Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
SAYANG KAMU KENAPA?


__ADS_3

Azka kemudian mengambil minuman yang di tuang ke dalam gelas oleh Marvin dan meneguknya, begitu pula dengan Marvin, dia mulai meminumnya.


"Papah sehat?" tanya Azka.


"Aku sehat Azka, bagaimana mana dengan mu?" tanya balik Marvin.


"Aku baik Pah" jawab Azka, lalu kembali menuang Wine di gelasnya dan meneguknya.


"Azka kamu tidak ada rencana untuk menikah?" tanya Marvin serius.


"Belum ada Pah" jawab Azka santai.


"Aku dengar Elsa ada di Indo, dia merupakan wanita yang pintar dan baik, kamu tidak tertarik dengan teman lama kamu itu?" usul Marvin.


"Papah benar, tapi aku belum siap menikah dengan wanita lain, jika aku belum bisa mencintai nya" timpal Azka.


Marvin langsung menatap Azka dengan tajam, "Apa kamu masi menyimpan perasaan pada Nela?, Azka jangan membuat papah bersalah seumur hidup" tanya Marvin.


"Keputusan yang Papah ambil, tidak lah salah, buktinya sekarang Nela sangat lah bahagia dan urusan perasaan ku, Papah jangan khawatir, biar semua menjadi masalah pribadiku dan aku bisa mengatasi nya" tutur Azka.


"Jagoan Papah memang luar biasa dan mempunyai pikiran yang bijaksana" sambung Marvin sambil menepuk pundak Azka.


Azka hanya menunduk sambil tersenyum, kemudian kembali meneguk minuman nya.


"Kalau kamu siap menikah, katakan pada papah, aku akan memberikan pernikahan terbaik untuk jagoan papah" ucap Marvin.


Azka menoleh melihat Marvin, "Makasih Pah, papah benar-benar menganggap ku seperti putra papah sendiri, sampai sekarang Azka sudah sedewasa dan sudah mengerti semua yang terjadi di masa lalu" tutur Azka.


"Azka meski kamu bukan anak biologis ku, tapi kamu sudah papah anggap seperti anakku sendiri dan selamanya akan menjadi jagoan papah" balas Marvin.


"Terimakasih Pah" ucap Azka lalu memeluk Marvin.


Marvin kembali menepuk pundak Azka, "Sekarang pulang lah dan istirahat" ucap Marvin sambil melepas pelukannya.


"Baik Pah" balas Azka, kemudian berdiri meninggalkan ruang kerja Marvin.


*******


Beberapa hari telah berlalu, Arga dan Nela sudah pulang dari Honeymoon dan semuanya kembali seperti hari-hari biasa, Arga sedang sibuk mengurus perusahaan Jansen group, sementara Nela sedang sibuk syuting dan tampil bernyanyi di berbagai acara on-air.


Seperti hari ini, setelah selesai syuting Nela sedang berada di mobil nya dan menghubungi Arga, "Halo sayang" ucap Nela saat melihat wajah Suaminya di layar HPnya.


"Halo juga sayang" balas Arga.


"Sayang kamu sudah makan?" tanya Nela.


"Sudah sayang, ini lagi kerja" jawab Arga sambil mengarahkan kamera HPnya ke berkas di atas mejanya.


"Iya sudah sayang, aku hanya ingin minta izin" ucap Nela sedikit ragu.


Arga kemudian bersandar di kursi kebesaran nya, "Katakan saja sayang" balas Arga.

__ADS_1


"Apa boleh aku menemui Azka?" izin Nela.


Wajah Arga berubah dingin, "Temui lah jika kamu ingin menemuinya" ucap Arga.


"Sayang, aku hanya mengatakan nya, kalau kamu tidak mengizinkan nya gak apa-apa juga kok" tutur Nela.


Arga yang melihat istri nya tidak ngotot, membuatnya tersenyum, "Pergilah sayang, aku percaya padamu" sambung Arga.


"Makasih yah sayang, aku berangkat dulu. ummuuaah" balas Nela.


Panggilan video pun berakhir dan Nela menyuruh sopir nya ke perusahaan Azka.


**


Nela sudah berada di perusahaan Azka dan seperti biasa Nela langsung naik ke ruangan Azka.


Nela perlahan membuka ruangan Azka dan terlihat Azka sedang sibuk berbicara dengan sekertaris nya.


Azka dan sekertaris nya menoleh saat mendengar pintu di buka seseorang dan Azka langsung mengisyaratkan sekertaris nya untuk keluar.


"Saya permisi bos" ucap sekertaris itu dan berlalu pergi.


Nela kemudian berjalan ke arah sofa dan Azka berdiri dari kursi kebesaran nya, lalu menghampiri Nela.


"Kamu sudah pulang Nela?" tanya Azka.


"Iya Azka, aku kesini mau cerita" jawab Nela sambil duduk dengan santai.


"Gak gitu Azka" sambung Nela.


"Terus apa lagi?" timpal Azka.


"Ya udah, gak jadi aku pulang saja" ucap Nela sambil berdiri, Azka segera menahan tangannya.


"Jangan Nela" cegah Azka dengan menatap Nela penuh rasa rindu dan segera mengalihkan pandangan nya.


Nela yang berpura-pura ngambek, kemudian kembali duduk setelah Azka menahannya, "Baik aku tidak akan cerita, tapi aku hanya ingin bertanya, bisa kan?" tanya Nela.


"Mau tanya apa Nela?" tanya balik Azka.


"Bella apa kabar?" sambung Nela.


"Dia baik, hanya saja akhir-akhir ini kami jarang bertemu, karena Bella sedang sibuk mempersiapkan Ujian Nasional" jawab Azka.


"Jadi setelah Bella lulus, apa kalian ada rencana untuk menikah?" Nela kembali bertanya.


"Kami belum membicarakan nya" sambung Azka.


"Oh gitu yah" ucap Nela.


"Kamu kesini, hanya ingin menanyakan itu" timpal Azka.

__ADS_1


"Emmm... sebenarnya aku kangen, ini pertama kalinya loh kita berpisah lama, selama kita TK" jelas Nela.


Azka langsung menatap Nela, "Sebenarnya aku juga kangen Nela, tapi rasa kangen ku ini bukan sekedar sahabat, jadi kamu tidak perlu tau itu" batin Nela.


Nela kemudian melambaikan tangan nya di depan mata Azka, "Azka kamu mendengarkan aku kan?" tanya Nela.


Azka tersadar dari lamunannya, "I iya aku dengar Nela" jawab Azka.


Keduanya pun bicara bersama sambil bercanda, seperti biasa kalau mereka bertemu.


Setelah cukup lama Nela dan Azka bercerita, Nela kemudian pulang ke rumah nya.


*******


Hari minggu telah tiba dan pagi hari di rumah Arga, Arga dan Nela keduanya sedang sarapan bersama.


"Sayang hari ini kita belanja bulanan yah" ajak Nela.


"Sayang kan ada Bibi yang biasa melakukannya" balas Arga.


"Tapi sayang sekali-kali kita bisa melakukannya kan" rengek Nela.


"Yah sudah sayang, sore ini kita belanja" ujar Arga.


Nela langsung berdiri dan memeluk Arga, "Sayang aku mencintaimu" ucap Nela, lalu mencium pipih suaminya.


Setelah meluapkan kegembiraannya, Nela kembali duduk ke kursinya dan kembali menikmati sarapan nya.


**


Sore hari nya, Nela dan Arga sudah siap ke supermarket untuk belanja bulanan.


Nela terlihat cantik dengan penampilan feminim, sementara Arga terlihat tampan dengan penampilan Casual dan tidak memakai setelah jasnya lagi, yang sudah menjadi penampilan sehari-harinya.


Nela melihat Suaminya dari bawa sampai atas, "Sayang hari ini kamu sangat tampan" puji Nela.


Arga menghampiri Nela, "Jangan menggodaku, bisa jadi kepergian kita sore ini bisa batal" balas Arga sambil mengusap dengan lembut rambut Nela.


Nela yang mengerti maksud suaminya, langsung membulatkan matanya, lalu tersenyum kecut, "Sayang ayo kita berangkat" ujar Nela sambil menggandeng lengan Arga keluar kamar.


**


Nela dan Arga sudah sampai di supermarket dan di dampingi dua bodyguard, agar mereka bisa belanja dengan nyaman.


Arga sedang mendorong troli, sementara Nela mengambil beberapa bahan makanan pokok dan memasukkannya kedalam troli.


Arga dan Nela kemudian menuju ke tempat daging dan sayuran untuk memilih beberapa, tapi tiba-tiba Nela merasa pusing dan oleng, untuk saja Arga dengan sigap menangkapnya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Arga dengan khawatir.


Nela masi merasa pusing, "Tidak sayang" jawab Nela hampir tidak terdengar.

__ADS_1


"Sayang kita ke rumah sakit" ucar Arga, sangat panik dan langsung menggendong Nela keluar, untuk menuju mobilnya.


__ADS_2