Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
GADIS YANG UNIK


__ADS_3

Kirani pelan-pelan mengambil foto itu dan terlihat foto anak laki-laki dan kedua orang tuanya memeluk anak itu, tapi foto itu sudah terlihat kusam, yang kira-kira foto itu sudah 20 tahunan lebih.


Marvin yang melihat Kirani menatap foto itu dan langsung mengambilnya, "Sayang apa flashdisk nya ada di situ" ucap Marvin sambil menyimpan kembali foto itu di laci dan menutupnya.


Sikap aneh Marvin membuat Kirani menatap nya dan butuh penjelasan, tapi di tanggapi acuh oleh Marvin.


Marvin berusaha bersikap biasa saja, lalu berdiri merangkul pundak istrinya, "Sayang kamu bisa istirahat di sana" ucap Marvin sambil berjalan ke sudut ruangannya.


Kirani masi menatap Marvin penuh tanda tanya dan berharap akan dapat penjelasan oleh suaminya, tapi Marvin menyandarkannya di tembok lulu mencium bibirnya dengan sangat lembut.


"Sayang belum waktunya kamu tau semuanya" ucap Marvin di selah ciumannya.


Kemudian Marvin memencet tombol yang ada di samping Kirani, membuat pintu terbuka lebar di sampingnya dan terlihat sebuah kamar mewah layaknya hotel berbintang.


Kirani melepas ciuman Marvin dan melihat kamar itu, lalu melihat Marvin, "Masuklah sayang" ucap Marvin.


Kirani berjalan masuk dan duduk di ranjang king size tersebut, "Woh mewah banget sayang, layaknya hotel bintang lima" ucap Kirani sambil menggoyang-goyangkan pantatnya di atas kasur.


"Istirahat lah sayang aku harus bekerja sekarang, apa lagi Ryan sedang cuti" balas Marvin.


Kirani kemudian berdiri menahan lengan suaminya, "Sayang berapa banyak wanita yang kamu bawa kesini" tanya Kirani enteng.


Marvin tersenyum mendengar pertanyaan istrinya lalu menjawab, "Semuanya aku bawa kesini" jawab Marvin sambil menahan tawanya.


"Apa? Sangat menjijikkan gak habis pikir aku" balas Kirani sambil melepas tangan Marvin.


"Tapi bohong" timpal Marvin, membuat Kirani memukulnya dan Marvin menahan tangan istrinya.


"Tidak ada sayang, tidak ada wanita yang tau tempat ini karena masi banyak tempat di luar sana" jelas Marvin.


"Kok aku tetap cemburu sih" gumam Kirani.


"Cemburu lah semau mu, yang penting jangan sampai meninggal kan rumah lagi" ucap Marvin sambil mengusap rambut Kirani, kemudian berjalan keluar kamar itu.


Kirani yang tersenyum melihat kepergian suaminya, berubah menjadi serius ketika Marvin sudah tidak terlihat.


"Maaf yah om, Kirani tidak sepolos itu harus menunggu penjelasan om, akan ku cari tau siapa foto anak laki-laki di antara buku agenda tadi" ucap Kirani menatap tajam ke depan.


********


Hari minggu telah tiba, Elmira sedang menunggu Ryan di rumahnya, karena sabtu minggu elmira memang pulang ke rumah orang tuanya.

__ADS_1


Elmira terlihat cantik dan menawan dengan penampilan layaknya gadis seusianya, dia berjalan turun tangga dan di saat yang bersamaan terdengar mobil Ryan sudah datang.


"Bik Elmira pergi dulu yah" teriak Elmira kemudian berjalan membuka pintu.


"Iya non" jawab asisten rumah tangga dari dapur.


Ryan terlihat turun dari mobilnya lalu menghampiri Elmira, "Ayo Ra kita berangkat" ajak Ryan.


"Masuk dulu kak" ucap Elmira.


"Langsung berangkat saya Elmira, keburu siang" balas Ryan.


"Yah sudah ayo" ujar Elmira, kemudian keduanya berjalan masuk mobil. mobil pun melaju ke jalan raya.


"Elmira rumah kamu besar juga, tidak sia-sia kedua orang tuamu bekerja selama ini" ucap Ryan sambil fokus mengemudi mobil.


"Kan udah gue bilang kak, untuk apa semua harta kalau anaknya tidak bahagia" jelas Elmira.


"Bagaimana kalau anaknya, aku yang bahagiain saja" gombal Ryan.


Elmira tersenyum mendengar gombalan Ryan, "Tapi kalau boleh jujur, gue bahagia mengenal kak Ryan" di tanggapi serius oleh Elmira.


"Gue tidak suka bertele-tele kak dan gue gak suka munafik" tutur Elmira.


"Gadis yang unik" gumam Ryan.


Setelah percakapan mereka tidak ada yang bicara lagi, hingga beberapa jam perjalanan mobil Ryan telah sampai di sebuah pedesaan, kemudian mobil Ryan berhenti di depan rumah yang terlihat paling besar di daerah itu.


Karena perjalanan yang di tempuh beberapa jam, membuat Elmira tertidur dan Ryan memperhatikan Elmira yang terlelap, "Sangat manis" puji Ryan.


Elmira yang merasakan mobil berhenti membuatnya membuka matanya, tapi Ryan terlihat masi memandangnya dengan menyilang kan tangannya di dadanya.


Elmira yang melihat Ryan menatapnya tampa berkedip membuatnya jadi malu, "Ternyata sudah sampai" tanya Elmira sambil melihat kiri kanan, untuk mencairkan suasana yang sedikit canggung.


"iya Ra, ayo turun" ajak Ryan lalu membuka pintu mobil.


Keduanya sudah keluar dari mobil dan terlihat Elmira menikmati pemandangan pedesaan itu, yang terlihat banyak anak-anak berlarian di halaman rumah mereka.


Ryan berjalan masuk di halaman rumah yang terlihat paling besar di daerah itu dan di ikuti Elmira di sampingnya.


"Ini rumah siap kak?" tanya Elmira sambil menatap sekeliling.

__ADS_1


"Ini rumah kakek dan nenek ku" jawab Ryan lalu mengetuk pintu.


Terlihat seorang wanita paruh baya membuka pintu, "Eh Den Ryan, silahkan masuk Den" ucap wanita itu.


"Iya Bik, nenek dan kakek ada?" tanya Ryan sambil berjalan masuk di susul Elmira di belakangnya.


"Ada Den, beliau di belakang sedang bersantai seperti biasa" jawab wanita paruh baya itu.


"Ayo Elmira ikut denganku" ajak Ryan sambil menarik tangan Elmira.


Setelah sampai di belakang, Ryan dan Elmira melihat Kakek dan Nenek membelakanginya sedang bersantai sambil bercanda ria, dan Ryan menghentikan langkahnya.


"Elmira kamu lihat mereka" tanya Ryan dengan serius.


"Iya kak gue liat, mereka kan bukan mahluk halus yang tak terlihat" di balas candaan oleh Elmira.


Jawaban Elmira membuat Ryan gemes dan mengacak-acak rambut Elmira, "Kamu ini malah bercanda, kakak lagi serius" sambung Ryan.


"Maaf" ucap Elmira dengan menyatukan kedua tangannya.


"Aku sangat ingat kamu pernah mengatakan, bahwa tidak percaya pada pernikahan akan membuat orang bahagia" tutur Ryan.


"Terus" ujar Elmira dan beralih melihat Ryan.


"Semua yang kamu pikirkan itu tidak terbukti Elmira, karena buktinya mereka terlihat masi bahagia dia usianya yang sudah senja" sambung Ryan memberi Elmira sudut pandang yang berbeda.


Elmira terdiam melihat kebahagiaan kakek dan nenek Ryan dan mencoba mencerna ucapan Ryan.


"Ayo kita ke sana" ajak Ryan sambil berjalan dan di ikuti oleh Elmira.


"Kakek, nenek aku datang" ucap Ryan langsung memeluk kakek dan nenek nya.


Di susul Elmira yang salim sambil mencium tangan kakek dan nenek Ryan, "Cantik sekali" ucap nenek Ryan sambil mengusap-usap kepala Elmira.


"Namanya Elmira Nek" sahut Ryan. kemudian keduanya duduk di kursi yang kosong.


"Cukup lama baru berkunjung lagi Ryan, apa bos mu itu baru memberi mu cuti setelah beberapa tahun ini" ucap kakek Ryan penuh wibawa.


"Iya kek, kakek tau sendiri kan bagaimana Marvin memperjuangkan perusahan keluarganya beberapa tahu belakangan ini" balas Ryan sedikit mengungkap fakta Marvin sebenarnya.


Membuat Elmira berfikir keras dan mengikat kata-kata Kirani tentang hutang budi Marvin.

__ADS_1


__ADS_2