya.


"Mau taruhan dengan ku sayang" tanya Ryan tiba-tiba.


"Apa?, bilang dulu dong" tanya balik Elmira.


"Kalau sampai Marvin dan Karin bersatu kembali, menikah lah dengan ku?" ucap Ryan dengan menatap serius Elmira.


"Kalau sampai tidak, bagai mana?" Elmira kembali bertanya.


"Aku akan selalu menunggu sampai kamu siap" jawab Ryan sambil mengelus tangan Elmira.


Setelah makan malam selesai keduanya pun pulang dan mereka sedang dalam mobil perjalanan pulang.


"Sayang malam ini menginap di apartemenku saja?" tanya Ryan sambil melirik Elmira.


"Emmm iya deh" jawab Elmira.


Sementara itu di tempat yang berbeda, Karin sedang berbaring di ranjangnya hanya memakai baju tidur yang cukup seksi.


Karin sedikit gelisah entah kenapa matanya tidak bisa tidur malam ini, tiba-tiba HPnya berdering.


Karin mengangkatnya, ternyata Marvin yang menelpon, "Halo sayang" suara Marvin.


"Iya ada apa Vin?" jawab Karin.


"Apa kamu kangen sayang" terdengar suara Marvin bertanya.


"Sepertinya iya, soalnya aku gak bisa tidur" jawab Karin.


"Kalau kangen coba buka jendela" ucap Marvin.


"Iya aku buka jendela, terus... " ucap Karin sambil melakukan apa yang di perintahkan Marvin.


"Terus lihat kebawa" suruh Marvin.

__ADS_1


Kemudian Karin melihat kebawa dan ternyata Marvin sudah berdiri di bawa melambaikan tangannya dan memegang seikat buket bunga besar.


Membuat Karin mengigit bibir bawanya dan tersenyum bahagia, lalu berlari turun kebawa.


Saat ini Karin sudah berada di depan Marvin dengan tersenyum.


"Selamat anniversary pernikahan kita yang ke 10 tahun sayang" ucap Marvin.


Mata-mata Karin berkaca-kaca kerena terharu dan langsung memeluk Marvin dengan erat seakan tidak akan di lepaskan, kemudian Marvin membalas pelukan Karin dan mencium pucuk rambutnya.


"Ayo kita masuk sayang, kamu bisa masuk angin kalau berpakaian seperti ini di luar rumah" ucap Marvin sambil melepas pelukannya.


Karin hanya tersenyum lalu mengambil buket bunga yang di berikan Marvin, "Makasih sayang" ucap Karin.


Marvin tersenyum mendengar Karin memanggilnya Sayang, yang pertama kalinya sejak mereka bertemu kembali.


Kemudian keduanya bergandengan masuk kedalam rumah dan langsung naik ke kamar Karin.


Karin kemudian menyimpan buket bunga itu di atas meja dan Marvin melihat sekeliling, karena pertama kali masuk di kamar Karin.


Marvin kemudian duduk di ranjang Karin, dan Karin menghampirinya, secepatnya Marvin menarik tangan Karin untuk duduk di pangkuannya, lalu memeluk pinggangnya.


"Marviiin" ucap Karin sedikit terkejut.


"Sayang, apa Nela sudah tidur?" tanya Marvin dengan menatap Karin penuh cinta.


"Sepertinya sudah tidur" jawab Karin.


Marvin mempererat pelukannya di pinggang Karin, "Kalau begitu waktunya membuatkan, adik untuk Nela" bisik Marvin penuh sensual di telinga Karin.


"Tapi sayang, aku lagi datang tamu bulanan" timpal Karin sambil tersenyum kecut.


"Malam ini kamu selamat sayang ku" balas Marvin memencet hidung mancung Karin.


"Kamu bermalam di sini saja" ucap Karin.


"Tampa kamu suruh aku akan bermalam di sini sayang" balas Marvin.


Keduanya pun berbaring di atas ranjang, sambil berpelukan dan mengobrol bersama, malam itu mereka lewati hanya bercerita.


Keesokan harinya Marvin belum bagun, sedangkan Karin sudah tidak terlihat, Marvin kemudian meraba Karin di samping tapi dia tidak merasakan ada seseorang, jadi perlahan-lahan membuka matanya.


"Ternyata Karin sudah bangun" ucap Marvin, lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar mandi Marvin melihat Karin terburu-buru masuk, "Sayang ada apa" tanya Marvin.


"Jangan ribut Sayang, aku tidak ingin Nela melihat kamu di sini" ucap Karin.


__ADS_2