Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
STEVEN RICARDO


__ADS_3

Keesokan harinya Kirani dan Marvin belum bagun mereka masi dalam selimut dalam ke adaan polos.


Marvin perlahan terbuka dan melihat wajah cantik istri nya di depan nya, "Ini masi terasa mimpi bisa melihat wajar kamu, di saat aku bangun tidur" batin Marvin sambil menyingkirkan rambut Kirani yang menghalangi wajahnya.


Kirani bergerak dan makin mempererat pelukannya di pinggang Marvin, membuat Marvin menegak dan tentu di bawa sana juga ikut menegak.


Kirani diam-diam tersenyum merasakan Marvin beraksi dengan pelukannya, tapi ternyata Marvin melihat kalau Kirani mengerjainya.


Marvin berfikir sejenak, lalu berpura-pura ingin berdiri, tapi segera di tahan oleh Kirani, "Om CEO mau kemana?" tanya Kirani masi memejamkan matanya.


Marvin kemudian kembali berbaring dan mengungkung Kirani di bawahnya, membuat Kirani membuka mata nya, "Kenapa mencegah ku sayang, apa kamu ingin melewatkan sarapan pagi di ranjang ini" tanya Marvin.


Kirani tersenyum, "Apa yang kamu lakukan semalam, apa belum puas?" tanya balik Kirani.


"Sepertinya belum" jawab Marvin.


"Tapi sayang, Nela pasti sudah menunggu kita di meja makan" ucap Kirani.


"Pergilah, aku tidak berdaya kalau menyangkut putri manis ku" ucap Marvin sambil turun dari tubuh Kirani.


Kirani langsung berjalan ke kamar mandi dengan tubuh polos, Marvin memperhatikan tubuh Kirani yang tampa di tutupi apa pun, Marvin segera mengejar Istrinya dan bersama masuk kamar mandi.


"Sayang kamu keluar dulu, nanti mandinya di tunda dan kita akan semakin lama" suara Kirani terdengar dari dalam.


"Aku tidak peduli, siapa suruh menggodaku dengan tubuhmu ini" Suara Marvin juga terdengar dari dalam.


Tidak lama kemudian sudah terdengar d*s*han bersahut-sahutan dari dalam, dan benar saja butuh waktu dua jam baru mereka keluar dari kamar mandi.


Marvin dan Kirani akhirnya sudah selesai mandi dan sudah rapi, mereka berjalan bergandengan turun tangan layaknya pengantin baru.


Para pembantu yang menyiapkan makan di meja, tersenyum dan ikut bahagia melihat tuanya bisa berbahagia kembali dengan istrinya.


Keduanya pun duduk di kursi meja makan dan Kirani mengambil kan makanan di piring Marvin.


"Bi Ira, Nela sudah berangkat dari tadi?" tanya Kirani.


"Iya Nyonya, non Nela sudah pergi dari tadi, di antara sopir nya" jawab Bi Ira.


Setelah selesai sarapan, Marvin mengantar Kirani ke kantor nya dan kemudian menuju ke perusahan Jansen grup.


Setelah sampai di ruangannya, Marvin langsung duduk di kursi kebesarannya dan tidak lama kemudian Ryan masuk menemuinya.

__ADS_1


"Ada apa Ryan" tanya Marvin.


"Ada sebuah perusahaan asing yang mengajukan kerja sama dengan proyek hotel yang akan kita bagun di luar kota" lapor Ryan.


"Berikan data perusahaannya padaku" ucap Marvin.


Ryan kemudian memberikan berkas yang dia bawanya, berisi data perusahaan asing yang ingin menjalin kerja sama dengan Jansen group.


Perlahan Marvin membacanya dan melihat CEO perusahaan itu, ternyata bernama STEVEN RICARDO.


"Atur pertemuan ku dengannya" ucap Marvin.


"Baik bos, saya permisi dulu" pamit Ryan sambil menunduk hormat pergi.


*********


Di tempat yang berbeda seorang pria asing yang duduk di kursi kebesaran nya, sedang melihat foto Zara dan pria itu adalah Steven Ricardo, mantan pacarnya dari Zara lebih tepatnya bapak kandung dari Azka.


Steven tersenyum miring melihat foto Zara, "Zara selama ini aku diam saja, karena aku mengira kamu sudah bahagia dengan Marvin, tapi malah sebaliknya Marvin kembali pada istri Pertamanya Kirani Anastasia" ucap Steven.


Di tempat yang berbeda.


"Sial dia benar-benar marah padaku" ucap Ryan.


Ryan bergegas menemui Elmira di lokasi pemotretannya dan tidak lupa singgah membeli satu buket bunga kesukaan Elmira.


Ryan terlihat sabar menunggu Elmira yang sedang melakukan proses pemotretan, tapi Elmira tidak melihat kedatangan Ryan, karena Ryan sendiri yang meminta agar tidak mengatakan pada Elmira kedatangan nya.


Elmira berada di ruangannya masi lengkap dengan makeup yang di pakaiannya tadi dalam proses foto.


Tiba-tiba Ryan masuk dan mengisyaratkan semua orang yang ada di ruangan itu untuk keluar dan Elmira menyadari satu persatu orang di ruangan keluar.


Elmira menoleh dan melihat Ryan berdiri bersandar di pintu masuk dengan memegang buket bunga, membuat tatapan mereka bertemu.


Ryan perlahan menutup pintu dan menguncinya lalu berjalan menuju Elmira yang sedang duduk di depan meja rias.


Elmira segera membuang pandangannya dan Ryan langsung duduk di meja rias, di depan Elmira, "Sayang kamu masi marah dengan ku!" tanya Ryan sambil memberikan buket bunga yang di bawahnya.


Elmira mengambil bunga pemberian Ryan, "Iya aku masih marah" jawab Elmira, dengan memasang wajah masam.


"Iya udah aku ngalah, kita bikin dua acara seperti yang kamu mau" bujuk Ryan.

__ADS_1


Elmira langsung berdiri memeluk Ryan, "Makasih sayang" ucap Elmira.


"Ayo kita makan siang dulu" ajak Ryan sambil melepas pelukan Elmira.


"Yah udah, aku ganti baju dulu" ucap Elmira, di balas anggukan oleh Ryan.Elmira ingin berjalan keruang ganti.


"Ganti di sini saja" sahut Ryan.


Membuat Elmira menghentikan langkah nya, "Kok di sini sih kak Ryan" protes Elmira.


"Di sini kan tidak ada orang lain sayang, ayo ganti" suruh Ryan.


Elmira langsung menatap Ryan tampa berkedip, "Oke siapa takut" ucap Elmira enteng.


Ryan melipat kedua tangannya di dadanya, "Ayo buka" tantang Ryan.


Elmira mulai menurunkan satu bahu bajunya dan membuat Ryan melihat ke sembatang arah, karena takut tidak bisa menahan diri nya.


Elmira kemudian menghampiri Ryan, "Sayang tolong bantuin buka resleting bajuku di belakang" ucap Elmira.


Ryan langsung mengalungkan tangannya di dada Elmira dari depan, untuk membantunya membuka resleting belakang baju Elmira.


Dalam satu tarik saja, baju Elmira sudah melorot turun dan Ryan dapat menyaksikan pemandangan indah di depan mata nya, karena baju yang di pakai Elmira sudah berbentuk jadi tidak memakai bra lagi.


Ryan tentu pria normal dan tidak mungkin menyia-nyiakan sesuatu yang ada di hadapannya, dia langsung menangkap buah kenyal yang menantang di depan matanya.


Ryan semakin agresif dan naik mencium bibir Elmira, sambil satu tangannya bermain di bawa sana.


"Sayang hentikan, kita ke apartemen aku saja" bisik Elmira.


"Main di sini saja sayang sudah nanggung, tidak akan ada yang berani masuk kemari" balas Ryan dengan nafas yang tidak teratur.


Sementara itu Kirani sedang sibuk di ruangannya dan Yanti tiba-tiba masuk, "Nyonya di luar ada seseorang pria yang ingin bertemu anda" ucap Yanti.


"Suruh dia masuk Yanti" perintah Kirani.


"Ternyata kantor mu besar juga Karin" suara pria yang berjalan masuk di ruangan Kirani.


Kirani menoleh melihat pria itu, "Steven" panggil Kirani, ternyata Steven yang datang.


"Apa kabar Karin tau Kirani" tanya Steven sambil berjalan melihat ruangan Kirani.

__ADS_1


__ADS_2