
Pernyataan Nela membuat Arga kembali tersenyum dan reflek mengacak-acak rambut Nela, membuat Nela sedikit terkejut dengan perlakuan lembut Arga padanya.
"Arga" panggil Nela iseng.
"Hmmm" gumam Arga.
"Gak ada niatan gitu, ngasih aku uang belanja, kamu kan sudah jadi direktur utama" tanya Arga.
Arga menghentikan suapannya, "Awal nya sih aku ingin kasih, tapi papah kamu sudah kaya, lagi pula kamu juga pewaris tunggal Jansen group kan, jadi sepertinya uang dariku tidak ada artinya" ucap Arga.
Nela yang mendengar ucapan Arga menjadi sedih, meski yang di katakan Arga tidak lah salah, "Ternyata pikiran ku sudah benar, kalau papah salah memilih menantu" balas Nela.
Arga tetap memasang ekspresi datar sambil meminum air kemudian berdiri, "Jangan di ambil hati aku hanya bercanda" ucap Arga sambil meletakkan kartu ATM di atas meja depan Nela, lalu berjalan keluar rumah.
Nela mengambilnya dan melihat nya, "Gila di ngasih aku kartu tampa batas, papah aja gak pernah ngasih aku kartu kaya ginian" ucap Nela.
*********
Beberapa hari telah berlalu, malam ini Nela ingin menghadapi acara ulang tahun temannya di salah satu klab malam.
Karena berita viral Nela banyak iri padanya, mendapatkan suami yang baik, tapi masi bisa bersenang-senang bersama teman-teman nya.
Seperti biasa kalau Nela selalu minum minuman beralkohol jika bersama temannya, tapi kali Nela terlalu banyak minum dan berjoget bersama teman pria nya.
Salah satu dari mereka meng videonya dan memposting video Nela itu di sosial medianya.
Setelah Acara selesai, Nela menelpon Azka untuk menjemput nya karena dia tidak bisa menyetir sendiri dan tidak lama kemudian Azka datang, seperti biasa kalau Nela terlalu mabuk.
Azka kemudian membantu Nela masuk di dalam mobilnya, kalau di lihat dari jauh seolah-olah Azka memeluk Nela, dia saat bersamaan ada seseorang yang memotret nya.
Azka yang menjemput Nela malam ini, bukan lah yang pertama, tapi hal ini hampir setiap saat kalau Nela sedang mabuk berat, hingga Azka lupa kalau Nela sudah punya suami dan membawa Nela ke apartemen nya.
Akhirnya Azka sudah sampai di apartemen nya dan membantu Nela turun dari mobil, lalu masuk dalam apartemen nya.
Ternyata kemera video masi mengikuti nya dan beberapa kali jepretan kamera memotret nya, karena Nela sedang viral jadi semua media sedang mengejar berita tentang Nela.
**
__ADS_1
Keesokkan harinya berita Nela kembali menjadi trending topik nomor satu di seluruh sosial media.
Video unggahan teman Nela semalam di pelintir media, di tambah foto Nela bersama Azka juga sudah tersebar.
Komentar Netizen semuanya menyudutkan Nela, semuanya mengatai Nela wanita tidak tau diri, sudah mendapatkan pria yang sangat mencintai nya, tapi masih saja selingkuh dengan pria lain dan berjoget bersama teman pria nya.
**
Di perusahaan Jansen group, Arga sedang sibuk di ruangan nya dan tiba-tiba Riko masuk tampa mengetuk pintu.
"Bos ada berita buruk" ucap Riko.
"Ada berita apa Riko?" tanya Arga dan menghentikan pekerjaannya.
Riko memperlihatkan ipet pada Arga, yang memberitakan tentang Nela yang menjadi trending topik pagi ini dan Arga melihat nya.
Arga langsung memejamkan matanya, "Keluar lah Riko" perintah Arga.
Arga mengusap wajahnya frustasi dan berdiri sambil melonggarkan dasinya, "Nela setelah beberapa hari bersamamu, aku pikir selama ini aku salah menilai mu, ternyata aslinya kamu benar-benar wanita gampangan" asumsi Arga setelah melihat berita Nela hari ini.
**
Nela melihat nya, ternyata Elmira yang menelponnya, "Iya halo tante" ucap Nela.
"Nela cepat lihat berita hari ini" suara Elmira dari sebrang.
"Oke tante" jawab Nela, lalu mematikan HPnya.
Nela segera membuka semua sosial media, lalu menepuk jidat, "Yah ampun kenapa semuanya jadi masalah sekarang. bukan kah, ini hal yang biasa dalam hidup ku sebelum nya" ucap Nela.
"Aku harus buat apa sekarang" pikir Nela mondar-mandir masi memegang HPnya.
Tiba-tiba pintu kamar di buka kasar oleh Arga dan Nela sudah memasang wajah bersalah.
"Nela dari mana saja kamu, tidak pulang semalaman?" tanya Arga dengan nada tinggi.
"Dari apartemen nya Azka" jujur Nela.
__ADS_1
Arga tersenyum miring, "Aku salut dengan ke jujuranmu Nela" timpal Arga.
"Aku tidak akan berbohong Arga, karena ini hal yang sering terjadi jika aku sedang mabuk berat" ungkap Nela.
Pernyataan Nela semakin membuat Arga salah paham, "Apa katamu, hal yang biasa?" balas Arga sambil menggeleng berusaha tidak percaya.
"Arga aku tau, aku salah dan maafkan aku" ucap Nela dengan wajah bersalah.
"Nela kamu tau, meski aku sudah tau pergaulan kamu selama ini, tapi aku tetap menerima perjodohan ini, karena aku sangat menghormati orang tua kamu" tutur Arga.
Nela menjadi lemah dan duduk di atas kasur dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipih nya, "Arga dengarkan penjelasan aku dulu" ucap Nela di sela isak tangis nya.
"Nela kamu bisa lihat perlakuanku di hari pernikahan kita, aku berusaha terlihat mencintaimu, meski aku belum mencintaimu. Kamu mau tau apa? karena aku pikir kamu bisa berubah, tapi malah sebaliknya, kamu malah mempermalukan aku sebagai suami kamu" ungkap Arga menahan emosinya.
"Arga tidak semua apa yang terlihat, itu kebenarannya" balas Nela berusaha membela diri nya.
"Kalau begitu buktikan, kalau yang terlihat itu tidak benar" tantang Arga.
Nela langsung berdiri dan menatap tajam pada Arga dengan mata berkaca-kaca, kemudian menghampiri Arga, memegang kedua tangannya dan meletakkan di pinggang nya agar memeluk dirinya.
Arga terlihat bingung dengan apa yang dilakukan Nela, "Apa yang kamu lakukan Nela?" tanya Arga menekan suaranya.
Nela semakin memajukan tubuhnya lebih dekat dengan Arga dan mengarahkan satu tangan Arga ke lehernya, "Kamu mau bukti, ayo kita buktikan sekarang" tantang Nela, tapi sikap Nela membuat Arga semakin salah paham dengan nya.
Arga kemudian mendorong tubuh Nela ke atas kasur, "Nela sikap mu ini menandakan, siapa diri kamu yang sesungguhnya" bentak Arga, lalu meninggal kamarnya.
Sepeninggal Arga, nela meluapkan tangisan nya, lalu berfikir sejenak dan mengusap kasar air matanya.
Nela segera berdiri lalu berjalan keluar kamarnya dan Arga tidak melihat lagi, nela berjalan turun dan mendengar mobil Arga melaju pergi.
Nela ingin ke rumahnya menemui Kirani, karena di saat seperti ini dia membutuhkan mamanya.
Setelah sampai di rumah nya, Nela langsung masuk dan melihat kedua orang tuanya sedang berada diruang tamu.
Nela menghambur memeluk mamahnya dan Kirani membalas pelukan putrinya sambil mengusap punggungnya.
Sementara Marvin hanya diam saja, karena dia sudah melihat berita yang beredar dan menunggu putri lebih tenang, baru mendengar penjelasannya.
__ADS_1