
Arga melihat-lihat isi kamar Nela, kemudian Nela melepas jas suaminya, "Saya mandi dulu" ucap Nela, lalu melepas dasinya.
Arga memeluk pinggang Nela dan tangan satunya meraba pipinya, "Kita mandi bersama bagaimana?" ajak Nela.
"Oke sayang" sambil mengangguk.
Keduanya berjalan bersama masuk dalam kamar mandi, cukup lama mereka di dalam sana dan barulah mereka keluar dengan bersamaan juga.
Arga dan Nela kemudian duduk bersandar di sofa yang ada di balkon kamar Nela, dengan posisi Arga merangkul pundak istri nya.
"Sayang kamu harus tau, pertama kali aku mendengar suaramu yang merdu itu di tempat ini dan pada saat itu aku langsung mengidolakan mu" ungkap Arga.
"Kok bisa di tempat ini sayang?" tanya Nela.
"Saat itu sekitar lima tahun yang lalu, aku baru saja di tinggal mendiang Jasmi, aku mendatangi rumah ini karena di panggil papah dan saat aku ingin pulang, di situlah aku mendengar mu bernyanyi di tempat ini dan mulai saat itu aku selalu memutar lagu-lagu mu, berkat mendengar suara mu yang merdu perlahan menghilangkan kegalauan ku di tinggal Jasmi" cerita Arga.
"Aku jadi terharu, terus sayang" timpal Nela sambil memeluk perut Arga dan menatap wajah nya, membuat Arga juga menatapnya lalu tersenyum dan mengusap kepala Nela.
"Saat itu aku cari tau tentang mu, ternyata papah tidak mendukung karirmu dan aku sangat perihatin dengan pergaulan mu, itu lah sebabnya saat papah meminta ku menikah dengan, aku langsung mau meski saat itu aku belum mencintai mu, hanya sekedar mengidolakan mu" jelas Arga.
"Tapi awalnya kamu kejam padaku, selalu menghina pribadiku, sudah seperti netizen saja menilai tampa mencari tau" tutur Nela.
Arga mencium kening istri nya, "Maaf yah sayang, itu aku lakukan agar kamu bisa berubah. Kamu harus tau sayang, keinginan ku saat menikahi mu hanya dua, yaitu mendukung karir mu dan memperbaiki pergaulan mu, tapi ternyata seiring berjalan nya waktu aku mulai mencintaimu dan benar-benar melupakan jasmin" sambung Arga, meluapkan semua apa yang ada di hatinya selama ini.
Mata Nela berkaca-kaca kerena terharu dengan cerita Arga dan Arga langsung mencium bibir istri nya, sementara tangannya sudah bermain di buah kenyal istri nya.
Arga melepas ciumannya memberi jeda untuk Nela bernafas, "Sayang ingin mencoba hal baru, kita bermain di sini?" tanya Arga dan Nela yang sudah tidak berdaya dengan sentuhan suaminya, hanya bisa mengangguk lemah.
Arga yang mendapat persetujuan dari Nela, dia langsung melepas semua pakaian istri nya dan juga pakaian nya.
Hawa dingin malam itu sangat terasa, apa lagi mereka berada di tempat terbuka, tapi tidak di rasakan olek kedua suaminya istri tersebut, karena aksi panas yang mereka lakukan ternyata mengalahkan dingin malam itu.
__ADS_1
Karena fantasi yang berbeda, aksi Arga semakin panas dan meninggalkan jejak kepemilikan di seluruh tubuh Nela, membuat Nela benar-benar tidak berdaya lagi.
Mereka benar-benar menikmati permainannya di tempat yang terbuka tersebut, karena ini hal yang baru bagi mereka.
**********
Dua bulan kemudian
Dua bulan telah berlalu, saatnya konser Nela akan di gelar dan dua bulan ini Nela sudah latihan yang maksimal.
Nela akan mempersembahkan penampilan terbaik nya, semaksimal mungkin untuk para penggemarnya, apa lagi tiket yang disediakan ludes terjual.
Malam ini Nela sudah terlihat cantik dengan penampilan yang enerjik, karena akan membawakan sepuluh lagu.
Pintu ruangan tiba-tiba di bukan oleh Arga, "Sangat cantik dan bersinar, memancarkan aura bintang yang luar biasa" ucap Arga sambil bejalan kearah Nela dan langsung mengecup bibir istri nya dan semua yang ada di ruangan itu langsung keluar.
"Selamat yah idola ku" ucap Arga dengan menatap bangga pada Istri nya.
"Hemmm" surat Azka yang berjalan masuk bersama Bella, Arga dan Nela melepas pelukan nya sambil tersenyum.
"Kalian juga datang lebih awal" ucap Nela.
Bella berjalan menghampiri Nela, " Kak Nela selamat yah, aku memang tidak salah mengidolakan kak Nela selama ini" ucap Bella.
"Ternyata ada dua pengemar Nela di ruang ini" sahut Arga.
"Kak Arga juga mengidolakan istri kakak, ini luar biasa" balas Bella.
Azka kemudian berjalan di belakang Nela dan memegang kedua bahunya, "Aku tidak sekedar mengidolakan wanita ini, tapi aku sangat mengagumi nya" puji Azka dengan terang-terangan di depan Azka dan Bella.
Arga langsung menatap tajam pada Azka, "Ternyata dia mulai terang-terangan memuji Nela" batin Arga lalu membuang pandangannya.
__ADS_1
Nela yang menyadari suaminya sedang cemburu, mencoba mencairkan suasana, "Azka kenapa baru sekarang mengatakan nya, jangan-jangan kamu termasuk fans dadakan, yang ada jika artisnya lagi naik saja" canda Nela, membuat semuanya tertawa.
"Benar itu kak, adakan fans kaya gitu" sahur Bella.
"Pokoknya kalian harus berada di barisan terdepan dan tidak ada yang boleh pulang sebelum konser selesai" timpal Nela.
Azka langsung mengusap pipinya Istri nya, "Itu sudah pasti sayang" ucap Arga dengan lembut.
"So sweet aku jadi iri" ucap Bella.
Azka merangkul pundak Bella, "Ayo sayang kita keluar, jangan ganggu mereka karena sebentar lagi Nela akan tampil" ucap Azka.
"Ya sudah kami keluar duluan" timpal Bella dan keduanya berjalan keluar.
Kepergian Bella dan Azka di tatap tajam oleh Arga, "Kenapa sayang kamu masi cemburu dengan Azka" ucap Nela.
Azka langsung tersenyum melihat ke arah Nela yang bicara, "Gak kok sayang, kamu siap-siap sekarang karena sebentar lagi kamu akan tampil" ucap Arga lalu mencium kening Nela.
Arga kemudian berjalan keluar dan mencari keberadaan Azka dan menemukan nya di sebuah tempat yang tidak ada orang.
Arga menghampiri Azka dan berdiri di samping nya, "Apa maksudmu memuji istri ku terang-terangan" tanya Arga dengan tidak melihat Azka.
Azka tersenyum, "Aku kira selama ini Nela sangat mencintai mu, jadi itu sebabnya aku merelakan Nela padamu, tapi ternyata... " Azka sengaja men jeda ucapan nya.
"Katakan apa yang kamu pikirkan?" tanya Arga dengan nada yang di tekan.
Azka menatap tajam pada Arga, seolah-olah sedang menantangnya, "Aku rasa tidak perlu menjelaskan padamu, kamu adalah direktur utama Jansen group, tentu IQ mu sangat lah tinggi, kamu tentu bisa memikirkan dan merasakannya" tutur Azka dan meninggalkan Arga.
"Sial, maksud dia apa?" umpat Arga, setelah kepergian Azka.
Sementara Azka berjalan sendiri dan bertemu dengan Bella, "Sayang kamu di dini, aku mencari mu" ucap Bella.
__ADS_1
"Ayo Bel, sebentar lagi acara berlangsung" balas Azka lalu berjalan bersama Bella dan kali ini dia tidak merangkul Bella.