Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
TUAN POSESIF


__ADS_3

Kirani langsung berdiri dari duduk nya, saat melihat Steven yang datang.


Steven dan Kirani cukup berteman dekat, karena mereka bertemu di luar negri dan kesuksesan Kirani sebagai seorang Desainer, juga ada campur tangan dari Steven selama ini.


"Aku baik Stev, silahkan duduk" ucap Kirani sambil berjalan ke arah sofa.


"Pantas saja kamu menolak semua pria yang mendekatimu selama ini, ternyata Karin yang selama ini aku kenal, ternyata istri dari Marvin Jansen" ucap Steven sambil berjalan santai ke sofa dan duduk di depan Kirani.


"Sudah lah Steven, kamu ke indo tidak memberiku kabar" balas Kirani.


"Sebenarnya aku ingin langsung mengabari mu, tapi berita tentang dirimu akhir-akhir ini membuatku syok" ujar Steven.


"Maaf yah selama ini aku menyembunyikan identitas asli ku, semuanya ada alasannya" tutur Kirani.


"Kalau begitu temani aku keliling kota ini" timpal Steven.


"Gak bisa dong Stev, suamiku posesif banget, bisa-bisa kamu habis di tangannya" jelas Kirani.


"Benarkah seposesif itu?" ucap Steven.


"Iya, pokoknya kamu harus ketemu suamiku" sambung Kirani.


"Waktu dekat ini aku memang ingin bertemu suamimu Kirani" batin Steven.


"Oh yah Stev kita makan siang dulu" ajak Kirani.


"Karena kamu yang ajak, oke lah" balas Steven.


Kirani kemudian berdiri menuju mejanya dan menelpon Yanti, "Yanti bawa dua porsi makan siang di ruangan ku sekarang" perintah Kirani, kemudian Kirani kembali duduk di sofa.


"Baiknya aku memanggil kamu Kirani atau Karin" sahut Steven sambil menyalakan rokoknya.


"Senyaman kamu saja Stev" ujat Kirani.


"Kirani saja lebih bagus, oh ya gimana kabarnya Nela?" tanya Steven dengan santai.


"Nela baik dia sangat bahagia punya papah sekarang" jawab Kirani.


Dari arah pintu datang lah Yanti membawa makanan, kemudian Kirani dan Steven menikmati makan siang bersama.


Setelah makan siang Steven pun pulang, tinggal lah Kirani sendiri di ruangannya, "Oh iya, apa Elmira sudah baikan dengan Ryan" pikiran Kirani.

__ADS_1


Malam hari telah tiba, Marvin sedang berada di kamar putrinya, Nela terlihat sangat bahagia karena kehadiran sosok Papah dalam hidupnya.


Sesekali Nela tertawa kegirangan di buat oleh Marvin, sementara Kirani sedang berdiri di balik pintu dan menyaksikan kebahagian putrinya yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


Setelah bermain bersama, Marvin menceritakan dongeng untuk Nela, sehingga membuat Nela tertidur.


Marvin melihat putrinya sudah terlelap, Marvin pelan-pelan menyelimuti putrinya lalu mencium dahinya dan berjalan keluar kamar putrinya.


Marvin melihat kehadiran Kirani di balik pintu, kemudian Kirani tersenyum melihat Marvin menghampiri nya, "Sayang kenapa kamu tidak masuk?" tanya Marvin.


"Aku tidak ingin menganggu kalian, apa lagi Nela terlihat sangat bahagia" jawab Kirani.


Marvin kemudian pura-pura menguap, "Ayo sayang kita ke kamar, sepertinya aku sudah ngantuk" ucap Marvin sambil merangkul pundak istrinya.


Setelah sampai di kamarnya, Marvin dan Kirani duduk bersandar di atas ranjangnya sambil berpelukan.


"Apa hari ini kamu sedang sibuk sayang" tanya Marvin.


"Tidak juga, oh yah tadi aku kedatangan teman dari luar negeri" cerita Kirani.


"Yakin hanya teman, jangan-jangan ada sesuatu di antara kalian sebelum nya" tanya Marvin posesif.


"Dia teman aku sayang, dian juga tidak percaya ikatan pernikahan, lagi pula dia banyak membantu karirku selama di luar negri dan kamu harus bertemu dengan nya" jelas Marvin.


Kirani yang merasakan aroma kecemburuan pada suaminya, Kirani berfikir keras agar suaminya berhenti cemburu.


Kirani kemudian meraba dada Marvin di balik jubah tidur nya, "Tuan posesif, ternyata dada anda masih tetap kotak-kotak , dia usia sudah menginjak kepala 40 tahun" rayu Kirani.


Marvin menyadari kalau Kirani berusaha merayunya, "Apa katamu tuan posesif, sekarang rasa kan ini" balas Marvin sambil menggelitik Kirani.


"Aaaah...Sayang stop aku gak bisa di gelitik" teriak Kirani di balik selimut.


**********


Pagi hari di rumah Marvin, ketiganya sedang sarapan bersama dan setelah sarapan sopir mengantar Nela ke sekolah, jadi tinggal lah Marvin dan Kirani berdua.


"Sayang hari ini aku tidak bisa mengantarmu" ucap Marvin lalu membersihkan mulutnya dengan sapu tangan.


"Loh kenapa sayang?" tanya Kirani heran.


"Ayo ikut dengan ku" ajak Marvin sambil menarik tangan Kirani, berjalan keluar rumah.

__ADS_1


Setelah sampai di luar rumah, terlihat sebuah mobil mewah yg di ikat dengan fita besar, terparkir di depan rumah.


"Marvin apa ini?" tanya Kirani.


"Mobil ini untuk mu istriku tercinta, bukan kah kamu menyukai dan menginginkan mobil seperti ini" ucap Marvin.


Kirani langsung memeluk Marvin dengan erat, "Sayang kok kamu bisa tau, kalau aku ingin sekali mobil yang seperti ini" ucap Kirani kegirangan.


Marvin melepas pelukan Kirani "Itu tidak penting, apa sekarang kamu ingin mencobanya, ayo sayang" ucap Marvin sambil berjalan ke arah mobil.


Marvin kemudian membukakan pintu mobil untuk Kirani dan Kirani pun segera masuk.


Kirani mencoba menyalakan mobilnya, "Wah ini luar biasa sayang" ucap Kirani saat sudah berada di dalam mobil.


Kirani mulai menginjak pedal gas mobil tersebut, "Daah sayang, aku duluan" teriak Kirani dari dalam mobil.


Marvin tersenyum melihat istrinya sangat bahagia dan dia segera masuk ke dalam mobilnya, kemudian menyuruh sopir nya untuk segera berangkat ke kantor.


Setelah sampai di perusahaan Jansen group, Marvin langsung naik ke ruangannya dan Ryan segera menemuinya.


"Bos hari ini pertemuan dengan CEO dari perusahaan asing yang ingin bekerja sama" lapor Ryan.


"Oke Ryan, siapkan semuanya" ujar Marvin.


"Baik bos saya permisi" ucap Ryan lalu menunduk hormat pergi.


"Steven Ricardo" ucap Marvin dengan menatap lurus ke depan.


Marvin tidak pernah tau siapa sebenarnya bapak biologis Azka, karena menurutnya itu tidak penting, dia hanya tau kalau nama panjang Azka dari adalah Azka Ricardo.


Setelah semuanya sudah siap Marvin dan Ryan segera menemui Steven Ricardo di sebuah restoran ternama.


Marvin dan Steven akhirnya bertemu di ruang makan VIP restoran yang sudah di pesan oleh Steven, dan di samping asisten mereka masing-masing.


"Selamat siang Tuan Marvin" sapa Steven sambil berdiri saat melihat kedatangan Marvin dan Ryan, beserta bodyguard nya.


"Siang Tuan Steven, senang bisa bertemu dengan anada" balas Marvin sambil duduk, setelah bodyguard nya menarik kursi untuk dia duduki.


Steven kembali duduk, setelah Marvin sudah duduk di hadapannya. "Saya sering mendengar nama anda Tuan Marvin, membuat saya penasaran ingin bekerja sama dengan anda" ucap Steven.


"Aku lihat perusahaan Tuan Steven sudah cukup besar, kenapa anda mau bekerja sama dengan kami" ungkap Marvin.

__ADS_1


"Sepertinya tidak ada yang salah, kalau ke dua perusahaan besar bisa bersatu Tuan Marvin" sambung Steven.


"Itu tidak salah Tuan Steven" timpal Marvin.


__ADS_2