
Kirani langsung menarik tangannya kembali, "Gombal, kalau memang benar tidak mungkin kan, kamu menikah dan Zara dan mempunyai Azka sekarang" timpal Kirani.
Marvin langsung menatap Kirani dengan serius, lalu menarik kedua tangannya untuk duduk di atas ranjang, "Sayang mungkin saatnya aku akan mengatakan kebenarannya" ucap Marvin serius.
"Kebenaran apa Vin, apa ada juga yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Kirani pelan.
"Kirani sebenarnya aku tidak pernah menikahi Zara" jelas Marvin.
"Apa?" tanya Kirani syok dan menatap Marvin tidak percaya.
"Benar sayang, Zara bukan istriku" tutur Marvin untuk meyakinkan Kirani kembali.
"Jadi Azka...?" ucapan Kirani di potong Marvin.
"Azka juga bukan putraku" ungkap Marvin dengan tegas.
Kirani langsung berdiri dan kembali menangis, "Kenapa terlalu banyak rahasia di antara kita, apa kah cinta kita lemah untuk saling mengungkapkan kebenaran" tanya Kirani di sela isak tangis nya.
Marvin juga ikut berdiri, "Bukan cinta kita yang lemah Kirani, tapi takdir dan keadaan yang mempermainkan cinta kita" jawab Marvin tegas.
"Sayang kamu harus terima kenyataan, meski pun sekarang aku punya Nela, aku tidak bisa meninggalkan Azka" tutur Marvin.
"Kenapa Marvin?" tanya Kirani penasaran.
"Pertama aku sudah menganggap Azka putraku dan sudah terlanjur sayang padanya, yang kedua aku sudah berjanji pada pak Bram untuk memberikan status sosial pada Azka sampai dia menginjak 17 tahun" jelas Marvin panjang lebar.
"Jadi artis nya, sampai Azka berumur 17 tahun, Zara akan berstatus istrimu di masyarakat?" tanya Kirani memperjelas.
"Apa kamu bisa menerima kenyataan itu sayang" ucap Marvin bertanya balik, penuh harapan agar Kirani mau menerima kenyataannya.
Kirani tidak langsung menjawab, dia berjalan ke arah meja di samping tempat tidur dan melihat foto dirinya bersama Marvin, di ikuti Marvin duduk di samping nya.
Kirani kemudian menoleh melihat Marvin, "Marvin, tidak ada hal yang bisa membuatku tidak menerima Azka, lagi pula kamu juga menerima Nela, meski kamu belum tau kalau Nela putrimu" ucap Kirani.
"Itu semau karena ikatan batin antara anak dan papahnya tidak bisa di pisahkan Kirani, buktinya sejak pertama bertemu Nela aku langsung sayang padanya, walau aku tidak tau kebenarannya" ungkap Marvin.
"Aku bisa melihat itu Marvin, tapi kehadiran Azka sebagai putramu yang membuat ku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya" timpal Kirani.
"Itu lah, aku selalu mengatakan untuk percaya padaku sayang" balas Marvin.
"Maafkan aku sayang, tapi bukankah ini tidak adil untuk Zara" tanya Kirani.
__ADS_1
"Aku tidak pernah membatasi Zara, mau menjalin hubungan dengan siapa pun, dia sendiri yang ingin menjalani hidupnya yang seperti sekarang" jawab Marvin.
"Benarkah?" ucap Kirani.
"Benar sayang, sebaiknya kamu mandi dan ambil baju kamu di lemari, terus kita kembali ke rumah sakit" ucap Marvin.
"Iya sayang kamu benar, nanti Nela nyariin kita" lalu berdiri masuk kamar mandi.
Setelah mandi, Kirani berjalan ke lemari pakaian masi memakai jubah mandi, sementara Marvin sedang mengambil handuk untuk mandi.
Kirani membuka lemari dan ternyata lemari penuh dengan pakaian wanita bermerek dengan model terbaru, "Marvin tunggu" panggil Kirani.
Marvin yang ingin ke kamar mandi, langsung menoleh melihat Kirani, "Ada apa sayang?" tanya Marvin.
"Sejak kapan kamu menyiapkan semua ini, soalnya semua baju di sini model terbaru semua sayang" tanya Kirani memicingkan matanya penuh selidik.
Marvin menunduk dan berbisik di telinga Kirani, "Kalau mau tau? nonton konferensi pers yang akan aku gelar besok, semua jawabannya ada di situ" bisik Marvin lalu berjalan masuk kamar mandi.
********
Sementara di rumah sakit, Nela sudah bangun dan Elmira menyuapinya buah yang di bawahnya tadi.
"Azka" jawab Nela kegirangan.
Elmira langsung berdiri lalu berjalan ke sofa, sedikit ada kecanggungan karena kehadiran Zara, karena setelah kejadian salah paham di malam itu, mereka belum pernah bertatap muka.
Zara kemudian menghampiri Elmira untuk mencairkan suasana, "Elmira maafkan aku, malam itu..." ucapan Zara terpotong.
"Zara sudah lah, ini juga salahku karena langsung berasumsi yang membuat ku salah paham pada kalian" ungkap Elmira.
"Terimakasih Elmira kamu sudah percaya dengan Ryan" sambung Zara
Sementara itu Azka dan Nela sedang berbicara dan bermain berdua.
Marvin dan Kirani juga sudah tiba dan sedikit terkejut melihat kedatangan Zara apa lagi sedang bersama Elmira.
"Zara kamu datang" tanya Marvin untuk mencairkan suasana.
"Iya Vin, soalnya Azka ingin bertemu Nela" jawab Zara.
Tiba-tiba HP Elmira berdering dan segera mengangkatnya, "Iya halo, baik saya akan segera ke sana" ucap Elmira.
__ADS_1
"Yah sudah aku pulang dulu, soalnya ada jadwal syuting" pamit Elmira, kemudian di balas anggukan oleh Kirani dan Zara.
Elmira kemudian berjalan keluar lalu tinggal lah Kirani dan Zara duduk di sofa, sementara Marvin berjalan mendekati Azka dan Elmira.
"Kirani, akhirnya setelah beberapa tahun terpisah, cinta kalian di persatu kan kembali" ucap Zara.
"Iya Zara, ini juga berkat kamu yang datang ke kantor ku waktu itu dan membuat ku punya keberanian untuk menerima Marvin kembali" balas Kirani.
"Cuma itu yang bisa ku lakukan untuk menebus dosa-dosa papah ku" sambung Zara.
"Saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan, marilah kita sama-sama memberikan didikan dan tumbuh kembang yang terbaik untuk anak-anak kita" timpal Kirani.
"Kamu benar Kirani" balas Zara.
**********
Keesokan harinya Nela sudah terlihat segera, wajah yang kemarin terlihat pucat sekarang sudah normal kembali dan kata dokter, Nela semakin membaik tapi belum bisa pulang hari ini.
Marvin dan Kirani sedang berdiri di samping tempat tidur Nela, "Nela sudah sehat?" tanya Marvin.
"Iya Om tampan" jawab Nela.
"Kalau begitu, Om ke kantor dulu yah" ucap Marvin.
"Iya Om" ucap Nela sambil tersenyum.
Kirani mengantar Marvin sampai pintu, "Sayang jangan lupa menyaksikan konferensi pers yang akan aku gelar jam satu siang nanti" ucap Marvin.
"Siap Sayang, memang segitu pentingnya sampai tidak boleh di lewati" tanya Kirani.
"Semua yang menyangkut tentang diriku semuanya penting Kirani Anastasia" jawab Marvin, membuat Kirani tersenyum.
"Aku pergi sayang" pamit Marvin lalu mencium kening Kirani, kemudian berjalan pergi.
Sementara itu di salah satu hotel Jansen group, yang akan di gelar konferensi pers dan sudah banyak para wartawan yang menunggu kehadiran CEO Jansen group, untuk mengklarifikasi gosip yang beredar selama ini.
Saat ini Marvin masi berada di salah satu kamar hotel, yang akan di gelar konferensi pers dan sedang bersama Ryan.
"Ryan apa semua berkas bukti-bukti sudah di persiapan dan pastikan tidak ada yang tersisa" tanya Marvin di sertai perintah.
"Siapa bos semuanya sudah beres" jawab Ryan.
__ADS_1