
Di sebuah Vila Zara sedang menikmati waktunya bersama pacarnya seorang pria blasteran yang bernama Steven, keduanya sedang berbaring di atas ranjang sambil bercumbu mesra.
Steven mencium mesra bibir Zara dan menelusuri bagian tubuhnya yang sensitif, membuat pakaian Zara sudah hampir terlepas dari tubuhnya.
Tiba-tiba Zara merah mual dan secepatnya berlari ke kamar mandi, pada akhirnya Zara memuntahkan semua isi perutnya.
Zara mencuci mulutnya lalu meraba perutnya sambil merapikan tali bajunya yang turun di lengannya, akibat perbuatan Steven.
Zara berjalan keluarga dan melihat Steven sedang bersandar di ranjang sedang menunggunya, "Sayang kamu tidak apa-apakan" tanya Steven.
Zara berjalan ke arah Steven masi memegang perutnya, dengan wajah khawatir, "Steven aku harus tespek" ucap Zara gugup.
"Maksud kamu apa Zara?" tanya Steven lalu berdiri dari ranjang.
Zara secepatnya mengambil tespek di tasnya yang sudah dia sediakan jika hal seperti ini terjadi, kemudian Zara segera masuk kembali ke kamar mandi, sementara Steven sedang gelisah di samping tempat tidur.
Beberapa saat kemudian Zara keluar dan Steven secepatnya menghampirinya, "Ayo tunjukan hasilnya" desak Steven.
Dengan ragu Zara memberikan tespek tersebut dan hasilnya positif, "Kamu hamil Zara?" tanya Steven dengan nada tinggi. Zara hanya mengangguk dan menangis tampa suara.
"Aku tidak mau tau cepat gugurkan, dari awal kita sepakat hubungan kita tidak ada pernikahan" ujar Steven dengan emosi.
"Tapi Stev ini anak kita dan aku tidak akan mengugurkan nya" balas Zara di sela tangisnya.
"Oke kalau kamu mau mempertahankan nya silahkan, tapi aku pergi" ucap Steven menekan suaranya.
"Kamu tega ninggalin aku Steven, katanya kamu cintaku" tutur Zara terisak.
"Iya aku cinta sama kamu Zara, tapi dari awal aku tidak percaya pernikahan dan kamu tau itu kan" jelas Steven.
"Tapi Steven" timpal Zara.
"sekarang kamu pilih gugurkan bayi itu dan ikut denganku keluar negri, atau mempertahankan bayi itu aku yang akan pergi" jelas Steven.
"Tidak jangan tinggal kan aku Steven" ucap Zara memohon sambil berlutut di kaki Steven.
"Tidak, lepaskan aku Zara" ucap Steven lalu mendorong Zara ke lantai dan meninggalkan Zara yang menangisi histeris.
"Hiks... hiks... hiks... kamu tega Steven" ucap Zara terisak.
__ADS_1
**********
Kirani sedang mengemudikan mobilnya menuju perusahaan Jansen group dan ingin menemui suaminya. penampilan Kirani hari ini sangat cantik dan ceria tapi mengandung kesedihan di matanya.
Kirani langsung naik keruangan Marvin dan membuka pintu tampa mengetuk terlebih dahulu, "Sayang selamat siang" ucap Kirani.
Marvin tidak menjawab dia hanya melihat sikap ceria istrinya dan menatapnya heran, di saat masalah belum selesai tapi Kirani bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Sayang kenapa diam saja" tanya Kirani lalu mengecup bibir Marvin dan duduk di meja depan Marvin.
"Kamu tidak membenciku sayang" tanya Marvin.
Kirani kemudian duduk di pangkuan Marvin dan mengalungkan tangannya di leher Marvin, "Sayang untuk hari saja, aku mohon jangan bahas semua masalah yang terjadi saat ini" pinta Kirani.
"Oke kalau itu yang kamu mau istriku sayang" balas Marvin lalu menangkap leher Kirani kemudian mencium bibirnya dengan lembut.
Tangan Marvin sudah menjalar di mana-mana, membuat Kirani mengeluh nikmat, "Sayang jangan di sini, kita kepuncak saja" ucap Kirani di sela aksi tangan Marvin.
Marvin segera menghentikan aksinya dan menuruti keinginan Kirani, tampa rasa curiga.
Setelah beberapa jam perjalanan ke puncak, sampai lah mobil Marvin di Vila pemberian Marvin pada Kirani.
Dia sama sudah tersedia berbagai macam makan dan sudah di hias dengan indah, membuat Marvin takjub, "Apa ini sayang, kamu tidak pernah melakukan ini sebelum nya?" tanya Marvin sambil menatap Kirani.
Kirani memegang lengan Marvin, "Aku cuma ingin kamu tau, aku sangat mencintai suami aku" jawab Kirani manja.
Gombalan Kirani membuat Marvin gemes dan mencubit hidung mancung Kirani, kemudian keduanya berjalan ke meja di mana terdapat banyak makanan.
Marvin menarik kursi untuk Kirani, "Sayang hari ini kamu sangat cantik" ucap Marvin.
"Jadi sebelumnya tidak cantik" timpal Kirani sambil duduk.
"Cantik dong, masa tidak" balas Marvin lalu duduk di depan Kirani.
Keduanya pun menikmati makanan nya dan di lanjutkan berenang bersama, hari ini mereka menikmati waktunya seharian, hingga tak terasa malam sudah tiba.
Kirani baru saja selesai mandi dan masi memakai jubah mandi, terlihat segar dengan rambut yang basah.
Marvin yang sedang duduk di sofa sambil menghisap rokok nya dan melihat isterinya dengan penuh tatapan cinta, kemudian segera mematikan rokoknya lalu berjalan menghampiri Kirani.
__ADS_1
Marvin langsung memeluk pinggang Kirana dari depan dan mulai m*l*mat bibirnya, Kirani membalas perlakuan manis suaminya lebih menantang dan mengalungkan kedua tangannya di leher Marvin.
Aksi keduanya berlanjut di atas ranjang tampa melepas ciuman mereka, hingga Marvin mengungkung Kirani di bawanya dan menikmati tiap inci tubuh istrinya.
Setelah merasa puas bermain di atas tubuh istrinya, sekarang giliran Kirani yang memanjakan Marvin dengan aksinya, hingga keduanya tidak biasa menahan lagi, akhirnya keduanya melakukan penyatuan yang akhir-akhir ini tidak pernah mereka lakukan lagi.
Cukup lama permainan mereka berlangsung, hinga Marvin tidak bisa menahan larva panas yang ingin keluar dari tubuhnya, dia memompa pinggulnya lebih kencang, pada akhirnya lenguhan panjang terdengar pada mulut keduanya.
Akhirnya keduanya melakukan pelepasan dan Marvin membuang tubuhnya terbaring terlentang di samping Kirani, Kirani lalu memeluk pinggang suaminya dengan erat.
Marvin benar-benar kelelahan dan terlelap dalam pelukan Kirani, Kirani yang menyadari Marvin sudah tertidur, dia pelan-pelan melepaskan pelukannya lalu mencium pipih Marvin dengan lembut.
Kirani segera memakai bajunya dan menatap Marvin dengan mata berkaca-kaca, "Maafkan aku suamiku" ucap Kirani dengan mulut bergetar, lalu mengusap air matanya dan segera meninggalkan Vila tersebut.
**********
Saat ini Kirani sedang berada dalam mobil perjalanan pulang dan menonaktifkan HPnya lalu menatap lurus ke depan.
Flashback on
Bram sedang sibuk di ruangannya dan asistennya masuk, "Maaf tuan ada seseorang gadis yang ingin bertemu anda" ucap asisten Bram.
"Seorang gadis" gumam Bram, "suruh dia masuk" ujar Bram pada asistennya.
"Baik tuan" balas asistennya menunduk hormat pergi.
"Selamat siang tuan Bram" suara gadis itu. Ternyata gadis itu adalah Kirani.
Bram menoleh dan sedikit terkejut, "Oh kamu ternyata, Kirani istrinya Marvin kan" ujar Bram pura-pura bertanya.
"Saya ingin bicara tuan Bram" ucap Kirani dengan tegas.
"Silahkan duduk Kirani" ucap Bram masi dengan wibawanya.
Sedangkan Kirani sudah menahan emosinya, "Tuan Bram saya kesini, tidak untuk basa basi" ucap Kirani menatap tajam Bram.
Flashback bersambung.....
__ADS_1