Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
KAMU MASIH MENCINTAI NYA


__ADS_3

Azka mengantar Nela pulang dan saat ini mereka masi berada di mobil.


Nela kemudian teringat ucapan Bella tadi, kalau Azka punya wanita pujaan, membuatnya menatap Azka.


"Nela ada apa?" tanya Azka yang menyadari Nela menatapnya, meski dirinya fokus mengemudi.


"Azka aku boleh nanya?" tanya Nela sedikit ragu, karena pasti ada alasan yang membuat Azka menyembunyikan wanita pujaan nya darinya.


"Apa Nel, tanya aja" balas Azka sambil melirik Nela.


"Sejak kapan kamu menyembunyikan sesuatu dari ku, bisa-bisanya kamu menyukai seorang wanita tapi tidak mengatakan padaku, ayo katakan siapa wanita itu? " tanya Nela dengan tidak melihat Azka.


Azka yang mendengar pernyataannya Nela, langsung saja Azka menghentikan mendadak mobilnya, membuat Nela tersungkur ke depan.


"Nela, kamu baik-baik saja kan?" tanya Azka terlihat khawatir.


"Aku tidak apa-apa Azka, jangan coba mengalihkan pertanyaan ku" ujar Nela sambil memegang kening nya.


Azka melihat ke arah Nela dan melihat darah segar yang mengalir di jidat Nela, Azka belum menjawab pertanyaan Nela.


Azka segera mengambil obat p3k yang tersedia di mobilnya dan langsung mengobati luka Nela.


Azka yang maju membersihkan luka Nela, membuat jarak di antara mereka sangat dekat, mata Azka kemudian tertuju pada bibir Nela, membuatnya menelan ludah dan hampir tidak bisa menahan diri nya.


Azka langsung kembali duduk bersandar di kursinya, "Nanti kamu akan tau wanita itu, untuk saat ini jangan Nel" ujar Azka yang baru menjawab pertanyaan Nela.


"Apa wanita itu cantik?" tanya Nela masih penasaran.


"Dia sangat cantik" balas Azka dengan menatap Nela tampa berkedip, kemudian kembali mengemudikan mobilnya.


"Jadi makin penasaran" gumam Nela, tapi masi bisa di dengar Azka dan membuatnya tersenyum.


*****


Sementara itu Bella dan Roy, pulang ke apartemen Roy setelah urusan Roy selesai.


Setelah membuka Apartemen nya, Roy mempersilahkan Bella masuk dan Bella berjalan pelan dan melihat sekeliling.


"Wow Apartemen kamu besar juga sayang" ujar Bella.


"Papah yang memberikannya sayang" balas Roy.


"Jadi penasaran, berarti keluarga kamu termasuk orang berada dong" sambung Bella, sambil duduk di sofa.

__ADS_1


"Bisa di bilang begitu sayang, aku akan membawa mu pada mereka secepatnya" timpal Roy dan duduk di samping Bella.


"Aku belum siap sayang" balas Bella.


Roy kemudian merangkul pundak Bella, "Kenapa sayang, kamu tidak ingin hubungan kita lebih serius kedepannya" tanya Roy dengan serius.


"Bukan begitu sayang" jawab Bella.


"Berarti kamu belum percaya padaku sayang" tutur Roy.


Bella kemudian menatap Roy, lalu mengelus rahan nya, "Sayang kamu jangan salah paham" balas Bella.


"Kalau begitu sebutkan alasan nya, apa masi ada yang kamu rahasia padaku" tanya Roy.


Bella langsung terdiam, karena sesungguhnya Roy belum tau kalau dirinya pernah menjalin hubungan dengan Azka sebelum nya.


Roy melihat Bella terdiam, dia kemudian mengangkat dagu Bella dengan telunjuknya, "Sayang, ada apa?" ucap Roy dengan lembut.


Bella menurunkan pandanganya, "Sebenarnya, kak Azka adalah mantan ku" jawab Bella dengan ragu, takut Roy akan marah karena baru mengatakan sekarang.


"Kamu masih mencintai nya" tanya Roy semakin salah paham.


"Tidak Roy, kak Azka adalah masa laluku, selama ini aku tidak mengatakannya karena aku takut kamu akan marah, apalagi hubungan kami masi baik sampai sekarang" jelas Bella.


"Kalau begitu, aku mandi dulu" ucap Roy dengan nada cemburu, sambil berdiri masuk kamar nya.


Setelah beberapa saat, Bella kemudian berjalan ke kamar Roy dan langsung membuka pintu nya.


Terlihat Roy baru saja selsai mandi dan Bella langsung memeluk Roy dari belakang, "Sayang apa kamu marah?" tanya Bella dengan menyandarkan wajahnya di punggung Roy.


Roy tersenyum melihat tingkah Bella, padahal dirinya tidak marah, hanya saja sedikit cemburu.


Roy kemudian memutar tubuhnya, menghadap pada Bella dan memegang kedua bahu Bella, "Mana bisa aku marah dengan mu sayang" ucap Roy lalu memeluk Bella.


Roy kemudian melepas pelukan nya, "Berani sekali kamu masuk di dalam kamar pria dewasa dan langsung memeluknya, kamu tidak takut kalau... " ucapan Roy terputus.


"Takut kenapa?, bukan kah ini kamar kekasih ku" timpal Bella sedikit menjauhi Roy, membuat Roy kembali tersenyum.


"Kalau tidak ada masalah, seperti nya kamu tidak perlu menjaga jarak dariku sayang?" tanya Roy sambil melangkah mendekati Bella yang sudah terlihat panik.


Bella semakin mundur kebelakang karena Roy semakin mengintimidasi, membuat nya tersandar di tembok, hingga Roy menahan satu tangannya ke tembok dan mata Bella tertuju pada dada Roy yang terbuka, membuat nya mengalihkan pandangan nya.


"Kenapa sayang, setelah dua tahun pacaran kamu masi takut dengan ku? tanya Roy dengan menatap Bella tampa berkedip.

__ADS_1


Bella membalas tatapan Roy, "Seseorang telah berkata padaku, untuk menjaga diri sebelum adanya ikatan suci" tutur Bella.


Roy menurunkan tangannya, "Apakah seseorang itu adalah Azka?" tanya Roy dan di balas anggukan oleh Bella. Membuat Azka terlihat berfikir.


Bella kembali menjauhi Roy dan berjalan ke arah tempat tidur Roy yang berukuran king size.


"Apa boleh aku menginap?" tanya Bella sambil dulu di atas kasur.


Roy berjalan mendekati Bella dan duduk di samping nya, "Bagaimana kalau aku tidak bisa menahan diri sayang" tanya balik Roy.


"Kalau begitu lebih baik aku pulang saja" balas Bella sambil berdiri.


Roy segera menarik tangan Bella, membuat Bella duduk di panggungnya dan tangan Bella berada di dada Roy, agar tidak terjatuh.


Roy langsung menangkap leher Bella dan mencium nya dengan lembut, sementara satu tangan nya merangkul pinggangnya.


Bella yang mendapat serangan mendadak dari Roy membuat nya terkejut, kemudian memejamkan matanya menikmati ciuman Roy yang semakin lama semakin membuat nya melayang, di tambah tangan Roy yang sudah turun ke area dadanya.


Roy melepas ciumannya, membuat Bella perlahan membuka matanya, "Sayang, aku janji tidak akan melewati batasanku" ucap Roy, kemudian melanjutkan ciumannya.


******


Siang hari di sekolah Gala, Gala sudah pulang dan terlihat Azka sedang menunggu kedatangannya di luar.


Gala yang melihat kehadiran Azka, langsung saja berlari di ke arah Azka, "Om Azka" panggil Gala. Azka menangkap Gala, lalu menggendongnya.


Di saat yang bersamaan, Nela juga datang untuk menjemput putranya dan melihat Gala yang di gendong oleh Azka.


"Azka kamu di sini?" tanya Nela.


"Iya Nel, kebetulan aku lewat sini jadi aku mampir menemui Gala" jawab Azka.


"Sayang sini, kita pulang sekarang" ujar Nela pada putranya.


"Tapi Mah, Gala masi ingin main dengannya Om Azka" balas Gala.


"Yah sudah Gala ikut Om ke perusahaan saja, bisakah Nel?" tanya Azka lalu melihat ke arah Nela.


"Baik, pergilah" jawab Nela.


Azka kemudian memasukan Gala duduk di samping sopir dan membuka pintu belakang, kemudian menarik tangan Nela seenaknya masuk dalam mobil, "Kamu juga harus ke perusahaan Nela" ujar Azka sambil menutup pintu.


Nela tidak berkomentar, dia hanya menatap tangan Azka yang masi menggenggam tangan nya, meski mobil sudah jalan.

__ADS_1


Azka yang menyadari itu, langsung menarik tangan nya, "Maaf Nela" ucap Azka.


Nela langsung tertawa, "Azka kaku banget, kaya baru kenal saja" ujar Nela dengan santai


__ADS_2