Gadis Virgin Milik CEO

Gadis Virgin Milik CEO
SAYANG DI SINI DINGIN


__ADS_3

Arga sudah sampai di rumahnya dan langsung naik ke kamarnya, tapi Arga tidak melihat istri nya, "Kemana Nela" ucap Arga.


Arga kemudian melepas jasnya dan berjalan turun kebawa, ternyata Nela sedang berdiri di samping kolam berenang dengan baju tidur seksi berbahan sutra.


Arga berjalan menghampiri Nela dan memeluknya dari belakang, membuat Nela terkejut.


"Sayang di sini dingin" bisik Arga.


"Arga kamu sudah pulang, kok terlambat" tanya Nela.


"Aku dari rumah papa dulu sayang" jawab Arga.


Nela menyandarkan kepala nya di dada Arga, "Tumben papah manggil kamu, ada apa sayang?" Nela kembali bertanya.


"Papah menyuruhku kerja keras, agar beliau secepatnya punya cucu" bisik Arga.


Nela memutar tubuhnya menghadap suaminya, "Masa sih papah bilang begitu?" tanya Nela tidak percaya.


Arga yang masih melingkarkan tangannya di pinggang Nela, menarik pinggang istri nya lebih merapat ke tubuhnya, "Papah kan butuh penerus untuk Jansen group sayang" jawab Arga.


"Ayo sayang kita mulai" ucap Arga dan langsung mencium bibir Istri nya.


Nela membalas ciuman Arga yang terkesan agresif dan tangan Arga sudah menjalar di bagian-bagian sensitif Nela, membuat Nela sudah berada di dalam kendala suaminya yang memang lebih berpengalaman.


Pada akhirnya Nela sadar kalau mereka sedang berada di tempat terbuka, "Sayang kita ke kamar saja" ucap Nela di sela aksi Arga yang mulai tidak terkendali.


"Baiklah sayang" ucap Arga dan menggendong Nela ala bridal style naik kamar nya.


Kemudian Arga melanjutkan aksinya di atas ranjang dan melepas semua pakaiannya dan pakaian Nela, pandangan Arga menatap sejenak setiap inci tubuh Nela.


Selanjutnya pertempuran pun berlangsung panas, apa lagi Arga sangat berpengalaman memainkan area sensitif Nela, yang membuat Nela tidak berdaya di bawa Arga.


Setelah cukup lama membuat Nela terhipnotis oleh aksinya, barulah Arga mulai melakukan penyatuan.


Malam semakin larut tapi aksi kedua suami istri itu masih bergelut dengan aksi-aksi mereka di atas ranjang, suara-suara lembut mereka terdengar hingga di luar kamar.


Hingga jam menunjukkan puku satu dini hari, barulah keduanya mengakhiri permainannya dan setelah membersihkan diri, mereka berbaring berpelukan masi dalam ke adaan polos.

__ADS_1


Arga meraba perut rata istrinya, "Sayang semoga secepatnya Arga junior bisa mengisi perut kamu ini" ucap Arga.


Nela yang tersenyum langsung diam mendengar pernyataan Arga yang ingin segera mempunyai anak.


"Maafkan aku sayang, tapi saat ini aku masih pakai pengaman agar kita tidak langsung punya bayi, karena kita baru saja saling mencintai dan kita belum terlalu mengenal satu sama lain" batin Nela.


"Kenapa kamu diam sayang" tanya Arga lalu mencium pipi Nela. Nela langsung tersadar dan hanya tersenyum.


"Sayang besok lusa, aku ada perjalanan bisnis keluar negri, kamu ikut yah sekali bulan madu" ajak Arga.


"Besok lusa? tapi sayang satu minggu ini jadwal promosi lagu ku untuk Sountrack film full" balas Nela.


"Yah udah sayang, lain kali kita susun rencana bulan madu kita dengan spesial" sambung Arga.


"Makasih yah sayang udah ngerti dan mendukung karir aku" ucap Nela lalu mencium pipi Arga dan makin mengeratkan pelukan nya.


"Tapi sayang, kali ini aku pergi bersama Jessi, gak apa-apa kan?" tanya Arga agar Nela tidak salah paham.


Nela langsung melepas pelukannya, "Pantas saja, kamu tidak keberatan kalau aku tidak ikut, ternyata kamu bersama wanita yang mirip mantan kamu itu" tutur Nela dengan nada cemburu dan memalingkan wajahnya.


"Wanita mana yang tidak cemburu, mengetahui suaminya pergi bersama wanita lain, di tambah wanita itu kembaran mantan pacar nya" ucap Nela.


"Lihat aku sayang, apa aku harus menunda perjalanan Bisnisku dan menunggu istri ku ada waktu baru kita pergi bersama, agar kamu bahagia sayang?" tanya Arga.


"Gak gitu juga sayang, pergilah aku percaya padamu" balas Nela dan sudah mulai tersenyum.


"Nela Princess Jansen sekarang sudah mulai dewasa" timpal Arga dan kembali mencium bibir Nela dengan lembut, kemudian keduanya tidur berpelukan.


*********


Hari ini Arga akan berangkat keluar negri bersama Jessi dan sekarang Arga sudah siap di kamar nya di temani Nela.


Nela merapikan dasi Arga lalu mengalungkan tangannya ke leher suaminya, "Sayang awas yah jangan macam-macam di sana" ucap Nela.


Arga langsung memeluk pinggang Nela dan merapatkan ke tubuhnya, " Tenang saja sayang, aku hanya milik mu" balas Arga dan mencium bibir istri nya yang sudah menjadi candunya.


Arga kemudian melepas ciumannya, "Kamu bisa ke rumah rumah temanmu jika kamu kesepian di rumah" ucap Arga.

__ADS_1


"Memang kamu tidak cemburu kalau aku ketempat Azka" tanya Nela.


"Jangan ketempat Azka juga" sambung Arga.


"Teman aku hanya Azka dan Bella, selain itu adalah teman-teman yang sering ke klub. memangnya kenapa kamu sangat cemburu dengan temanku itu?" tanya Nela.


"Aku tidak suka cara dia memandang mu" jawab Arga.


"Ada apa dengan pandangan nya?" timpal Nela.


"Sudah lah, kamu bisa menemuinya karena aku percaya padamu " ujar Arga.


"Harus percaya Azka juga sayang, karena saat ini Azka dan Bella sudah pacaran beneran" ungkap Nela.


"Ingat pacaran bukan berarti ada cinta, aku berangkat dulu sayang" pamit Arga lalu mencium kening Nela.


Kemudian Arga dan Nela bergandengan turun tangga dan Nele mengantar Arga keluar rumah, sementara sopir memasukkan barang-barang Arga ke bagasi mobil.


Setelah mencium kening Nela, Arga masuk kedalam mobil setelah sopir membukakan pintu mobilnya.


Mobil Arga pun melaju pergi dan Nela menatap kepergian suaminya sampai mobilnya tidak terlihat lagi.


"Nela siang ini ada jadwal on-air di salah satu stasiun TV" sahut Rita tiba-tiba di belakang Nela, membuat Nela terkejut dan memegang dadanya.


"Oke Rita, aku siap-siap dulu" ucap Nela dan berjalan masuk rumah nya.


*****


Sementara itu Jessi masi ada di apartemen nya dia sudah rapi dengan bajunya yang sangat seksi, yang bisa membangkitkan hasrat pria yang melihatnya nya.


Jessi menyalahkan rokoknya dan terlihat menggoda dengan kuku panjang yang sudah di cet, bibir seksi yang memakai lipstik warnah merah maroon menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.


"Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk menjadikan Arga Mahendra milik ku dan akan ku pastikan bisa tidur bersamanya saat di luar negri, dan menikmati keperkasaan nya dari otot-ototnya yang menggugah iman itu" pikir Jessi.


Jessi kemudian mematikan rokoknya dan berjalan layak nya perempuan penggoda keluar apartemen nya.


Setelah berada di dalam mobil, Jessi kemudian menyuruh sopirnya secepatnya menuju bendara internasional.

__ADS_1


__ADS_2