Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
AKU MENCINTAIMU SAYANG


__ADS_3

Arga dan Jessi masi makan malam bersama dan di luar ternyata telah turun hujan. Setelah Arga mengetahui bahwa Jessi memang benar saudara kembarnya Jasmin, mereka sudah terlihat cair dan tidak kaku lagu.


"Nona Jessi, saya benar tidak menyangka kalau Jasmin punya kembaran" ucap Arga.


"Sama pak Arga, saya juga tidak menyatakan akan bertemu mantan pacar kakak saya di indo" balas Jessi.


"Semoga kerjasama kedua perusahaan bisa berjalan dengan baik Nona Jessi" sambung Arga.


"Sebaiknya panggil Jessi saja, karena kita kan sedang berada di luar kantor" timpal Jessi.


"Benar juga Jessi, panggil Arga saja karena kita juga seumuran" balas Arga.


"Baik Arga" ucap Jessi.


Akhirnya makan malam sudah selesai, tapi hujan belum berhenti juga, dan kali ini Jessi merubah strategi untuk mendekati Arga, setelah melihat kepribadian Arga yang dingin. Jessi tidak akan terang-terangan mendekati Arga, tapi dia akan melakukan cara yang elegan.


"Arga sebaiknya saya pulang dulu" ucap Jessi.


"Diluar sedang turung hujan yang cukup deras" balas Arga.


"Tidak apa-apa Arga, saya kan memakai mobil bukannya motor" canda Jessi.


"Kamu benar juga" balas Arga.


"Sediakan payung untuk nona Jessi" perintah Arga pada bodyguard nya yang berdiri di samping nya.


"Baik tuk" jawab bodyguard itu, sambil menunduk hormat pergi.


**


Saat ini Agar sedang mengantar Jessi keluar, sampai di mobil nya dengan satu payung berdua dan sambil tertawa bersama.


Ternyata semua itu di saksi kan oleh Nela yang menghadiri acara promosi lagu nya, mata Nela sudah berkaca-kaca dengan hati yang perih bagai di sayat pisau, apa lagi saat melihat wanita yang bersama suaminya itu, dan mengira kalau itu Jasmin.


Sementara Arga belum melihat keberadaan istrinya dan membukakan pintu mobil untuk Jessi, kemudian mobil Jessi melaju pergi, baru lah Arga melihat istri di depannya yang diam seperti patung.


Tatapan mereka akhirnya bertemu dan Nela menjatuhkan payungnya sambil menggelung mundur, semua bajunya sudah basah di guyur hujan yang cukup deras, detik berikutnya Nela berlari pergi.

__ADS_1


Arga tidak berfikir lagi, dia menjatuhkan payung nya dan langsung mengejar istrinya, yang dia yakini saat ini sedang salah paham.


"Nela tunggu" panggil Arga, tapi Nela tidak mempedulikannya, dia terus saja berlari di tengah hujan.


Akhirnya Arga menangkap tanga Nela, "Nela dengar kan penjelasan aku dulu" ucap Arga.


"Apa lagi yang perlu di jelaskan?" tanya Nela dengan bibir bergetar menahan amarahnya, kemudian dia menangis meluapkan rasa sakit di hatinya.


Arga kemudian memegang kedua bahu istrinya, "Nela dengarkan aku dulu dan ikut dengan ku" bujuk Arga.


"Tidak Arga, tidak ada lagi yang perlu di jelaskan" teriak Nela di tengah hujan.


Arga langsung menarik tangan Nela dengan paksa menuju mobilnya, karena Arga yakin tidak akan bisa membujuk Nela di tempat seperti ini.


"Arga lepasin, tangan aku sakit" bentak Nela.


"Diam Nela, sudah kukatakan kan jangan keras kepala" balas Arga tidak kalah keras.


Arga pun memasukkan Nela kedalam mobilnya, lalu segera dia juga masuk dan mengemudikan sendiri mobilnya dengan kencang.


**


"Perempuan mana sih yang tidak cemburu melihat suaminya begitu dekat dengan wanita lain" tutur Nela.


"Dan sekarang aku balik, suami mana yang tidak cemburu, melihat istrinya yang tidak menjaga jarak dengan sahabat laki-lakinya" balas Arga.


"Itu sangat berbeda Arga, Aska adalah teman masa kecil ku, sementara wanita yang bersamamu adalah wanita masa lalu mu" timpal Nela.


Arga mejadi terharu, "Kamu benar cemburu dengan wanita itu?, bagaimana kalau aku katakan wanita itu bukanlah Jasmin, melainkan saudara kembarnya bernama Jessi" ungkap Arga.


Nela tersenyum tidak percaya sambil menggeleng, "Bagaimana mana aku bisa percaya begitu saja dengan ucapan mu Arga" tanya Nela dengan menatap tajam pada suaminya.


"Karena sebenarnya Jasmin sudah meninggal lima tahun yang lalu" balas Arga di susul kilat dan petir di saat bersamaan.


Nela yang mendengar pernyataan Arga, membuat nya menjadi lemah dan Arga segera menghampiri Istrinya.


Arga kemudian memegang kedua tangan istrinya, "Nela kamu harus tau, sejak di tinggal pergi dengan Jasmin, kamu tau hanya lagu-lagumu yang menemaniku dan cuma dirimu yang membuat ku bisa tertawa bahagia kembali" ungkap Arga.

__ADS_1


Tangis Nela yang awalnya adalah tangis kesedihan, sekarang berubah menjadi tangis harus.


"Nela selama ini aku selalu memendam perasaan ku, tapi melihat ke cemburuan mu malam ini, barulah aku berani mengatakan, kalau aku mencintaimu istriku" sambung Arga.


"Arga apa aku tidak salah dengar" tanya Nela tidak percaya.


Arga kemudian menangkap leher Istrinya dan menatapnya dalam-dalam, "Aku mencintaimu sayang" ucap Arga sambil memeluk Nela.


Nela membalas memeluk suaminya lebih erat, sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia sungguh bahagia.


Setelah cukup lama berpelukan dan di sertai kilat petir yang terpancar dari selalu jendela yang terbuka.


Arga melepas pelukannya dan menatap Nela penuh cinta tampa berkedip, kemudian perlahan mencium bibir Istrinya dengan lembut, Nela memejamkan matanya menikmati ciuman suaminya.


Setelah cukup lama, Arga kemudian melepas ciumannya, "Sayang lepaskan bajumu, kamu bisa sakit kalau terlalu lama memakai baju yang basa" ucap Arga sambil menarik resleting gaun yang di pakai Nela.


Dengan satu tarikan saja, baju Nela sudah terjatuh ke lantai dan Arga membaringkan istrinya terlentang di atas kasur.


Nela merasa malu tidak memakai apa pun di tubuhnya, karena ini yang pertama kali tubuhnya polos di hadapan pria.


Arga mengamati tubuh istrinya dari atas sampai bawa, "Sangat menggoda" ucap Arga lalu segera melepas juga pakai nya.


Ternyata senjata Arga sudah tegak siapa bertempur dan Nela yang meyaksikan itu memalingkan pandangannya karena dia benar-benar malu, karena pertama kali baginya melihat begituan secara langsung.


Arga tersenyum melihat wajah malu istrinya, dia langsung mengungkung tubuh istrinya dan mulai mencium bibir mungilnya, perlahan bibir Arga turun kebawa ke buah kenyal milik istrinya.


Sentuhan Arga sangat lah berpengalaman hingga membuat Nela bagai melayan dan sudah melupakan rasa malu nya.


Arga yang merasakan istrinya sudah terhanyut dalam aksinya, dia mulai melepas benda segitu yang masi melekat di tubuh istrinya.


Arga kemudian segera melakukan penyatuannya dan mulai menekan pinggulnya, tapi Arga sangat kesulitan untuk menembus gawang pertahanan Nela.


"Arga pelan-pelan" ucap Nela dengan lemah.


Arga mengangguk dan kembali menekan pinggulnya, tapi Arga masi kesusahan dan barulah Arga menyadari kalau istrinya ternyata masih perawatan.


"Kamu masi Virgin Nela" tanya Arga tidak menyangka.

__ADS_1


Nela hanya menganggu lemah, mengiyakan pertanyaan suaminya, membuat Arga tersenyum bangga, karena penilaian selama ini tentang Nela ternyata salah.


__ADS_2