Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
MAAF PAH


__ADS_3

Keesokkan harinya Nela dan Arga masi dalam selimut, perlahan Nela membuka matanya lebih dulu dan melihat wajah suaminya yang masi tertidur.


Nela tersenyum bahagia melihat wajah Arga dan mulai menganggu tidur suaminya, dengan meletakkan telunjuknya di pangkal hidung mancung suaminya dan menariknya turun, sampai ke bibirnya.


"Jangan menganggu singa yang sedang tidur, karena dia bisa saja menyerang mu" ucap Arga dengan mata yang masi tertutup, sambil mempererat pelukan nya pada tubuh istrinya, membuat Nela tersenyum.


"Sayang bagun, hari ini kita ke negara selanjutnya yang ingin kita kunjungi" balas Nela dengan manja, sambil mengusap rahan Arga.


Arga tidak bergeming, "Sebentar saja, kalau terlambat kita naik penerbangan berikutnya" ucap Arga masih dengan mata terpejam.


Ide jail Nela mulai muncul, dia kemudian menggelitik suaminya, hingga Arga membuka matanya, "Sayang-sayang sudah dong, oke aku bagun" ucap Arga sambil membuka mata nya.


Nela tertawa kegiragan melihat tingkah Arga yang terpaksa membuka matanya, sementara Arga terdiam melihat istrinya yang sedang tertawa, membuat Nela tiba-tiba terdiam.


"Sayang maaf" ucap Nela.


Arga kemudian tersenyum, "Gak apa-apa kok sayang, kamu bisa melakukan apa saja dengan ku, karena semua yang ada dalam hidupku dan diriku, hanyalah milik mu" balas Arga lalu mengusap kepala Nela, dengan penuh kasih sayang.


"Ayo kita mandi bersama dan segera berangkat" sambung Arga, kemudian di balas anggukan oleh Nela sambil tersenyum.


*********


Di negara indo, Azka dan Elsa sedang jalan-jalan di salah satu mall milik Jansen group.


Elsa tiba-tiba berhenti berjalan dan melihat sekeliling mall tersebut, membuat Azka juga ikut berhenti.


"Azka, mall ini sangat mewah dan besar dan semua ini masih milik Jansen group kan?" tanya Elsa.


"Kamu benar Elsa, Jansen group memang luar biasa dan masih bisa bertahan di tengah persaingan bisnis yang sangat luar biasa" jawab Azka.


"Bukan kah pak Marvin sudah pensiun sekarang?" tanya Elsa lagi.

__ADS_1


"Iya Elsa dan yang memimpin Jansen group sekarang adalah Arga Mahendra, yang merupakan suami Nela" jelas Azka lalu melihat Elsa.


"Wow ini benar-benar luas biasa, pak Marvin mempercayakan perusahaannya, pada Arga yang merupakan menantu nya" balas Elsa.


"Tapi pak Marvin tidak salah memilih menantu, buktinya Jansen group masi jaya sampai saat ini" timpal Azka.


"Kamu benar Azka" sambung Elsa.


"Yah sudah kita pulang sekarang, lain kali aku temani jalan, soalnya aku harus menemui pak Marvin malam ini" tutur Azka.


"Yah sudah Azka, ayo kita pulang" balas Elsa.


Elsa dan Azka kemudian meninggalkan mall tersebut dan Azka mengantar Elsa pulang ke apartemen nya.


Beberapa saat kemudian mobil Azka sudah sampai di depan apartemen Elsa, "Azka, terimakasih untuk hari ini, kamu sudah menemani aku jalan-jalan" ucap Elsa sebelum keluar dari mobil.


"Sama-sama Elsa" balas Azka, kemudian Elsa turun dari mobil Azka dan masuk kedalam gedung Apartemen nya.


***


Malam hari mobil Azka sudah sampai di depan rumah utama milik Marvin Jansen, Azka turun dari mobilnya dan segera masuk kedalam.


Kedatangan Azka di sambut pelayan rumah itu, "Bik, papah ada" tanya Azka, pada bik Ira yang menyambut nya.


"Masuk saja Den, tuan sedang ada di ruang kerjanya" jawab Bik Ira.


"makasih Bik, saya masuk dalu" ucap Azka sambil berlalu masuk.


Azka melihat Kirani yang sedang berada di ruang tengah, Kirani terlihat sedang memeriksa gambar-gambar desain baju di atas meja.


"Selamat malam tante Kirani" sapa Azka dan duduk di samping Kirani.

__ADS_1


Kirani yang melihat kedatangan Azka, langsung melepas kacamata nya, "Nak Azka, kamu yang datang?" tanya Kirani.


"Iya tante, papah yang memintaku datang kemari" balas Azka.


"Iya sudah, temui papah kamu di ruang kerja nya" timpal Kirani.


"Aku masuk dulu tante" ucap Azka sambil berdiri dan di balas anggukan oleh Kirani.


Kirani menatap kepergian Azka, kemudian melanjutkan aktivitas nya.


**


Azka sudah sampai di depan ruangan Marvin, kemudian mengetuk pintu.


"Masuk" suara Marvin dari dalam.


Azka membuka pintunya perlahan dan Marvin yang melihat kedatangan Azka, langsung berdiri, "Kamu sudah datang Azka?" ucap Azka.


"Iya pah" jawab Azka.


"Duduk lah dulu" ucap Marvin sambil mengarahkan Azka duduk di sofa.


Azka berjalan duduk di sofa dan Marvin duduk di depan nya, "Ada apa Pah, tumben memanggilku kemari?" tanya Azka.


"Santai saja Azka, sekarang jagoan papah, mulai bersikap formal pada papah" jawab Marvin.


"Maaf pah" ucap Azka.


Marvin kemudian berdiri dan berjalan mengambil wine di lemari, kemudian kembali ke arah Azka, lalu duduk di samping nya.


"Temani papah minum" ucap Marvin sambil menuang minuman beralkohol itu di gelas.

__ADS_1


__ADS_2