Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
NELA DI MANA?


__ADS_3

Karin sedang mengemudikan mobilnya kembali kekantor nya dan segera masuk dalam ruangannya.


Karin tidak bisa menebak perasaan Marvin sebenarnya, dia secepatnya mengambil kertas kosong dan menggambar desain agar pikiran nya teralihkan, tapi kenyataannya Karin tidak fokus dalam berfikir dan sudah banyak kertas yang salah berhamburan di samping nya.


Karin kemudian meletakkan pulpen, lalu bersandar di kursi, "Marvin kenapa kamu mempermainkan perasaan ku, dia saat aku mulai luluh dengan ketulusan mu, justru di sisi lian kamu malah tidak terima jika ada yang berfikir menjelekkan Zara" pikir Karin salah paham.


"Aku memang bodoh berharap, kalau Marvin mencintaiku dengan tulus. Bagaimana mana pun Marvin dan Zara sudah hidup selama delapan tahun, mana mungkin tidak ada cinta yang tumbuh di hati Marvin sedikit pun, apalagi sekarang sudah ada Azka" Karin kembali berasumsi dengan pikirannya sendiri.


********


Malam hari di rumah Marvin, Marvin berulang kali menghubungi Karin, tapi Karin tidak menanggapi panggilannya.


Marvin kemudian teringat dengan kata-kata Ryan, kalau Zara sangat menyesali keegoisannya dan perbuatannya selama ini, akhirnya Marvin berniat menemui Zara di kamarnya.


Marvin berjalan pelan menuju kamar Zara dengan ragu-ragu ingin mengutuk pintu kamar Zara, karena ini kali pertama Marvin mengetuk pintu kamar Zara selama delapan tahun.


Marvin pelan-pelan mengangkat tangannya mengetuk pintu kamar Zara, tidak lama kemudian Zara membuka pintunya.


Zara terkejut saat melihat Marvin berdiri di depan kamarnya, "Marvin, kamu tidak salah kamar kan?" tanya Zara bingung.


"Tidak Zara aku ingin bicara dengan mu" ucap Marvin.


"Kalau begitu masuk dulu Vin" ajak Zara.


Marvin kemudian berjalan masuk untuk pertama kalinya di kamar Zara, lalu menoleh melihat Zara, "Zara maaf kan aku" ucap Marvin.


Mata Zara langsung berkaca-kaca, mendengar permintaan maaf Marvin, "Marvin kamu tidak salah, aku yang terlalu egois hingga membuat jarak di antara persahabatan kita" balas Zara dengan mulut bergetar.


Marvin langsung memeluk Zara, "Zara ini semua bukanlah seutuhnya kesalahanmu, dengan Zara aku akan selalu menjadi sahabat mu" jelas Marvin masi meluk Zara.


Zara kemudian melepas pelukan Marvin, "Sudah lah Vin, jangan terlalu lama memelukku nanti aku semakin sulit melepaskan mu" ucap Zara dengan terisak sambil tersenyum.


Marvin tersenyum mendengar pernyataan Zara, akhirnya sekian lama Zara sudah bisa kembali bercanda dengan nya.

__ADS_1


"Zara temui Elmira, agar dia berhenti salah paham dengan mu" suruh Marvin.


"Malam itu aku cuma terlalu banyak minum, hingga membuat ku tertidur" jelas Zara.


"Sudahlah Za, hentikan kebiasaan buruk mu itu" nasehat Marvin lalu berjalan keluar kamar Zara.


Setelah kepergian Marvin Zara langsung tersenyum penuh arti.


*********


Beberapa hari telah berlalu setelah kejadian itu, Elmira dan Ryan belum berbaikan, sementara Karin tidak pernah mengangkat telpon dari Marvin lagi, semua tidak sedang baik-baik saja.


Siang itu di kantor Karin, dia sedang sibuk menggambar desain baju yang akan dia persembahkan tahun ini.


Tiba-tiba asistennya masuk, "Nyonya ada seseorang wanita yang ingin bertemu" ucap Yanti.


"Suruh dia masuk" perintah Karin dan masi fokus dengan gambar di hadapan nya.


Wanita itu pelan-pelan berjalan masuk, "Karin" panggil wanita itu, yang ternyata Zara.


"Aku ingin bicara dengan mu sebagai seorang wanita" ucap Zara sedikit ragu.


Karin berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Zara duduk di sofa, Zara pun mengikuti Karin untuk duduk.


Kedua wanita yang selalu berselisih paham itu duduk berhadap dan sangat nyata kecanggungan di antara keduanya.


Akhirnya Zara mulai bicara, "Karin selamat yah sekarang kamu sudah menjadi wanita karir yang sukses" ucap Zara,


Tapi Karin hanya tersenyum mendengar pujian Zara, karena dia belum bisa percaya seorang Zara bisa memujinya.


"Bahkan aku sangat ingat delapan tahun yang lalu, aku masi menganggap mu gadis kecil dan kamu selalu memanggilku dengan sebutan tante Zara, tapi sekarang gadis itu tumbuh menjadi wanita yang anggun dan luar biasa" tutur Zara masi memuji Karin.


Karin menarik nafasnya lalu menghembuskan perlahan, "Pertama aku ingin berterima kasih atas pujiannya, tapi sebenarnya apa yang ingin kamu katakan, karena ini bukan sikapmu Zara" tanya Karin.

__ADS_1


"Emmm ini tentang Marvin" ucap Zara.


"Kamu jangan khawatir Zara, aku juga seorang wanita dan aku tidak akan merampas kebahagiaan wanita lain" timpal Karin.


"Kamu salah Karin, kedatangan ku kesini justru ingin mengatakan kalau tidak kah kamu melihat cinta yang tulus di mata Marvin" balas Zara.


Karin langsung syok mendengar pernyataan Zara, "Apa maksud kamu Zara, kamu kesini ingin mengatakan kalau suami kamu mencintai wanita lain dan kamu menyuruh wanita itu untuk..." ucapan Karin terpotong.


"iya, untuk menerima Marvin kembali" sambung Karin.


"Ha... ha... ha... " Karin langsung tertawa sinis.


"Siapa yang menyuruhmu datang ke sini, apa Marvin yang memaksamu?, kalau memang iya, kamu terlalu di butuhkan dengan cinta Zara, bahkan kamu rela suami kamu mencintai wanita lain asal kamu tetap bersamanya" ucap Karin salah paham.


Zara yang mendengar pernyataannya Karin langsung berdiri, "Karin aku kira kamu sangat mengenal Marvin, tapi ternyata aku salah datang kesini, dan yang aku tidak habis pikir, kalau kamu bisa menilai Marvin sehina itu, memintaku datang kepadamu" tutur Zara dengan wajah emosi meninggalkan ruangan Karin.


Mata Karin langsung berkaca-kaca, setelah kepergian Zara, "Jadi bukan Marvin yang meminta nya" gumam Karin.


Tiba-tiba HP Karin berdering dan Karin segera mengangkat nya, "Iya Buk" sapa Karin, ternyata gurunya Nela yang menelpon.


"Begini Buk Karin, Nela pulang bersama Azka dan kami tidak mencegah nya, karena kami pikir Nela dan Aska memang sering bermain bersama" ucap Ibu guru Nela di sebrang sana.


"Iya baik Buk, terima kasih atas infonya" balas Karin lalu menutup panggilannya.


Karin baru saja ingin melangkah keluar, HPnya kembali berdering, Karin secepatnya melihat ternyata pesan dari Marvin, setelah di buka terlihat foto Nela yang duduk di panggung Marvin, dengan latar ruangan kantor Marvin.


Karin jadi lemah, "Anak itu, makin tidak bisa di pisahkan dengan papahnya" ucap Karin, lalu berjalan keluar.


Karin kemudian mengemudikan mobilnya menuju perusahaan Jansen group, setelah sampai Karin langsung naik ke ruangan Marvin dan melihat Ryan sedang bicara dengan para pegawai.


"Apa Elmira dan Ryan sudah baikan yah?" batin Karin, kemudian berjalan keruangan Marvin.


Karin mengetuk pintu ruangan Marvin, "Masuk" suara Marvin dari dalam.

__ADS_1


Karin perlahan membuka pintu dan melihat Marvin sedang duduk di kursi kebesarannya, "Marvin, Nela di mana?" tanya Karin.


Marvin yang melihat Karin datang langsung berdiri, "Karin kamu sudah datang, duduk lah dulu" ucap Marvin sambil berjalan duduk di sofa.


__ADS_2