
Nela mendengar pernyataan Arga yang menghina dirinya, menjadi semakin emosi, karena pria yang dianggapnya pemalu dan pendiam, ternyata itu semua hanya lah topeng.
"Terserah kamu ingin menilai diri ku bagaimana, aku tidak peduli" ucap Nela sedikit keras.
"Pelan kan suaramu, jangan pernah berbicara keras pada suami karena itu tidak baik" balas Arga.
Nela terlihat menahan emosinya, "Bisa-bisanya dia menasehati ku setelah menghina diriku" batin Nela.
Arga menunduk mendekati wajah Nela, "Jangan pernah berani melawan ku, kalau kamu masih menginginkan perusahaan papah mu baik-baik saja" bisik Arga lalu berjalan masuk kamar mandi.
Membuat Nela membulatkan matanya, "Berani sekali dia mengancam ku" ucap Nela saat Arga sudah tidak terlihat.
Beberapa saat kemudian Nela belum mengganti baju pengantin nya, dia duduk bermalas-malasan di atas ranjang sambil memainkan kelopak bunga mawar yang ada di atas kasur.
Sementara Arga terlihat keluar dari kamar mandi dengan handuk di lilitkan di pinggangnya, Nela menoleh dan pandangannya tertuju pada tubuh Atletis Arga dan perut seperti roti sobek.
Nela langsung membuang pandangannya ke sembarangan arah, Nela tidak menyangka kalau Arga mempunyai tubuh yang sixpack.
"Kamu mau tidur dengan baju seperti itu?, ganti bajumu dan bersihkan semua kelopak bunga yang ada di atas kasur itu" perintah Arga dengan gaya nya yang cuek.
Nela segera mengambil baju yang tersedia di atas kasur dan berjalan masuk kamar mandi, Arga meliriknya sambil tersenyum tipis.
Arga memakai jubah tidur dan memperlihatkan bagian dadanya, sedang duduk di sofa sambil memencet leptopnya, sementara itu Nela baru saja keluar dari kamar mandi dengan baju tidur yang cukup seksi.
Nela melihat Arga sedang serius dan terlihat sedang mengurus pekerjaannya, Nela tidak peduli dan segera membersihkan kelompok bunga yang ada dia atas ranjang, sebelum Arga menyuruhnya lagi.
"Malam banget sih nasib aku, malam pengantin di suruh bersihin bunga" omel Nela sambil membersihkan bunga.
"Memangnya malam pengantin, kamu mau apa?" tanya Arga yang tiba-tiba berdiri di belakang nya.
Membuat Nela terkejut dan tidak bisa menahan keseimbangan nya dan hampir terjatuh, tapi Arga segera menangkap pinggang nya, hingga membuat jarak di antara mereka begitu dekat dan tatapan mereka bertemu.
"Di lihat dari dekat ternyata Arga lebih tampan" batin Nela.
"Di lihat dari dekat, gila Nela bening banget" batin Arga.
__ADS_1
Arga takut tidak bisa menahan diri, langsung reflek melepas tangannya di pinggang Nela, membuat Nela jatuh ke lantai.
"Aah sakit Arga, kalau niatnya ingin jatuhin ngapain tadi harus nolongin" omel Nela sambil memegang pinggulnya.
"Makanya hati-hati, cepat beresin aku mau tidur" perintah Arga dan langsung duduk di atas ranjang.
"Dia terlalu pintar bersandiwara" gumam Nela sambil berjalan ke sisi lain ranjang itu.
Setelah membersihkan kelopak bunga mawar itu, Nela ingin berjalan ke sofa, "Nela" panggil Arga, membuat Nela menoleh.
"Tidur di sini saja" ucap Arga sambil menepuk kasur di sampingnya.
Nela memicing kan matanya dan teringat kata-kata Arga tapi yang menghina dirinya, "Saya tidur di sofa saja" ucap Nela ketus.
Arga langsung berdiri dan menarik tangan Nela duduk di ranjang, "Putri dari Marvin Jansen gak boleh tidur di sofa, kamu tidur di sini saja, biar aku yang di sofa" ucap Arga lalu berjalan ke arah sofa.
Arga berbaring di sofa dan memejamkan matanya, sementara Nela masi terjaga dan mengintip Arga di balik selimut, "Aneh, apa pria itu punya kepribadian ganda? jadi takut" batin Nela.
**
Nela mengambil nya dan melihat sebuah surat yang tertulis, "Makan lah dulu baru selanjutnya kita pulang ke rumah". Nela sempat tersenyum, kemudian berdiri menuju kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Nela keluar dengan memakai jubah mandi dan berjalan mengambil sarapan yang di sediakan Arga.
Sementara Nela sedang makan, tiba-tiba pintu kamar hotel di buka seseorang, membuat Nela menoleh, ternyata Arga yang datang sedang membawa paperback dan terlihat sudah rapi dengan stelan jasnya. .
"Kamu sudah bangun, pakai ini baru kita pulang ke rumah" ucap Arga dingin dan meletakkan paperback di samping Nela.
Saat ini Nela dan Arga sudah berada di loby hotel dan sopir juga sudah siap menunggunya, setelah melihat majikannya datang sopir itu langsung membuka pintu mobil, tampa bicara apa-apa keduanya masuk di dalam mobil.
Selama perjalanan tidak ada yang bicara dan pada akhirnya mobil sudah sampai di halaman rumah mewah.
Sopir kemudian membukakan pintu mobil, kemudian Nela dan Arga turun dari mobil, Nela melihat sekeliling rumah itu yang sangat mewah.
Arga membuka pintu rumah dan terlihat semua peralatan sudah lengkap dan rapi, sementara Nela masi mengagumi arsitektur rumah itu.
__ADS_1
"Wow rumah kamu ternyata besar juga" puji Nela.
"Semua nya berkata Papah kamu, sehingga aku bisa memiliki semua ini" balas Arga.
"Pantas dia mau-mau saja menikah denganku, ternyata dia berhutang budi pada papah" gumam Nela, tapi dapat di dengar oleh Arga.
"Apa katamu?" tanya Arga.
Nela langsung tersenyum manis melihat Arga, "Kamu mendengarnya, pasti kamu tertekan banget menghadapi papah, aku juga begitu, mau kerja sama gak?" tanya Nela sambil memegang lengan Arga.
Arga menatap tangan Nela di lengan nya, "Lepaskan tanganmu, mau kamu apa? tanya balik Arga.
Nela langsung melepas tangannya di lengan Arga, "Maaf, bagaimana kalau kita buat persetujuan, kalau setelah setahun berlalu, kita bercerai saja dan kamu bisa memilih wanita yang kamu cintai" usul Nela dengan percaya diri nya.
Ucapan Nela membuat Arga menatap tajam padanya, "Sudah ku katakan jangan pernah mencoba mengatur ku, kalau kamu masih ingin perusahaan Papah mu baik-biak aja" balas Arga kembali mengancam Nela.
Nela hanya bisa menarik nafas nya kasar, "Kenapa dia harus marah, bukan kah tawaranku menguntungkan untuk nya" batin Nela.
"Ayo ikut dengan ku" ajak Arga sambil berjalan naik tangga dan Nela ikut saja naik.
Setelah sampai di atas, Arga membuka pintu kamar utama, terlihat kamar yang sangat luas dengan ranjang king size, "Ayo masuk, ini kamar kita" ucap Arga.
Nela kemudian ikut masuk dan melihat sekeliling, "Apa aku bisa tinggal di kamar lain?" tanya Nela pelan.
"Nela jangan mengatur ku" bentak Arga.
Nela sedikit terkejut, "Baik, tapi aku harus pulang mengambil pakaian ku" ucap Nela.
"Periksa lemari, kalau kamu tidak suka katakan" balas Arga kembali dingin.
Nela bejalan membuka lemari pakaian dan sangat terkejut melihat semua isinya, ternyata semua barang bermerek, "Ini semua kamu yang beli Arga" tanya Nela.
"Bukan, semuanya pakai uang Papah kamu" jawab Arga ketus.
"Aku tau dia berbohong, jadi penasaran gaji dia berapa?" tanya Nela pada dirinya sendiri.
__ADS_1