Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
SAYANG AKU LAPAR


__ADS_3

Marvin kemudian menghampiri Karin lalu menggandeng pinggang nya, "Boleh aku memujimu sayang, kamu sangat cantik" puji Marvin.


"Malam ini kamu juga sangat tampan" balas Karin memuji Marvin.


Sopir membukakan pintu mobil untuk mereka, kemudian keduanya naik ke kursi penumpang, dan selama perjalanan Marvin tidak pernah melepas tangan Karin, bak ABG yang baru jatuh cinta.


Beberapa saat kemudian mobil sudah sampai di hotel, di mana pesta telah berlangsung.


Marvin dan Karin turun dari mobil dan di saat yang bersamaan, Ryan dan Elmira juga baru sampai.


Elmira menatap Karin yang menggandeng lengan Marvin dengan mesra, kemudian berbisik pada Ryan, "Kak Ryan, mereka kembali bersama" tanya Elmira.


Ryan langsung mengerti siapa yang di maksud Elmira, "Seperti nya begitu, jangan terlalu kepo pada sahabatmu, biarkan dia mengurus hatinya sendiri" jawab Ryan sambil menasehati Elmira.


"Baik kak" balas Elmira, kemudian menghampiri sahabat sambil berjalan masuk.


"Karin tunggu" panggil Elmira, sementara Ryan mengikuti Elmira dari belakang.


Karin dan Marvin menghentikan langkah nya, "Kalian akhirnya sudah baikan" ucap Karin.


"Sahabat kamu ini tidak akan bisa, terlalu lama marah padaku" sahut Ryan.


"Iya Ra, kamu harus percaya sama Ryan, karena sepertinya sekarang Zara sudah berubah lebih baik, jadi tidak mungkin terjadi apa-apa di antara mereka" timpal Karin.


"Sayang dari mana kamu tau, kalau Zara sudah berubah, bukan kah kalian belum pernah bertemu lagi?" tanya Marvin.


"Sepertinya acara akan segera di mulai, ayo kita segera masuk" ucap Karin mengalihkan pertanyaan Marvin.


Kemudian ke empatnya berjalan masuk dan beberapa media menyoroti kedatangan mereka, apa lagi ke hadiran Elmira membuat para media bersemangat meliput mereka.


Sementara Elmira dan Ryan di wawancara media, Karin secepatnya menari lengan Marvin segera masuk kedalam dan di arahkan keruang VIP.


Acara pun berlangsung meriah, semua orang menikmati pesta nya dan pada akhirnya Marvin menarik Karin pergi dari lokasi pesta.

__ADS_1


"Marvin kita mau kemana?" tanya Karin.


Marvin tidak menjawab, dia kemudian melepas jasnya lalu memakaikan pada Karin dan masuk dalam Lift khusus CEO.


Setelah berada dalam Lift, barulah Marvin bicara, "Jangan khawatir aku hanya ingin bersamamu sayang" ucap Marvin.


Karin langsung tegang karena dia mengerti masud Marvin dan tidak berani menatap Marvin.


Setelah beberapa saat, Lift sampai di kamar suite dan Marvin langsung membuka pintu kamar hotel yang memang khusus untuk nya.


Setelah masuk Marvin tidak banyak bicara dan langsung memeluk Karin dari belakang, sambil mencium leher jenjang Karin, langsung membuat Karin tegang, "Beri aku waktu" pinta Karin di selah ciuman Marvin.


Marvin melepas jasnya di pundak Karin dan membuangnya ke sembarang arah, lalu memutar tubuh Karin menghadap padanya.


Marvin kemudian mengangkat wajah Karin dengan kedua tangan nya, karena dari tadi Karin hanya menunduk.


"Sayang aku sangat merindukan kehangatan tubuh mu ini" ucap Marvin memandang Karin penuh cinta.


"Tapi Vin... " ucapan Karin langsung terpotong karena Marvin langsung mencium bibirnya.


Karin tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena dia sudah sangat mengenal Marvin yang tidak mungkin bisa mencegah ke inginanya.


Setelah puas menikmati bibir Karin, Marvin kemudian mengangkat tubuh Karin naik keatas ranjang dan perlahan melepas semua gaunnya, tinggal lah benda segitiga yang melekat pada tubuhnya.


Marvin sejenak memperhatikan tubuh Karin, kemudian melepas semua pakaiannya juga, sementara Karin membuang pandangnya, karena susah cukup lama dia tidak pernah berhubungan badan lagi.


Begitu pula sebaliknya semenjak di tinggal Karin, jiwa Cassanova Marvin sudah hilang dan selama itu juga tidak pernah menyentuh wanita lain lagi.


Itu lah yang membuat saat ini Marvin menggila dan langsung menyerang buah kembar milik Karin yang sudah menantang di depannya, Marvin mulai naik di atas tubuh Karin dan mengisap buah kenyal tersebut sambil memainkan ujung buah kenyal itu dengan satu tangannya.


Aksi-aksi Marvin di atas tubuhnya, membuat rasa malu Karin menghilang dan tangannya mulai tidak tenang memainkan senjata Marvin yang sudah menegak di bawa sana.


Marvin kembali mencium bibir Karin begitu agresif dan turun ke leher jenjangnya, sementara satu tangannya bermain di balik benda segitiga yang belum terlepas dari pangkalnya.

__ADS_1


Perlahan-lahan bibir Marvin turun kebawah dan singgah di buah kenyal Karin kembali, lalu melanjutkan turun ke perut hingga kebawa pusarnya, dan pada akhirnya bibir Marvin sampai di benda segitiga itu, dengan agresi Marvin melepasnya.


Kemudian lidah Marvin bermain di dalam sana, membuat Karin terasa melayang dan mengeluarkan suara indahnya, menambah semangat Marvin memainkan lidahnya.


Setelah melihat Karin mencapai puncak pertamanya, Marvin mulai menancapkan senjatanya yang dari tadi siapa tempur, pada lubang yang dari tadi basah karena ulahnya.


Marvin kesusahan menembus benteng pertahanan Karin, karena sudah lama tidak ada yang melewatinya lagi, hingga berulang kali menekan pinggul baru lah Marvin bisa menembus benteng pertahanan tersebut.


Marvin sangat menikmati sesuatu yang sangat di rindukannya itu dan entah berapa kali Marvin melakukan pelepasan, sudah tidak bisa terhitung lagi, dua insan manusia itu benar-benar menikmati malam panjang, yang mereka rindu selama bertahun-tahun lamanya. Hingga subuh dini hari barulah keduanya terlelap.


Keesokan harinya baru lah mereka terbangun dan jam menunjukan pukul 11:30, Marvin membuka mata lalu melihat wajah cantik Karin, karena posisi Karin sedang menjadikan bantal lengan kekarnya sambil tanggal Karin memeluk pinggangnya.


Karin perlahan membuka matanya juga dan melihat Marvin yang melihatnya tampa berkedip, Marvin kemudian memiringkan tubuhnya untuk memeluk Karin, masi dalam keadaan sama-sama polos di balik selimut.


"Sayang kenapa aku masi merasa ini seperti mimpi" ucap Marvin sambil mengelus wajah Karin.


Karin meraba dada kekar Marvin, "Kalau memang ini mimpi, aku harap kita tidak bangun untuk selamanya agar mimpi ini tidak hilang sayang" balas Karin.


Ucap Karin membuat Marvin jadi terharu lalu mencium kening Karin dengan lembut.


"Tapi aku lapar sayang" keluh Karin tiba-tiba.


Membuat Marvin tersenyum, "Yah sudah kita mandi dulu baru kita makan" balas Marvin.


Karin baru saja ingin turun dari ranjang, tapi dia mengeluh sakit di pangkal pahanya.


"Aaah sakit" keluh Karin.


Marvin langsung bangun, "Aku bantu yah sayang" ucap Marvin lalu menggendong Karin masuk ke dalam kamar mandi dan mereka mandi bersama.


Setelah semuanya selesai mandi, mereka menikmati makan siang yang di pesannya dan masi mengenakkan jubah mandi hotel.


kemudian Marvin menelpon Ryan untuk menyuruh sopir untuk mengantarkannya, dua pasang baju wanita dan pria.

__ADS_1


Akhirnya mereka selesai makan dan duduk bersandar di sofa, "Sayang sepertinya bajunya memerlukan waktu yang lama untuk sampai" ucap Marvin sambil menarik pengikat jubah mandi Karin, membuat Karin membulatkan matanya.


__ADS_2