Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
INI TIDAK MUNGKIN


__ADS_3

Ciuman Azka berlangsung lama, karena sudah sangat lama Azka menahan diri nya.


Nela kemudian tersadar dan melepas ciuman nya, Nela belum bisa percaya dengan ucapan Azka barusan, hingga membuatnya menggeleng pergi dan berlari keluar.


"Nela tunggu" panggil Azka, tapi Nela tidak mempedulikan teriakan suaminya.


Nela berlari masuk ke kamarnya dan duduk di atas ranjang, "Azka kenapa selama ini, kamu tidak pernah jujur pada ku" ucap Nela.


Sementara itu Azka mengejar Nela sampai ke kamar dan menghentikan langkah nya ketika melihat Nela menangis, kemudian berjalan pelan mendekati Nela.


Azka kemudian duduk di depan Nela, lalu mengambil sapu tangan di laci meja kecil, yang ada di samping ranjangnya dan memberikan pada Nela yang sedang menangis menunduk.


Nela mengalihkan pandangan nya kesamping, Nela masi tidak menyangka dengan kenyataan semua ini.


"Ini lah yang aku takutkan Nela, kenapa selama ini aku tidak pernah mengungkap perasaan ku, karena aku takut kehilangan sahabat ku" tutur Azka.


Nela mengangkat wajahnya, lalu menatap tajam pada Azka, "Saat ini aku butuh kejujuranmu Azka, sejak kapan perasaan itu ada?" tanya Nela.


"Sejak kita masuk kuliah, di situ aku menyadari kalau aku mencintaimu Nela" jelas Azka.


"Itu tidak mungkin" balas Nela sambil menggeleng tidak percaya.


Azka munduk bersalah, "Nela, ini tentang perasaan dan ini di luar kendaliku, aku sudah berusaha pacaran dengan Bella saat itu, tapi apa yang terjadi, aku tetap tidak bisa melupakan mu" tutur Azka.


"Apa Bella tau semuanya?" tanya Nela.

__ADS_1


"Dia tau, bahkan dialah yang ingin kami pacaran saat itu dan ingin membantu ku melupakan mu" jelas Azka.


"Apa Arga tau?" tanya Nela dengan mulut bergetar dan langsung dibalas anggukan oleh Azka.


"Azka beri aku waktu untuk menerima semua ini" sambung Nela sambil berdiri dan berjalan keluar kamar.


Setelah kepergian Nela, Azka langsung mengusap wajahnya frustasi, "Ini yang aku takutkan selama ini" ucap Azka.


Nela ternyata pergi ke kamar Gala dan melihat Gala yang terlelap, kemudian berbaring di samping Putra nya.


****


Keesokan paginya, Azka baru saja selesai mandi dan melihat pakaian kerjanya sudah siap di atas ranjang.


"Siapa yang menyiapkan ini, apa kah Nela?" pikir Azka sambil memakai baju dan celana nya.


Azka kemudian menahan tangan Nela, "Nela kamu tidak marah dengan ku" tanya Azka.


Nela menatap Azka, "Apa pun yang terjadi, aku tidak bisa marah dengan sahabat ku,. Apa lagi yang dia lakukan diluar kendalinya" jawab Nela.


Azka langsung memeluk Nela dengan erat, "Terima kasih Nela" ucap Azka.


Nela kemudian membalas pelukan Azka membuat Azka tersenyum lega.


"Azka, tidak ada alasan untukku marah padamu" batin Nela.

__ADS_1


****


Beberapa hari telah berlalu, Azka dan Nela sudah kembali cair dan tidak ada lagi canggung, hanya saja mereka tidak pernah tidur bersama, karena Nela memilih kamar lain.


Hari minggu telah tiba, Nela dan Azka sedang menemani Gala jalan-jalan di mall.


Saat ini Gala sedang asik bermain di tempat bermain, di jaga pengasuh nya. Sementara Nela dan Azka hanya duduk melihatnya.


"Azka setelah ini, kita antar Gala ke rumah Papah, soal Papah dan Mami ingin Gala menginap di sana" ucap Nela.


"Oke Nel, terus kamu mau menginap juga" tanya Azka santai.


"Gak Azka, aku masi ada kesibukan di rumah" jawab Nela.


Azka kemudian tersenyum penuh arti dan berdiri menelpon seseorang, setelah itu kembali duduk di samping Nela.


"Nela, boleh aku mengatakan sesuatu?" ucap Azka.


"Katakan saja" jawab Nela lalu minum dengan santai


"Kamu sangat cantik dari sudut mana pun" ucap Azka yang melihat Nela dari samping, membuat Nela tersedak air.


Nela reflek memukul lengan Azka, "Azka!" teriak Nela, membuat orang sekeliling melihat mereka, Nela hanya bisa tersenyum kecut melihat orang-orang yang menatap ke arah nya.


Sementara Azka menahan tawanya, "Kamu memang cantik" bisik Azka.

__ADS_1


Wajah Nela berubah serius lalu memegang lengan Azka, "Azka kamu bukan sekedar sahabat yang baik, tapi kamu juga adalah suami yang sempurna, karena selalu meluangkan waktu untuk ku dan Gala" tutur Nela sambil bersandar di lengan Azka.


Azka tersenyum, "Nela, kamu dan Gala adalah hidupku, jadi aku tidak mungkin menyia-nyiakan hidup ku" balas Azka, lalu mencium kepala Nela.


__ADS_2