
Nela langsung berdiri dengan langkah gontai dan berjalan keluar, tampa bicara apa-apa lagi.
"Nela tenang lah, Arga pasti akan mengerti semua nya" ucap Azka, membuat Nela menghentikan langkah nya.
"Aku pulang Azka, aku akan menyelesaikan nya sendiri" Balas Nela dan berlalu pergi.
Azka tidak dapat mencegah kepergian Nela, "Jadi selama ini aku yang salah, aku kira Nela yang tidak mencintai Arga, tapi ternyata Nela yang belum yakin dengan cinta suaminya" ucap Azka.
***
Sementara itu Arga sudah pulang ke apartemen nya dan dia masih bisa mengontrol dirinya karena minuman yang di minumnya tadi.
Arga sedang menatap laptopnya yang terlihat foto Nela yang masuk naik di apartemen Azka, membuat Arga tersenyum hambar.
"Ternyata selama ini, aku sangat bodoh menutup mata dengan perasaan Nela yang terpendam pada sahabat nya itu" pikir Arga lalu menarik nafasnya dan menghembuskan lewat mulut.
******
__ADS_1
Keesokan harinya Nela sudah bagun dan melihat tidak ada Arga di samping nya, membuatnya sedih karena kembali mengingat kejadian semalam.
"Aku harus berbuat sesuatu, agar Arga tidak marah lagi dan bisa mendengar kan penjelasan ku" ucap Nela, lalu secepatnya bergegas ke kamar mandi.
Setelah Nela sudah rapi, dia berencana menemui suaminya ke perusahaan Jansen group.
Nela sengaja merahasiakan masalah nya dari kedua orang tuanya, karena Nela ingin menyelesaikan sendiri masalah nya karena ini semua salah nya.
Nela sudah ada di mobilnya dan menyuruh sopirnya menuju ke perusahaan Jansen group.
Beberapa saat kemudian mobil sudah sampai di lobi perusahaan dan Nela langsung turun dari mobil, kemudian naik keruangan Arga.
Setelah sampai di depan pintu ruangan Arga, Nela sedikit ragu membuka pintu tersebut, kemudian menarik nafasnya dan perlahan membuka pintunya.
Nela menghentikan langkah nya ketika melihat suaminya dan Jessi sedang duduk di sofa sedang membahas pekerjaan.
Nela tidak jadi masuk dan segera meninggal ruangan Arga, tapi ternyata Arga melihat kehadiran istrinya dari ujung matanya dan berpura-pura tidak melihat nya, agar Jessi tidak curiga kalau mereka ada masalah.
__ADS_1
Nela kemudian berjalan ketempat terbuka yang tidak ada orang dan menatap gedung tinggi di hadapannya, kemudian melihat ke kebawah.
"Apa yang ingin kamu lakukan, apa kamu akan menjadi gadis yang bodoh lagi dan berpikir pendek" sahur Arga dari belakang, karena mengira Nela sedang berfikir untuk lompat dari gedung.
Nela tidak langsung menoleh mendengar suara suaminya dan berfikir sejenak kemudian menoleh.
Nela memasang muka sedih, "Memangnya kenapa kalau aku lompat, suami aku saja sudah kecewa denganku tampa mendengar penjelasan ku" balas Nela.
"Kemudian keesokan harinya, media akan memberitakan, putri tunggu dari CEO Jansen group lompat dari perusahaan milik nya sendiri" ucap Arga dengan santai dan berjalan kesamping Nela.
"Jadi kamu tidak akan mencegahku, kalau begitu aku akan lompat beneran" ucap Nela.
"Jangan Nela, jangan bercanda nanti penggemar kamu akan kehilangan dan tidak bisa mendengar suaramu lagi" tutur Arga.
"Kalau begitu, aku hanya ingin kamu mendengarkan penjelasan ku saja" balas Nela.
"Stop Nela, sebelum nya aku bukan sahabat mu yang bisa menceritakan banyak hal tentang mu, hingga hal sebesar itu kamu sembunyikan dari ku" sambung Azka, kemudian berlalu pergi, tapi masih sempat mengambil bekal di tangan Nela.
__ADS_1