Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
KAMU CEMBURU?


__ADS_3

Nela sudah berada di perusahaan Azka, seperti biasa dia langsung masuk di ruang Azka.


"Halo apa ada orang di ruangan ini? oh ternyata ada! segitu sibuk kah, sampai melupakan sahabat nya sendiri" omel Nela dan langsung duduk di sofa.


Azka langsung berdiri saat melihat Nela dan menghampiri Nela lalu duduk di samping nya, "Kamu benar Nela aku sedang sibuk, maaf yah" ucap Azka sambil menatap Nela.


"Apa kamu sedang berada di belahan bumi yang tidak ada teknologinya, sehingga mengirim pesan saja sampai lupa" tutur Nela masi nada kesal.


"Selamat atas lagu terbarunya Nela Princess Jansen" ucap Azka dengan lembut.


Nela yang awalnya marah-marah, langsung tersenyum dan melirik Azka, "Berikan alasannya kenapa malam itu tidak hadir di acara launching lagu terbaru ku" tanya Nela belum menatap Azka.


"Hey sekarang lihat aku dulu baru aku kasi alasan, pasti kamu akan terkejut" jawab Azka sambil menarik tangan Nela menghadap padanya.


"Ayo katakan, jadi penasaran" tanya Nela sudah menatap Azka.


"Malam itu aku bersama Bella dan kamu tau malam itu kami jadian beneran" ungkap Azka.


"Wah ini kejutan, selamat yah akhirnya sahabat ku sudah tidak jomblo lagi" ucap Nela sambil memeluk Azka.


Azka yang dipeluk, tidak bisa berkata apa-apa, saat itu juga Bella masuk di ruang Azka dan menyaksikan Nela memeluk Azka di sofa.


Bella yang menyaksikan itu menghentikan langkah nya dan mundur perlahan dengan mata berkaca-kaca dan ternyata Nela melihat kehadiran Bella.


"Bella kamu di sini" panggil Nela sambil melepas pelukannya dengan santai.


Azka langsung memejamkan matanya sejenak, karena dia tau pasti Bella terluka melihat Nela memeluk nya, karena bagaimana pun Bella tau perasaan nya pada Nela.


Bella yang ingin pergi, membatalkan niatnya karena Nela melihat nya, "Hey kak Nela" sapa Bella.


Azka dan Nela kemudian berdiri, "Bella katanya kamu teman baik aku, tapi kenapa kamu tidak cerita kalau kamu sudah jadian dengan sahabat aku ini" ucap Nela sambil menggandeng lengan Azka menghampiri Bella.


Bella membuang pandangan nya ke sembarangan arah dan menahan air matanya, karena bagai mana pun dia terluka melihat kedekatan kedua sahabat itu, meski mengatakan akan menerima konsekuensinya, kalau Arga masi ada rasa dengan Nela.


"Bella aku mengapresiasi padamu, karena berhasil mengambil hati sahabat aku ini yang sudah lama jomblo dan bahkan aku sudah lupa kapan dia terakhir punya pacar" ucap Nela masih menggandeng lengan Azka sambil mengusap bahunya.


Azka menatap Bella penuh rasa bersalah, melihat Bella sedih karena perkataan Nela yang sebenarnya salah.


Azka kemudian melepas tangan Nela di leganya dan menghampiri Bella, ini pertama kalinya Arga melepas tangan Nela saat menggandeng nya.

__ADS_1


"Sayang, kamu juga belum mengatakan pada Nela tentang hubungan kita" tanya Azka, sementara Nela tersenyum melihat sahabat nya sudah punya pacar.


"Belum kak" jawab Bella.


"Kak Nela selamat yah atas lagu terbarunya, semoga bisa di terima di masyarakat" sambung Bella lalu berpaling melihat Nela.


"Makasih Bel" balas Nela.


"Aku pulang dulu yah" ucap Nela.


"Hati-hati di jalan Nela" timpal Azka.


"Baik" balas Nela sambil berjalan keluar.


Azka langsung menatap Bella dengan rasa bersalah.


"Aku tidak apa-apa kak" ucap Bella meski wajahnya tidak bisa berbohong kalau sedang cemburu.


"Jangan berbohong, wajahmu terlalu polos untuk berbohong" ucap Azka sambil merangkul pundak Bella.


Bella hanya tersenyum karena dia memang sedang cemburu, Azka kemudian mendudukkan Bella di kursi kebesarannya dan dia duduk di atas meja.


"Bella percayalah akan sangat mudah mencintai mu, karena kamu adalah wanita yang tulus" ucap Azka.


Mata Azka kemudian tertuju pada bagian dada Bella, yang masi memakai seragam sekolah, "Jangan memakai seragam sekolah saat ingin menemui ku, karena nantinya aku tidak bisa menahan diri" ucap Azka lalu memalingkan pandangan nya.


"Baik Kak" balas Bella.


**


Malam hari telah tiba, Arga sudah rapi dengan stelan jasnya ingin makan malam dengan Jessi.


Nela yang melihat suaminya sudah rapi, membuat Nela menatap Arga dari bawah sampai atas.


"Aku ingin makan malam dengan salah satu klien ku dari luar negri" ucap Arga bersikap dingin, karena dia masih cemburu karena Nela menemui Azka tadi di perusahaan nya.


"Klien cowok apa cewek?" tanya Nela santai sambil duduk di ranjang.


"Cewek" jawab Arga singkat.

__ADS_1


"Kentara sih dari penampilan nya" balas Nela.


"Kenapa, kamu cemburu?" tanya Arga.


Nela kemudian berdiri dan menghampiri suaminya, lalu merapikan jasnya, "Untuk apa aku harus cemburu, karena aku yakin suamiku pasti setia" ucap Nela, lalu mencium pipi Arga.


Arga yang dari tadi memasang ekspresi dingin, langsung tersenyum dan memeluk pinggang Istrinya, "Mana mungkin aku bisa berpaling, jika punya istri yang cantik dan berbakat seperti kamu" ungkap Arga.


"Gombal, oh yah sebentar lagi aku juga akan keluar, karena laguku terpilih menjadi Soundtrack film, jadi aku datang promosi" ijin Nela.


"Selamat yah Nela, semoga filmnya bisa sukses" ucap Arga, di balas anggukan oleh Nela.


"Aku berangkat dulu istri ku" ucap Arga lalu mencium kening Nela seperti biasa, kemudian berjalan keluar kamar.


Arga sudah berada di mobil dan membayangkan saat Nela mencium pipinya yang pertama kalinya, "Ternyata benar aku tidak bisa marah dengan Nela, aku mencintaimu Nela" batin Arga.


**


Arga dan Jessi sudah menikmati makan malam di salah satu restoran Jansen group, Arga tidak sendiri tapi di dampingi bodyguardnya, makan malam itu berlangsung sangat formal.


Jessi yang sudah berpenampilan sangat seksi dan berfikir akan makan malam romantis dengan Arga, hingga berkesempatan bisa menggodanya, ternyata sebaliknya makan malam yang sangat kaku.


"Nona Jessi apa kamu suka dengan makanan nya?" tanya Arga.


"Sangat enak pak Arga" jawab Jessi.


"Nona Jessi apa boleh saya bertanya hal pribadi" tanya Arga.


Jessi menjadi ke pede han, karena mengira kalau Arga akan menayangkan apa kah masi sendiri, "Boleh pak Arga, silahkan tanyakan" jawab Nela tersenyum menggoda, sengaja untuk memikat Arga.


"Apa nona Jessi punya saudara kembar?" tanya Arga.


Jessi langsung tersenyum, "Kenapa Pak Arga, apa wajahku mengingat anda dengan seseorang" tanya balik Jessi.


"Benar sekali, bisa kah Nona Jessi menjawab pertanyaan saya dulu" ucap Arga.


"Iya pak Arga saya akan jujur, kalau saya punya saudara kembar yang bernama Jasmin dan lebih tepatnya mantan anda" jawab Jessi.


"Sudah kuduga sejak pertama melihat mu, dan sejak kapan kamu mengetahui semuanya" tanya Arga.

__ADS_1


"Setelah bertemu anda dengan pertama kali, karena saya pernah melihat foto pak Arga di buku diari Jasmin" jujur Jessi.


Setelah itu pembicaraan mereka sudah mulai mencair dan tidak terlalu kaku lagi.


__ADS_2