
Setelah membawa Nela ke kamarnya, Marvin dan Karin kemudian keluarga dari kamar Nela dan mereka berdiri di depan pintu kamar.
"Marvin makasih yah untuk hari ini" ucap Karin lalu memeluk pinggang Marvin.
Marvin membalas pelukan Karin dan tak terasa, air mata menetes di sudut matanya, "Terimakasih tuhan, kau telah mengembalikan kembali hidupku yang sempat hilang, Kirani aku janji tidak akan melepaskan mu lagi" batin Marvin.
"Iya sayang ku" balas Marvin sambil masi saling memeluk.
Karin kemudian melepas pelukan nya, "Marvin hati-hati di jalan yah" ucap Karin.
"Kamu tidak meminta ku menginap saja, ini sudah malam" balas Marvin berharap bisa bersama Karin malam ini.
Karin tidak menjawab, lalu menggandeng lengan Marvin turun kebawa dan setelah sampai di bawa, Karin merapikan rambut Marvin yang berantakan, lalu mencium pipinya, "Selamat malam" ucap Karin.
Akan aku ajarkan mengucapkan selamat malam yang benar, mungkin kamu sudah lupa, ucap Marvin lalu mencium bibir Karin dengan lembut, membuat Karin reflek memejamkan matanya.
Setelah itu Marvin pulang ke rumahnya dan langsung masuk ke kamar Azka, terlihat Azka sudah tertidur.
Kemudian Marvin duduk di samping anak yang sudah di besarkannya sejak kecil, "Azka jagoan papah, apapun yang terjadi nantinya, kamu tetap menjadi jagoan papah" ucap Marvin mengusap rambut Azka.
*********
Akan berlangsung acara besar di salah satu hotel berbintang Jansen group dan akan mengundang CEO Jansen group, beserta jajarannya untuk ikut meramaikan acara tersebut.
Hari ini Ryan mengemudikan mobilnya menuju apartemen Elmira dan setelah sampai, Ryan memencet bel apartemen Elmira.
Tidak lama kemudian pintu di buka oleh Elmira, "Ryan, ternyata kamu" ucap Elmira malas.
Tampa di suruh masuk, Ryan langsung berlalu masuk dan duduk di sofa, sementara Elmira mengikuti Ryan, lalu duduk di sampingnya dengan ekspresi malas.
"Elmira kamu masih marah denganku?" tanya Ryan lembut.
"Kamu nilai saja sendiri" jawab Elmira memanyunkan wajahnya.
Ryan bersandar di sofa, "Sayang kamu yakin tidak ingin mendengar penjelasan ku, kita sudah menghabiskan waktu selama delapan tahun" ucap Ryan sambil mengusap rambut Elmira dari belakang.
__ADS_1
Elmira menoleh melihat Ryan di belakangnya, "Yah sudah aku akan mendengarkannya" balas Elmira.
"Malam itu aku dan Zara sedang minum, tapi ternyata Zara minum terlalu banyak hingga membuat nya mabuk berat, sebagai seorang sahabat aku tidak tega melihat nya tak berdaya jadi aku membaringkannya di ranjang ku, apa lagi malam itu Zara mengungkap kan semua penyesalan nya selama ini" cerita Ryan panjang lebar.
"Apa benar cerita seperti itu?" tanya Elmira.
Ryan langsung menarik pinggang Elmira, hingga Elmira bersandar di dadanya yang atletis, "Sayang aku tidak mungkin menghianatimu" sambung Ryan lalu mencium kelapa Elmira.
"Oh yah besok malam ada acara, di salah satu hotel Jansen group dan mengundang petinggi perusahaan, kamu ada waktu menemaniku" ajak Ryan.
Elmira berfikir sejenak, "Nanti aku tanya asisten ku, kalau tidak ada acara aku akan datang bersamamu" balas Elmira.
Sementara itu Marvin sedang berada di kantor Karin dan terus masuk di ruangan Karin, "Selamat siang sayang" ucap Marvin dan langsung mencium kening Karin yang duduk di kursi kerjanya.
Karin kemudian berdiri dan memeluk Marvin, "Marvin ada apa?" tanya Karin.
Marvin melepas pelukan Karin dan merangkul pinggangnya, lalu berjalan duduk di sofa, "Sayang aku ada undangan pesta, apa kamu ingin menemani ku?" tanya Marvin.
"Kamu sudah bercanda Vin, mana ada selingkuhan datang bersama dia acara besar" jawab Karin.
"Kenapa kamu terlalu jahat, menikahi Zara hanya untuk menyakitinya, itu tidak adil baginya" ujar Karin.
"Wah ini namanya selingkuhan yang bijaksana, aku terharu mendengarnya" canda Marvin membuat Karin mencubit pinggangnya.
"Sakit sayang" keluh Marvin.
"Kalau di pikir lucunya yah, istri pertama jadi selingkuhan" pikiran Karin lalu tertawa bersama Marvin.
"Yang jelas kita akan datang, buatkan aku baju pertama untuk aku pakai di pesta nanti" desak Marvin.
"Iya Vin, sekarang kamu bisa memilih baju yang ada di ruang baju, nanti kita akan Fitting saja" ucap Karin.
Marvin dan Karin kemudian berjalan menuju ke ruangan baju khusus pria dan Karin memilih baju yang cocok di pakai Marvin di pesta itu.
Setelah memilih satu pakaian untuk Marvin, Karin kemudian menyuruh Marvin memakainya.
__ADS_1
Karin mulai mengukur pinggang Marvin, tapi Marvin malah memeluk pinggang Karin, lalu menatap Karin tampa berkedip, Karin kemudian melihat karyawannya yang ada di ruangan itu, dan Karyawannya langsung mengerti dan semuanya meninggalkan bosnya.
"Sayang aku sangat bangga padamu, apa yang kamu gapai sekarang itu sangat luar biasa, kamu benar-benar sukses menjadi desainer ternama" puji Marvin sambil mengelus lembut pipi Karin dengan punggung tangannya.
"Aku juga bangga padamu Om CEO ku, Jansen group semakin bersinar, tapi yang di kenal oleh masyarakat adalah kesuksesan yang kamu dapat, adalah berkat istri kamu Zara yang berada di belakang mu" tutur Karin dengan wajah sedih.
"Oke sayang aku akan memberimu pilihan, kamu pilih kata masyarakat atau cinta kita?" tanya Marvin.
Karin langsung melepas pelukan Marvin dan membelakangi Marvin, "Tapi ada Nela sekarang, semua akan mengejek Nela bahwa Maminya adalah perebut suami orang, kalau masyarakat tau hubungan kita" pikiran Karin.
Marvin kemudian memeluk Karin dari belakang, "Kamu percaya kalau semua nya akan indah pada waktunya" ucap Marvin untuk menangkan Karin.
********
Malam ini ada, adalah malam pesta di hotel Jansen group, Marvin sudah rapi di kamarnya dan akan menjemput Karin di rumahnya.
Marvin berjalan turun tangga dan berpapasan dengan Zara di ujung tangga, seperti biasa Zara tidak berani bertanya.
"Zara" panggil Marvin.
"Iya Vin" jawab Zara.
"Malam ini aku akan pergi pesta bersama Karin" ijin Marvin.
Zara langsung memegang dahi Marvin, "Tidak panas, sejak kapan kamu izin dulu kalau mau berbuat sesuatu" tanya Zara.
"Zara aku sudah bilang kan, kalau kamu akan terus menjadi sahabatku, jadi mulai sekarang aku akan menghargai sahabat itu" jawab Marvin.
"Makasih yah Vin" ucap Zara.
"Dan satu lagi, mungkin setelah malam ini hubungan ku dengan Karin akan menjadi pembicaraan Masyarakat, tapi kamu jangan khawatir, aku janji sebelum Azka berumur 17 tahun dia akan tetap di kenal sebagai putra dari Marvin Jansen" janji Marvin pada Zara, di balas anggukan oleh Zara dengan mata berkaca-kaca.
Marvin kemudian berlalu pergi untuk menjemput Karin di rumahnya.
Marvin sudah berada di depan rumah Karin dan menunggu Karin keluar, tidak lama kemudian Karin keluar dengan gaun yang senada dengan baju Marvin, yang tentu di desain sendiri oleh Karin.
__ADS_1
Marvin terpesona melihat kecantikan wanita yang masih berstatus sebagai istri nya itu, apa lagi Karin melepas kacamatanya yang menjadi ciri khas Karin selama ini, tapi dia belum melepas softlens yang di pakaiannya, karena Karin belum siap mengungkap identitas aslinya pada masyarakat.