
Siang hari di perusahaan Ricardo group, Azka sedang berada di ruangannya dan terlihat memikirkan sesuatu.
"Sekarang lebel musik yang menaungi Nela sudah menjadi milik Jansen group, apa yang Arga rencana kan untuk Istri nya" pikir Azka.
"Arga saat ini aku masih memantau mu, untuk sekarang Nela tidak boleh tau itu" sambung Arga.
Kemudian Azka melihat HPnya dan tidak ada pesan dari Bella, "Sepertinya dia masi marah, dia belum mengirim pesan, biasanya Bella selalu mengingatkan makan siang" ucap Azka.
**
Di kantor Elmira, Nela sedang berada di sana bersama Elmira dan membahas jadwal-jadwal Nela minggu ini.
"Nela ada kabar gembira untuk mu" ucap Elmira.
"Apa tante?" tanya Nela santai.
"Dua bulan ini, kamu akan lebih sibuk dan latihan lebih maksimal karena lebel musik akan merayakan konser untuk kamu" ucap Elmira.
Mata Nela langsung berkaca-kaca, "Benarkah tante" ucap Nela lalu menutup mulutnya, tidak menyangka.
"Benar sayang, selamat Nela" balas Elmira, Nela langsung memeluk Elmira.
"Aku harus menemui Arga dulu tante" ucap Nela sambil melepaskan pelukannya.
"Pergilah Nela" sambung Elmira.
"Dadah tante, Nela pergi dulu" sambil berjalan keluar.
Elmira menatap kepergian Nela, "Kamu beruntung Nela, punya suami yang mendukung full karirmu" ucap Elmira dan dia tidak mengatakan kalau di balik konser Nela ada Arga yang berdiri di belakang nya.
**
Nela menyuruh sopirnya ke perusahaan Jansen grup dan menyuruh Rita pulang karena hari di tidak ada jadwal pekerjaan.
Setelah beberapa saat mobil Nela sudah sampai di perusahaan Jansen group dan langsung naik ke ruangan suaminya.
"Selamat siang sayang" ucap Nela sambil membuka pintu ruangan Arga dan di dalam juga ada Riko.
Riko yang melihat kehadiran istrinya bosnya, langsung pamit untuk keluar dan setelah kepergian Riko,Nela langsung menghambur memeluk Arga.
"Sayang aku seneng banget hari ini, lebel musik yang menaungi ku akan menggelar konser untukku" ungkap Nela sambil melepas pelukannya.
Arga tersenyum melihat kebahagian istrinya, "Selamat yah sayang, kamu berhak mendapatkan itu semua karena kamu adalah penyanyi yang berbakat" balas Arga.
__ADS_1
Wajah Nela tiba-tiba sedih, "Kenapa Sayang?" tanya Arga.
"Apa papah akan hadir nanti nya?" tanya Nela
Arga memeluk istrinya, "Aku yakin papah akan datang, kita bisa mencoba mengundangnya sayang" ucap Arga.
"Iya sayang aku akan menemuinya" balas Nela sambil melepas pelukan Arga.
"Iya sudah sayang sekarang kita makan siang dulu" sambung Arga, lalu merangkul pundak Nela berjalan keluar.
***
Saat ini, Azka sedang menunggu Bella di depan sekolah nya dan tidak lama kemudian, terlihat Bella keluar bersama teman-teman nya.
Azka yang sedang berdiri di depan mobil nya, dengan stelan jas rapi, terlihat sangat tampan di tambah kaca mata hitam yang dia pakai.
Bella yang berbicara bersama teman-teman nya, langsung terdiam saat melihat Azka yang sedang menunggunya dan Azka melambaikan tangannya ke arah Bella.
"Siapa tuh Bel, kayaknya pacar kamu deh" ucap teman Bella.
"Cie ada yang di jemput pacarnya nih" ledek yang lain.
"Cepat kesana Bel" timpal teman yang satunya.
"Iya sudah aku duluan, daah semuanya" ucap Bella dan bejalan ke arah Azka.
Bella masuk ke mobil Azka dengan ekspresi wajah yang masi marah, kemudian Azka segera masuk di samping Bella.
"Pak jalan" perintah Azka pada sopir nya.
"Baik bos" jawab sopir itu, lalu menjalankan mobil nya.
Azka melepas kaca mata nya dan melihat Bella yang terlihat masi marah, jadi Azka memutuskan untuk diam saja dulu.
Bella diam saja dan tidak bertanya mau manah, tidak lama kemudian mobil Azka sampai di restoran mewah.
Azka kemudian menarik tangan Bella dengan lembut untuk turun, saat sopir membukakan pintu untuk nya.
Meski Bella tidak bicara, tapi dia tidak melawan saat di gandeng Azka masuk dalam restoran, Azka kemudian merangkul pundak Bella masuk dalam ruang VIP.
Orang-orang yang melihat Azka dan Bella sebagian berkomentar negatif, apa lagi Bella yang masih memakai seragam sekolah, membuat sebagian orang berasumsi kalau Bella wanita simpanan pengusaha mudah.
Azka yang melihat pandangan sinis orang-orang padanya, memilih tidak menghiraukan mereka.
__ADS_1
Azka dan Bella sudah berada di ruangan VIP, Sayang kamu mau pesan apa?" tanya Azka dengan lembut.
"Terserah kak aja deh" jawab Bella dengan nada malas sambil bersandar di sofa memencet HPnya. Azka kemudian memesan makanan kesukaan Bella.
Azka kemudian mendekati Bella dan mengambil HPnya, "Sayang kamu masih marah?" tanya Azka dengan menatap wajah Bella dengan serius.
"Menurut kak Azka" jawab Bella ketus.
Azka tersenyum dan ikut bersandar di sofa lalu merangkul pundak Bella, "Bella sayang dengan yah, pria yang mencintai seorang wanita ada pria yang menjaga kesucian seorang wanita tersebut, bukan menyerahkan kesucian pada pria agar dia mencintaimu" nasehat Azka menjelaskan pada Bella agar bisa merubah sudut pandang nya.
Bella langsung menatap Azka dengan mata berkaca-kaca, "Itu tidak benar kak, buktinya teman-taman aku yang menyerahkan kesucian pada pacar nya, mereka terlihat semakin saling mencintai dan bahagia sekarang" Balas Bella tidak mau kalah.
"Kata orang memang susah menasehati anak SMA, kalian ini masih berusia 16 tahun yang berfikir nya sekali saja, hidup kalian masi panjang dan akan menghadapi rintangan hidup yang banyak, termasuk status pacaran yang bisa putus. sekarang kamu pikirkan kalau mereka tidak cocok lagi dan putus, apa yang akan terjadi pada wanita tersebut?" tanya Azka dan menjelaskan panjang lebar.
Bella mulai mengerti penjelasan Azka, "Apa kak Azka tidak ingin menungguku sampai dewasa dan melamar ku" tanya Bella membuat Azka terkejut.
"Hey seserius itu kah perasaan mu padaku, hingga berfikir untuk menikah dengan kakak nantinya" tanya Azka.
"Jadi selama ini, kak Azka mengira perasaan ku hanya cinta monyet" balas Bella.
"Bella kamu masih muda dan akan bertemu banyak orang nanti, sementara cinta akan berubah atau berpaling" jelas Azka.
"Kalau begitu kak Azka sudah bertemu dengan banyak wanita, tapi kenapa cinta kak Azka pada kak Nela tidak berubah" tanya Bella.
Azka kembali tersenyum mendengar pola pikir Bella, "Dengar yah sayang, aku mulai ada perasaan pada Nela di usia ku sudah dewasa, bukan di usia belasan tahun, kamu mengerti?" ungkap Azka.
"Kalau begitu kita berteman saja dulu kak dan tunggu usiaku sampai dewasa, baru kita lihat apa perasaanku dengan kakak tidak berubah" kesimpulan terakhir yang di pikiran Bella.
"Yakin mau putus sama Kakak" tanya Azka sambil mengacak-acak rambut Bella, Bella secepatnya menggeleng.
"Bella aku tidak akan menodaimu, biarkan cintaku tumbuh dengan sendirinya apa adanya" sambung Azka.
Akhirnya Bella mengalah, kemudian makanannya juga sudah datang dan mereka menikmati makanan bersama.
"Oh iya kak Azka belum tau, kalau kak Nela akan menggelar konser" ucap Bella di sela makan nya.
"Apa konser?" tanya Azka sambil berfikir.
"Iya kak" jawab Bella.
"Ternyata cinta Arga terlalu besar untuk Nela, ternyata itu alasan nya dia mengambil alih lebel musik yang menaungi Nela" batin Azka sambil melamun.
"Kenapa kak?" tanya Bella yang melihat Zaka diam saja.
__ADS_1
"Gak kok sayang, setelah makan aku antar pulang yah" jawab Azka.
Setelah selesai makan, Azka mengantar Bella pulang dan dia kembali ke perusahaan nya.