
Arga kemudian melirik Jessi yang sudah tersiksa di atas ranjang nya, Arga benar-benar pusing dan tidak tau harus menolong Jessi dengan cara apa.
Tiba-tiba HP Jessi berdering di dalam tas selempang kecil yang di bawah Jessi ke kamar Arga tadi dan tas itu berada di tengah pakaian Jessi yang tercecer di lantai.
Arga secepatnya mengambil tas Jessi dan membuka pesan yang masuk di HP Jessi, tapi ternyata HP Jessi terkunci.
Arga segera mendekati Jessi dan meletakkan sidik jari Jessi di layar HPnya, agar kunci HP Jessi terbuka, tapi belum sempat kunci HP Jessi terbuka, Jessi menarik lengannya hingga Arga tidak bisa menahan ke seimbang nya dan jatuh di atas tubuh Jessi yang polos.
Arga tidak berfikir panjang, dia langsung bangun dari tubuh polos Jessi, "Sial" umpat Arga, lalu perlahan mulai mengambil sidik jari Jessi kembali dan akhirnya kunci HP Jessi terbuka.
Arga membaca pesan yang baru saja masuk dan ternyata pesan dari seorang pria bule:
Jessi sayang aku dengar kamu sedang berada di negara ku, tumben tidak menghubungiku sedangkan aku sudah rindu dengan kehangatan tubuhmu di atas ranjang, ayo katakan sekarang kamu di mana? aku akan segera menemui mu" isi pesan Jessi, tapi dengan memakai bahasa asing.
Arga kembali melirik Jessi yang sudah sangat gelisah dan kembali menatap HP Jessi, "Sepertinya pria ini teman ranjang Jessi" ucap Arga.
Arga tidak berfikir panjang lagi, dia langsung membalas pesan pria itu, dengan mengirimkan alamat hotel yang dia tempati dan nomor kamar itu beserta Password nya, kemudian Arga segera meninggal kamar tersebut.
*****
Keesokan paginya Jessi sudah tersadar dan merasakan tubuh pria yang dia peluknya, Jessi tersenyum tapi belum membuka mata nya, "Akhirnya aku bisa menikmati kejantanan tubuh Arga" batin Jessi, tapi tiba-tiba dia teringat siapa pria yang terakhir datang untuk menikmati tubuh nya.
Jessi langsung membuka matanya dan terlihat lah seorang pria bule yang tersenyum kepada, Jessi menahan amarahnya dan membalasnya dengan senyum yang di paksakan, agar pria itu tidak curiga, karena dia juga tidak ingin teman ranjangnya itu tau kalau dia mengharapkan orang lain yang bersamanya.
"Sayang semalam kamu luar biasa" ucap pria itu.
"Kamu juga luar biasa sayang" balas Jessi dengan senyuman yang di paksakan.
"Aku pergi dulu Jessi sayang, terimakasih semalam aksi mu sangat panas, hubungi aku lagi kalau kamu membutuhkan ku" ucap pria itu dan kemudian meninggalkan Jessi.
Setelah kepergian pria itu, Jessi langsung teriak frustasi dan mengacak-acak rambutnya, "Sial kenapa pria itu yang datang dan aku gagal menjerat Arga" umpat Jessi.
"Apa yang harus ku katakan kalau bertemu Arga" pikir Jessi.
Kemudian Jessi masuk kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera memakai bajunya yang berhamburan di lantai karena ulah nya sendiri dan segera meninggalkan kamar itu, lalu kembali ke kamarnya.
***
Arga sedang duduk di sebuah restoran menunggu Jessi untuk makan siang bersama dan mulai meninjau proyek yang ada di negara itu.
__ADS_1
Arga tersenyum mengingat kelakuan Jessi padanya semalam, "Ternyata dia wanita j*l*n, aku ingin lihat apakah wanita itu masi punya muka untuk bertemu dengan ku" pikir Arga, tapi bukan Jessi namanya kalau dia punya rasa malu.
Baru juga Arga memikirkan Jessi, tiba-tiba Jessi sudah datang dan menghampiri Arga yang belum memesan makanan.
"Hai Arga" sapa Jessi dan duduk di hadapan Arga.
"Hai juga Jessi, mau pesan apa?" balas Arga.
pelayan kemudian mendekati mereka dan mereka memesan makanan.
Arga menatap Jessi, "Bisa-bisanya dia bersikap biasa saja setelah apa yang terjadi semalam, dasar wanita tidak tau malu" batin Arga.
"Jessi bagaimana tidur mu semalam, apa nyenyak?" tanya Arga.
Jessi tidak langsung menjawab, dia sedang berfikir untuk mencari alasan, "Arga maaf yah semalam, aku di jebak dan kamar terdekat hanya lah kamarmu" jelas Jessi dengan gestur tubuh yang tidak ada rasa malunya.
"Tidak apa-apa Jessi lain kali jika terjadi hubungi pacar kamu" balas Arga.
"Terimakasih yah semalam kamu sudah membantu ku" sambung Jessi.
"Bukan aku yang membantu mu tapi pacar kamu" timpal Arga.
"Iya sudah jangan di bahas, kita bisa bekerja secara profesional" ucap Arga.
"Baik Arga" balas Jessi.
Makanan mereka pun sudah tiba dan mereka makan tampa ada yang bicara.
"Arga susah sekali sih di taklukkan, aku sengaja memperpanjang kejadian semalam, tapi dia tidak ingin membahas nya" batin Jessi.
*****
Di negara indo, Nela sangat sibuk menghadiri beberapa acara untuk promo lagunya dan lagunya ternyata sangat viral dan di gemari masyarakat.
Sekarang fans Nela bertambahnya banyak, murni karena masyarakat menyukai suara Nela, bukan karena masalah pribadinya yang lagi viral.
Lagunya di putar di mana-mana dan di tambah antusias masyarakat yang menunggu film yang akan menjadikan lagu idola mereka menjadi Soundtrack nya.
Seperti malam ini, Nela sedang menghadiri acara offair di sebuah hotel yang juga termasuk hotel cabang dari Jansen group.
__ADS_1
Setelah acara selesai, Nela kembali ke ruangannya dan asisten nya Rita sedang sibuk membereskan barang-barang miliknya.
Nela ingin menganti gaunnya yang di pakainya, tapi sedikit kesusahan karena resleting bajunya berada di belakang, "Rit bantuin dong" ucap Nela membelakangi Rita.
Tiba-tiba dari arah pintu Arga sudah datang dari luar negeri dan Rita melihatnya, Arga kemudian mengisyaratkan Rita untuk keluar.
Sementara Nela tidak melihat kehadiran suaminya, "Rita cepat bantuin" ucap Nela kembali.
Arga dengan santai menghampiri istri nya sambil tersenyum dan mulai membantu Nela melepas gaunnya, tapi tangan Arga mulai nakal meraba punggung Nela yang terbuka.
Membuat Nela langsung menegang dan membulatkan matanya menatap ke depan, Nela mencium bau parfum suaminya, "Arga" ucap Nela sambil menoleh.
Nela kemudian tidak bisa manahan keseimbangan tubuh nya, hingga membuatnya terjatuh dan dengan sigap Arga langsung menangkap pinggang istrinya.
"Hati-hati sayang" ucap Arga.
"Kamu sudah pulang sayang" balas Nela dan berusaha untuk berdiri, tapi Arga tetap memeluk pinggang nya dan semakin erat.
"Aku kangen Istri ku" ungkap Arga.
"Aku juga" balas Nela dengan manja.
"Ayo kita pulang" ucap Arga lalu mengecup bibir istrinya.
Kemudian keduanya bergandengan dengan mesra keluar ruangan itu dan berpapasan dengan Azka yang kebetulan ada di tempat itu.
"Hey Azka" sapa Nela.
"Hey juga Nela, pak Arga" balas Azka dan matanya tertuju pada tangan Azka di pinggang Nela.
Arga yang menyadari kalau Azka menatap kemesraan nya dengan Nela, "Apa kabar pak Azka, lama tidak bertemu?" tanya Arga dan semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Nela.
"Semuanya baik pak Arga" balas Azka.
"Kami duluan pak Azka" sambung Arga.
"Dah Azka, kami duluan" timpal Nela dan berjalan berlalu dari Azka.
Azka menatap kepergian kedua suami istri itu dan hanya dapat menarik nafasnya melihat kemesraan mereka.
__ADS_1