
Marvin menatap Kirani, "Kamu yakin sayang mau memakan semua itu?" tanya Marvin.
"Ya sayang, memangnya kenapa?" tanya balik Kirani.
"Nanti kamu bisa gendut" bisik Marvin.
"Kenapa kalau aku gendut, kamu tidak suka sayang" balas Kirani.
Marvin kemudian merangkul pundak Kirani, "Tidak sayang, sebenarnya aku hanya penasaran, apa yang kamu bicarakan dengan Steven tadi?" jujur Marvin.
Kirani merapikan jas suaminya, "Ternyata Suamiku masi cemburu dengan Steven" ledek Kirani.
"Tidak istri ku, aku tidak cemburu, mana mungkin aku cemburu, aku kan lebih tampan darinya" balas Marvin.
"Benarkah, bagaimana kalau aku bilang Steven pernah menyukai ku saat kami di luar negeri" ungkap Kirani.
Marvin menatap tajam pada Kirani dan melingkarkan tangannya memeluk pinggang istrinya, "Apa kamu pernah menyukainya juga?" tanya Marvin.
"Sayang lepasin, di sini tempat umum" ujar Kirani sambil berusaha melepaskan diri, tapi Marvin makin mengeratkan pelukannya.
"Ayo jawab dulu pertanyaan ku, baru aku lepaskan" ucap Marvin.
"Steven pria yang baik, dia selalu membantuku saat aku kesulitan, jadi menurut mu?" balas Kirani mencoba berargumen dengan suaminya.
Marvin kemudian mendekati wajah Kirani seakan-akan ingat mencium nya, "Kamu ingin berargumen dengan ku, nanti malam kamu akan merasakan balasannya" bisik Marvin lalu melepas pelukannya.
Tiba-tiba Nela datang, "Mami, papah ternyata kalian di sini" ucap Nela.
Marvin langsung menggendong putrinya, "Putriku hari ini cantik sekali, kamu mau makan apa sayang" tanya Marvin.
"Aku mau ini pah" ucap Nela sambil menunjuk makanan yang dia inginkan.
Marvin kemudian mengambilkan untuk putrinya lalu duduk di kursi, sementara Kirani tersenyum bahagia melihat atraksi anak dan ayah yang kompak.
**
Sementara itu Steven dan Zara berjalan bersama di tengah pesta, "Zara sayang, kapan kita menyusul" tanya Steven.
"Emmm bentar dulu yah Steven karena ini akan mengejutkan pada Azka, bagaimana pun Azka taunya kalau papahnya adalah Marvin" jawab Zara.
"Jadi sampai kapan kita begini terus sayang" tanya Steven sambil merapikan rambut Zara di telinga nya.
__ADS_1
"Kamu harus mengambil hati putramu dulu, baru kita bisa menikah" balas Zara.
"Itu tidak sulit Zara" ujar Steven lalu melihat putranya menghampiri mereka.
"Azka" panggil Steven.
Azka kemudian melihat Steven dari atas sampai bawa, "Om Baik, yang waktu itu ajakin Azka dan Nela main kan" ucap Azka.
Steven lalu berjongkok agar bisa sejajar dengan putranya, "Iya Azka, apa sekarang kita bisa berteman?" tanya Steven.
"Bisa Om" jawab Azka.
"Kalau begitu tos dulu dong" ucap Steven sambil m ngangkat tangannya dan di balas oleh Azka.
"Aku ke sana dulu yah Om, Mah" balas Azka sambil menunjuk Marvin dan Nela, kemudian berlalu pergi.
Steven kembali berdiri di samping Zara, "Ini kan baru awal sayang, nanti juga kami bisa lebih cocok" ucap Steven.
"Sepertinya tugas kamu masi berat, semangat berjuang sayang" bisik Zara lalu melihat ke sembarang arah.
**
Meski pun yang menikah adalah Asisten pribadi dari CEO Jansen group, tetap saja berlangsung meriah karena Ryan sudah di kenal selalu mendampingi dan mewakili Marvin di setiap kesempatan, bahkan ucapannya juga termasuk perintah untuk para pegawai Jansen group.
Elena sedang berada di kamar pengantin nya untuk istirahat sebentar, karena sebentar lagi dia akan di makeup untuk acara resepsi malam ini.
Elmira sedang duduk di depan meja rias dan melihat darinya di depan cermin, masi dengan baju pengantinnya.
Pintu kamar pun terbuka dan ternyata Ryan yang masuk, lalu berjalan menghampiri istri nya, sementara Elmira melihat suaminya dari cermin di depannya.
Ryan langsung memeluk pundak Elmira sambil melihatnya dari cermin, hingga tatapan mereka bertemu di cermin.
"Sayang akhirnya kamu sudah menjadi istriku dan menjadi milikku sekarang untuk selamanya" ucap Ryan.
Elmira kemudian berdiri lalu menghadap ke depan Ryan dan mengalungkan tangannya di leher Ryan, "Makasih sayang kamu sudah bersabar menungguku selama delapan tahun lamanya" ucap Elmira.
"Elmira sayang, aku tidak peduli seberapa lama pun aku menunggu, cuma Elmira Revalina yang akan menjadi istriku" ungkap Ryan, dan di balas senyuman manis oleh Elmira.
Ryan kemudian menatap Istrinya tampan berkedip, lalu mengangkat dagu Elmira dengan telunjuk nya dan perlahan-lahan mendekatkan bibirnya di bibir Elmira, membuat Elmira reflek memejamkan matanya.
Ryan langsung mencium bibir wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu dan tangannya bermain di dada Elmira yang masi terbungkus baju pengantin.
__ADS_1
Perlahan tangan Ryan melingkar ingin melepas resleting baju pengantin Elmira, tapi tiba-tiba pintu kamar di ketuk seseorang, membuat keduanya melepas ciuman mereka lalu mengatur nafasnya masing-masing yang sudah mulai tidak teratur dan saling tersenyum.
Ryan berjalan membuka pintu kamar dan yang datang adalah MUI pengantin yg akan merias Elmira.
"Maaf Pak Ryan kami mengganggu, karena waktunya Elmira akan kami makeup" ucap MUI itu.
Sementara di belakang Ryan, Elmira tersenyum pada MUI yang sudah menjadi MUI nya selama ini, jika ada acara-acara besar yang akan dia hadirinya.
"Yah sudah masuk, biar aku yang keluar" ucap Ryan sambil berlalu pergi.
************
Malam hari telah tiba, di salah satu kamar hotel Suite yang akan di gelar resepsi pernikahan Elmira dan Ryan, Kirani dan Marvin sedang bersiap-siap untuk datang ke acara resepsi.
Kirani dan Marvin terlihat serasi dengan baju senada yang mereka pakai malam ini, "Ayo sayang kita berangkat" ajak Marvin sambil menggandeng pinggang Kirani berjalan keluar kamar.
"Iya sayang, kita panggil Nela di kamar sebelah dulu" ucap Kirain dan di balas anggukan oleh Marvin.
Di saat yang bersamaan Nela keluar dari kamarnya, bersama Bi Yanti.
"Nela ayo ikut sama Mami dan Papah" ajak Kirani.
"Tidak Mam, Nela ingin memanggil Azka dulu" tolak Nela.
"Papah dan Mami duluan yah sayang" sahut Marvin.
"Iya Papah, Mami" balas Nela, lalu kedua orang tuanya berlalu pergi.
**
Cara pesta berlangsung meriah dan para tamu undangan juga sudah berdatangan, banyak penyanyi ternama yang bergiliran menyumbangkan suara emasnya dia acara resepsi Elmira dan Ryan.
Zara dan Steven juga sudah datang dan langsung menghampiri Marvin dan Kirani di tuang VIP.
"Hai kalian sudah datang" sapa Zara pada Marvin dan Kirani, lalu duduk di depannya bersama Steven.
"Kalian juga sudah datang ternyata" balas Kirani.
"Silahkan di minum tuan Steven" ucap Marvin sambil menyodorkan minuman yang ada di atas meja.
"Terima kasih tuan Marvin" ujar Steven sambil mengambil gelas minuman di atas meja.
__ADS_1